Cari Blog Ini

Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Mutu pelayanan Kesehatan

2.1.1. Pengertian Mutu

“Mutu adalah faktor keputusan mendasar dari pelanggan”.
“Mutu adalah penentuan pelanggan, bukan ketetapan insinyur, pasar atau ketetapan manajemen. Ia berdasarkan atas pengalaman nyata pelanggan terhadap produk dan jasa pelayanan, mengukurnya, mengharapkannnya, dijanjikan atau tidak, sadar atau hanya dirasakan, operasional teknik atau subjektif sama sekali, dan selalu menggambarkan target yang bergerak dalam pasar kompetitif.
“Mutu adalah gambaran total sifat darisuatu produk atau jasa peayanan yang berhubngan dengan kemampuannya untuk memberikan kebutuhan kepuasaan” (American Society For Quality Control).
“Mutu adalah kecocokan penggunan produk (fitnes adalah us for use), untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasaan pelanggan” (Juran).
“Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan prsyaratan (The Conformance Of Requirements, Philip B, Crosby, 1979).

2.1.2. Trilogi Juran

2.1.2.1. Perencanaan mutu
Bahwa suatu mutu tidak datang secara kebetulan demikian saja, namun diperlukan penyelenggaraan pelatihan khusus. Suatu mutu harus dirancang atau direncanakan yang terdiri atas tahap-tahap sebagai berikut :
v Menetapkan (identifikasi) siapa pelanggan
v Menetapkan (identifikasi) kebutuhan pelanggan.
v Mengembangkan keistimewaan produk.
v Mengarahkan perencanaan kegiatan-kegiatan operasional
2.1.2.2. Pengendalian mutu
Kontrol mutu adalah proses deteksi atau koreksi adanya penyimpangan atau perubahan segera setelah terjadi, sehingga mutu dapat dipertahankan.Langkah kegiatan yang dikerjakan:
Ø Evaluasi kinerja dan kontrol produk
Ø Membandingkan kerja aktual terhadap tujuan produk
Ø Bertindak terhadap perbedaan atau penyimpangan mutu yang ada.
2.1.2.3. Peningkatan mutu
Peningkatan mutu mencakup dua hal, fitness for use dan mengurangi tinngkat kecacatan dan kesalahan. Keduanya menyangkut pelanggan internal dan eksternal.
Meningkatkan fitness for use mempunyai beberapa manfaat:
Ø Mutu lebih baik bagi pengguna
Ø Pangsa pasar yang besar untuk manufaktur
Ø Harga premi bagi manufaktur
Ø Status dipasaran bagi manufaktur
Mengurangi tingkat kecacatan dan kesalahan mempunyai manfaat:
Ø Mengurangi biaya dan beberapa gesekan bagi pengguna
Ø Mengurangi secara dramatis embiayaan bagi manus lebih murah
Ø Meningkatkan produktivitas lebih mudah diproduksi
Ø Mengurangi inventaris dalam mendukung konsep tepat waktu
Kegiatan-kegiatan peningkatan mutu
Ø Mengadakan infrastruktur yang diperlukan bagi upaya peningkatan mutu
Ø Identifikasi apa yang perlu ditingkatkan dan proyek peningkatan mutu
Ø Menetapkan tim proyek
Ø Menyediakan tim dengan sumber daya , pelatihan, motivasi untuk:
a) Mendiagnose penyebab
b) Merangsanng perbaikan
c) Mengadakan pengendalian agar tetap tercapai perolehan.

2.1.3. Proses Kendali Mutu

Secara sederhana proses kendali mutu dimulai (Quality Control) dimulai dari menyusun standar-standar mutu, selanjutnya mengukur kinerja dengan membandingkan kinerja yang ada dengan standar yang telah ditetapkan. Apabila tidak sesuai, dilakukan tindakan koreksi. Bila diinginkan peningkatan kinerja perlu menyusun standar baru yang lebih tinggi dan seterusnya.
v Kepuasan Pelanggan
Philip Kotler dalam bukunya “Marketing Management”, memberikan defenisi tentang kepuasaan pelanggan (customer satisfaction):
Kepuasaan adalah tingkat eadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang”.
Kepuasaan pelanggan rumah sakit atau organisasi pelayanan kesehatan lain atau kepuasaan pasien dipengaruhi banyak faktor, antara lain yangbersangkutan dengan:
Pendekatan dan prilaku petugas, perasaan pasien terutama saat pertama kali datang
Mutu informasi yang diterima, seperti apa yang dikerjakan, apa yang dapat diharapkan, prosedur perjanjian
v Waktu tunggu
v Fasilitas umum yang tersedia
Fasilitas perhotelan untuk pasien seperti mutu makanan, privacy, dan pengaturan kunjungan
v Outcome terapi dan perawatan yang diterima.
Kepuasaan atau ketidakpuasaan adalah suatu keputusan penilaian. Puas atau tidak puas tergantung pada:
a) Sikapnya terhadap ketidaksesuaian (rasa senang atau tidak senang)
b) Tingkatan daripada evaluasi” untuk dirinya, melebihi, atau dibawah standar.
c) Produk dan kepuasaan pelanggan
d) Keputusan pelanggan dan kepuasaan produk
Kepuasaan pelanggan adalah hasil yang dicapai pada saat keistimewaan produk merespon kebutuhan pelanggan. Ini biasanya sama dengan kepuasaan produk.
Kepuasaan produk adalah suatu rangsangan terhadap daya jual produk, dampak utama dari kepuasaan produk adalah pada pangsa pasar, dan selanjutnya pada pendapatan dari penjualan.
Ketidakpuasaan pelanggan dan ketidak puasaan produk
Defesiensi produk pada dasarnya merupakan sumber dari ketidak puasaan pelanggan. Akibatnya adalah timbul adanya keluhan, tuntutan, mengembalikan barang, klaim, dan lain-lain.

2.1.4. Mutu Dalam Pelayanan Kesehatan

Mutu pelayanan kesehatan adalah penampilan yang pantas atau sesuai (yang berhubungan dengan standar-standar) dari suatu intervensi yang diketahui aman, yang dapat memberikan hasil kepada masyarakat yang bersangkutan dan yang telah mempunyai kemampuan untuk menghasilkan dampak pada kematian, kesakitan, ketidakmampuan dan kekurangan gizi (Milton I Roemer dan C Montoya Aguiler, WHO, 1988)
Dalam bukunya “The Definition And Approaches Its Assesment”, Avedis Donabedian (1980) mengatakan bahwa “mutu adalah suatu sifat yang dimiliki dan merupaka suatu keputusan terhadap unit pelayanan tertentu dan bahwa pelayanan dibagi kedalam dua golongan teknik dan interpersonal”.
Mutu dalam pelayanan kesehatan dapat dimaksudkan adalah dari aspek teknis medis yang hanya berhubungan langsung antara pelayanan medis dan pasien saja, atau mutu kesehatan dalam sudut pandang sosial dan pelayanan kesehatan secara keseluruhan, termasuk akibat-akibat manajemen administrasi, keuangan, peralatan dan tenaga kesehatan lainnya.
Menilai mutu adalah suatu keputusan yang berhubungan dengan proses pelayanan, yang berdasarkan tingkat dimana pelayanan memberikan kontribusi terhadap nilai outcomes.
Proses pelayanan dibagi dalam dua komponen utama, antata lain:
1. Proses interpersonal
Adalah wahana yang diperlukan untuk aplikasi dari pelayanan teknis, namun ia juga penting dalam kaidah-kaidahnya sendiri, karena ia sendiri adalah mungkin sebagai trapi atau penyembuh.
2. Pelayanan teknik(medis)
Adalah aplikasi ilmiah dan teknologi medis dan ilmu kesehatan lainnya, terhadap persoalan kessehata seseorang. Manajemen pelayanan medis adalah gabungan atau interaksi antara manajemen teknis medis dengan sosial psikologi antara klien dan praktisioner.
Arti mutu pelayanan kesehatan dari beberapa sudut pandang
a. Pengertian mutu untuk pasien dan masyarakat
mutu pelayanan merupakan suau empati, respek dan tanggap akan kebutuhannya, pelayanan harus sesuai dengan kebutuhan mereka, diberikan dengan cara yang ramah pada waktu mereka berkunjung.
Kepuasaan pasien adalah suatu kenyataan, tetapi sering diabaikan sebagai indikator mutu.
Kepuasaan pasien sering dipandang sebagai :
· Suatu komponen yang penting dalam pelayanan kesehatan.
· Berkaitan dengan kesemmbuhan dari sakit atau luka
· Hal ini lebih berkaitan dengan konsekuenssi daripada sifat pelayanan kesehatan itu sendiri
· Berkaitan pula dengan sasaran dan outcome dari pelayanan
· Dalam penilaian mutu dihubungkan dengan ketetapan pasien terhadap mutu atau kebagusan pelayanan
· Pengukuran penting yang mendasar bagi mutu pelayanan, karena ia memberikan informasi terhadap suksesnya provider bertemu dengan nilai dan harapan klien dimana klien adalah mempunyai wewenang sendiri.
b. Untuk petugas kesehatan
Mutu pelayanan berarti bebas melakukan segala sesuatu secara profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien dan masyarakat sesuai dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang maju, mutu peralatan yang baik dan memenuhi standar yang baik(state of the art)
Kepuasaan praktisioner adalah sebagai suatu ketetapan “kebagusan” terhadap penyediaan dan keadaan dari pekerjaan praktisioner, untuk pelayanan oleh kolega-kolega atau dirinya sendiri.
c. Untuk manajer atau administrator
Bagi yayasan atau pmilik rumah sakit, mutu dapat berarti memiliki tenaga profesional yang bermutu dan cukup.
Pelayanan medis yang baik
· Pelayanan medis yang baik adalah praktek kedokteran (pengobatan) yang rasional yang berdasarkan ilmu pengetahuan
· Pelayanan medis yang baik menekankan pencegahan
· Pelayanan medis yang baik, memerlukn kerjasama yanng cerdik (intelligent) antara pasien yang awam dan para praktisi yang ilmiah medis
· Pelayanan medis yang baik memperlakukan inddividu seutuhnya
· Pelayanan medis yang baik, mempertahankan hhbungan pribadi yang akrab dan berkesinambungan antara dokter dengan pasien
· Pelayanan medis yang baik dikoordinasikan dengan pekerjaan kesejahteraan sosial
· Pelayanan medis yang baik mengkoordinasikan semua jenis pelayanan kesehatan.
· Pelayanan medis yang baik termasuk pelaksanaan semua pelayanan yang diperlukan dari ilmu kedokteran modrn sesuai dengan kebutuhan semua orang
Mutu pelayanan kesehatan dalam perundang-undangan:
1. Undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan
2. Mutu dalam kesehatan nasional (SKN)
Dalam SKN Keputusan Menteri Kesehatan RI No.99a/Men Kes/SK/III/1982 tentang berlakunya Sistem Kesehatan Nasional dan pokok-pokok upaya kesehatan disebutkan bahwa tujuan peningkatan upaya kesehatan adalah untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dengan peran serta masyarakat secara aktif.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi tiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yng optimal, sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.
3. RP3JPK (1983)
Keptusan Menteri Kesehatan RI No.35/MenKes/SK/II/1983 tentang rencana pokok Program Pembangunan Jangka panjang Bidang Kesehatan (1983/p4-19998/1999)
4. GBHN 1993, tap MPR No.II/MPR/1993
2.2. MENJAGA MUTU (QUALITY ASSURANCE) PELAYANAN KESEHATAN
Menjaga mutu (quality assurance) adalah terminologi dimana pada umumnya merujuk pada usaha-usaha profesional pelayanan kesehatan dan institusi-institusi dalam menyediakan fakta/ keterangan-keterangan/bukti dimana mutu dari utilisi pelayanan medis diselenggarakan
Empat Prinsip menjaga mutu:
1. Berorientasi kedepan untuk mempertemukan kebutuhan dan harapan pasien dan masyarakat
2. Memfokuskan pada sistem dan proses
3. Menggunakan data untuk menganalisis proses penyampaian pelayanan
4. Mendorong suatu pendekatan diri dalam pemecahan masalah dan peningkatan mutu
2.2.1. Syarat Progam menjaga mutu
v bersifat khas
v mampu melaporkan setiap penyimpangan
v fleksibel dan berorientasi pada masa depan
v mencerminkan dan sesuai kengan organisasi
v muudah dilaksanakan
v mudah dimengerti
v mamfaat program menjaga mutu:
v dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehata
v dapat lebihmeningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
v dapat melindungi pelaksana pelayanan dari kemungkinan munculnya gugatan hukum
2.3. POS PELAYANAN TERPADU
POSYANDU
2.3.1. Pengertian Posyandu
Adalah suatu forum komunikasi, alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini.
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. (Nasrul Effendi : 1998)
Kegiatan posyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari puskesmas mengenai pelayanan kesehatan dasar. (Nasrul Effendi : 1998)
Posyandu adalah pusat pelayanan keluarga berencana dan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKBBS. (Nasrul Effendi : 1998)
2.3.2. Tujuan posyandu
a) mempercepat penurunan angka kematian Ibu dan Anak
b) Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
c) Mempercepat penerimaan NKBBS
d) Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat
e) Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografi
f) Meningkatkan pembinaan dan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat.
2.3.3. Sasaran posyandu
· Bayi berusia kurang dari 1 tahun
· Anak balita berusia kurang dari 1 tahun
· Anak balita berusia 1-5 tahun
· Ibu hamil, ibu menyusu dan ibu nifas
· Wanita usia subur
· Kegiatan posyandu
a. Lima kegiatan Posyandu (Panca Krida Posyandu) :
1. Kesehatan ibu dan anak
2. Keluarga berencana
3. Immunisasi
4. peningkatan gizi
5. penanggulangan diare
b. Tujuh kegiatan posyandu
1. kesehatann ibu dan anak
2. keluarga berencana
3. immunisasi
4. peningkatan gizi
5. penanggulangan diare
6. sanitasi dasar
7. penyediaan obat esensial
2.3.4. Pembentukan Posyandu
· Posyandu dibentuk dari pos-pos yang telah ada seperti
a. pos penimbangan balita
b. pos immunisasi
c. pos keluarga berencana
d. pos kesehatan
e. pos lainnya yang bentuk baru
f. persyaratan posyandu
g. penduduk RW paling sedikit terdapat 100 orang balita
h. terdiri dari 120 KK
i. disesuaikan dengan kemampuan petugas (Bidan Desa)
j. jarak antara kelompok rumah, jumlah KK dala satu tempat atau kelompok tidak terlalu jauh.
· Alasan pendirian posyandu
Posyandu dapat memberika pelayanan kesehatan khususnya upaya pencegahan penyakit dan PPPK sekaligus dengan pelayanan Kb posyandu dari masyarakat untuk masyarakat dan oleh masyarakat, sehingga menimbulkan rasa memiliki masyarakat terhadap upaya dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana.
2.3.5. Penyelenggaraan posyandu
· Pelaksanaan kegiatan
Adalah anggota masyarakat yang telah dilatih menjadi kader kesehatan setempat dibawah bimbingan Puskesmas
· Pengelola posyandu
Adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal kader PKK, tokoh masyarakat formal dan informal serta
Kader kesehatan yang ada diwilayah kerja tersebut.
· Lokasi/letak posyandu
Berada ditempat yang mudah didatangi masyarakat
Ditentukan oleh masyarakat sendiri
Dapat merupakan lokal tersendiri
Bila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan dirumah penduduk, balai rakyat, pos RT/RW atau pos lainnya.
· Pelayanan kesehatan yang dijalankan
a. Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita :
b. Penimbangan bulanan
c. PMT yang berta badannya kurang
d. Immunisasi bayi 3-14 bulan
e. Pemberian oralit yang menanggulangi diare
f. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama
· Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur
1. pemeriksaan kesehatan umum
2. Pemeriksaan kehamilan dan nifas
3. Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah
4. Immnunisasi TT untuk ibu hamil
5. Peyuluhan kesehatan dan KB
6. Pemberian alat kontrasepsi KB
7. Pemberian oralit pada ibu yang terkena diare
8. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama
9. Pertolongan petama pada kecelakaan
· Sikap lima meja di Posyandu
a. Meja I
Pendaftaran
Pencatatan bayi, balita,, ibu hamil, ibu menyusui, dan PUS
b. Meja II
Penimbangan balita dan ibu hamil
c. Meja III
Pengisian KMS
d. Meja IV
Diketahui berat badan anak yang belum mengikuti KB
Pelayanan TMT, oralit, vitamin A, tablet zat besi, pil ulangan, iodium.
e. Meja V
Pemberian imnunisasi
f. Pemeriksaan kehamilan
Pemeriksaan kesehatanan dan pengobatan
Pelayanan kontrasepsi IUD, suntikan dll
Untuk meja I sampai dengan IV dilaksanakan oleh kader kesehatan dan untuk meja V dilaksanakan oleh petugas kesehatan diantaranya dokter, bidan, perawat juru immunisasi dan sebagainya.
2.3.6. Prinsip dasar Posyandu
· Pos Pelayanan Terpadu merupakan usaha masyarakat di mana terdapat perpaduan antara pelayanan antara pelayanan profesional dan nonprofesonal (oleh masyarakat).
· Adanya kerja sama lintas program yang baiki (KIA, KB, Gizi, Immunisasi, penanggulangan diare), maupun lintas sektoral (depkes RI, Depdagri, Bangdes dan BKBBN).
· Kelembagaan masyarakat (pos desa, kelompok timbangan/pos timbang, pos immunisasi, pos keshatan dll)
· Mempunyai sasaran penduduk yang sama.
· Pendekatan yang digunakan adalah pengembangan PKMD/PHC
2.3.7. Pelaksanaan posyandu
Pos pelayanan terpadu melibatkan petugas puskesmas, petugas BKKBN sebagai penyelenggara pelayanan profesional dan peran serta masyarakat secara aktif dan positif sebagai penyelenggara pelayanan non profesional secara terpadu dalam rangka alih teknologi dan swakelola masyarakat.
Dari segi petugas puskesmas
· Pendekatan yang dipakai adalah pengembangan dan pembinaan PKMD
· Perencanaan terpadu tingkat Puskesmas (mikro planning), lokakarya mini.
· Pelaksanaan sistem 5 meja dan alih teknologi.
Dari segi masyarakat
· Kegiatan swadaya masyarakat yang diharapkan adanya keder kesehatan
· Perencanaan melalui musyawarah masyaarakat desa
· Pelaksanaan melalui sistem 5 meja
· Dukungan lintas sektoral sangat diharapkan mulai dari tahap persispa/perencanaan, pelaksanaan, bahkan penilaian dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik dalam segi motivasi maupun teknis dari masing-masing sektor.
Langkah-langkah pembentukan posyandu
Persiaan sosial :
· Persiapan masyarakat sebagai pengelola dan pelaksana Posyandu
· Menyusun wahana kegiatan posyandu
· Pelaksanaan kegiatan posyandu
· Kegiatan posyandu 1x sebulan atau lebih
· Pengumpulan dana sehat
· Pencatatn dan laporan kegiatan posyandu
· Evaluasi kegiatan posyandu
· Evaluasi hasil kegiatan yang sedang berjalan
· Evaluasi hasil kegiatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan
Baca Selengkapnya - Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

Promosi Kesehatan Pada Ibu Hamil

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu masa dimana seorang ibu mengalami suatu perubahan pada dirinya baik fisik maupun psikologis. Pada ibu yang primipara,kehamilan merupakan suatu pengalaman yang baru.Sehingga ibu tersebut memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan kehamilannya.Bagi petugas kesehatan berkewajiban menyampaikan informasi-informasi yang diperlukan oleh ibu.Sehingga ibu dapat memahami keadaaannya dan dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kehamilannya.
Oleh karena itu tenaga kesehatan dapat memberikan informasi melalui promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang keadaan fisiologis dan patolohis dalam kehamilan, kebutuhan ibu selama kehamilan dan persiapan ibu dalam menghadapi persalinan dan kelahiran bayi. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai hal-hal tersebut di atas yang diharapkan bermanfaat bagi pembeca terutama ibu hamil.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
· Untuk memenuhi tugas mata kuliah promosi kesehatan yang membahas tentang penyuluhan kesehatan pada ibu hamil
· Untuk memberikan informasi terhadap pembaca terutama ibu hamil mengenai kehamilannya
· Untuk membantu mahasiswa untuk memahami tentang materi promosi kesehatan pada ibu hamil
BAB II
PEMBAHASAN
PROMOSI KESEHATAN PADA IBU HAMIL
Promosi kesehatan pada ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi ibu hamil agar terwujud derajad kesehatan yang optimal.Diharapkan dengan penyuluhan dan informasi dari bidan bisa setiap ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan tenang. Serta siap menghadapi persalinan.
Hal-hal yang perlu dipromosikan pada ibu hamil adalah sebagai berikut :
A. KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL
Selama kehamilan ibu membutuhkan tambahan asupan makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan dirinya sendiri. Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya melakukan upaya untuk mempromosikan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut.
Jenis-jenis makanan:
a. Makanan pokok :karbohidrat sebagai sumber energi
b. Makanan pembangun :protein untuk tumbang janin
c. Makanan pelengkap :vitamin dan mineral
d. Makanan penunjang :lemak
Tambahan gizi yang diperlukan ibu hamil adalah :
* Protein : dari 6 gr/hari menjadi 10 gr/hari
* Energi / kalori : yang dapat diperolieh dari karbohidrat dan lemak
* Vitamin : sebagai pengatur dan pelindung
Penambahan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, persiapan persalinan dan untuk melakukan aktivitas. Penambahan ini pada trimester pertama belum diperlukan, tetapi pada trimester dua dan tiga dibutuhkan penambahan nutrisi karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat.
3 Jenis makanan yang penting setiap hari dikonsumsi ibu hamil :
* Zat besi : Untuk mencegah anemia sehingga tidak akan terjadi BBLR, perdarahan,dll
* Kalsium : Untuk pertumbuhan tulang
* Yodium : Untuk mencegah pembesaran kelenjar gondok pada ibu, perkembangan lambat sehingga akan terjadi retardasi mental, cebol.
Perubahan yang perlu dipahami ibu hamil :
· Tahap I (2 minggu setelah konsumsi)
Gizi yang diperlukan seperti biasa harus terpenuhi, tapi belum membutuhkan penambahan
· Tahap II (minggu ke 2 - minggu ke 8)
Sudah dibutuhkan nutrisi karena pada tahap ini sudah terbentuk jaringan-jaringan dan organ-organ tubuh janin
· Tahap III (minggu ke 8 – lahir)
Untuk persiapan persalinan, laktasi dan kesempurnaan janin
B. ISTIRAHAT
Istirahat bagi ibu hamil untuk meringankan urat syaraf atau mengurangi aktivitas otot.
Kegunaan istirahat adalah :
* Untuk melepaskan lelah
* Memberikan kesempatan pada tubuh untuk membentuk kegiatan baru
* Menambah kesegaran untuk melakukan pekerjaan
Wanita hamil butuh istirahat yang cukup, wanita hamil dianjurkan untuk tidur siang karena udara panas mudah membuat merasa lebih baikan bila cukup banyak istirahat.
Releksasi tubuh yang sempurna mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil terutama pada saat melahirkan. Releksasi sangat berguna juga bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Agar ibu hamil dapat melakukan istirahat yang benar, maka ia perlu mengetahui bagaimana cara penyegaran tubuh dan sehat yaitu : pertama angkat tangan, kemudian turunkan, sekali lagi angkat kemudian tarik nafas dan hembuskan, lakukan dengan santai.
Cara tidur yang nyaman
Pertama-tama ibu hamil duduk perlahan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Kemudian sedikit miringkan badan ke kanan, tangan kiri menyilang ikut menopang tubuh ibu perlahan-lahan, kemudian ibu hamil bisa tidur dengan telentang.
Begitu juga saat bangun, terlebuh dahulu miringkan tubuh ke kanan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Bangunlah perlahan-lahan dan kemydian ibu hamil bisa duduk kembali. Kalau perut ibu semakin besar akan sulit untuk tidur dengan posisi telentang maupun sebaliknya. Untuk itu ibu merasa tidur dengan posisi miring ke kiri.
C. KEBUTUHAN PAKAIAN
Ibu hamil sebaiknya mengenakan pakaian yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
* Nyaman : pakaian sebaiknya tidak ada penekanan-penekanan pada bagian tertentu sehingga ibu tidak dapat bebas bergerak
* Longgar : bukan berarti pakai baju yang terlalu besar, tapi yang dapat bergerak bebas
* Tidak tebal : pakaian tebal akan menimbulkan rasa panas dan keluarnya keringat sehingga tidak bebas bergerak
* Menarik : enak dipandang mata
* Menyerap keringat : karena pada ibu hamil banyak keringat, maka dianjurkan memakai pakaian yang menyerap keringat. Disini ditekankan pada bahan dasarnya.
D. IMUNISASI
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :
· TT 1 selama kunjungan antenatal I
· TT 2 → 4 minggu setelah TT 1
· TT 3 → 6 minggu setelah TT 2
· TT 4 → 1 tahun setelah TT 3
· TT 5 → 1 tahun setelah TT 4
Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.
E. SENAM HAMIL
Senam hamil bukan merupakan keharusan, namun dengan melakukan senam hamil akan memberikan banyak manfaat dalam membantu kelancaran proses persalina, antara lain dapat melatih cara mengedan yang benar. Kesiapan ini merupakan bakal bagi calon ibu pada saat persalinan.
Tujuan senam hamil adalah :
* Memberikan dorongan serta melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap agar ibu dapat menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan mudah
* Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis
* Melonggarkan persendian yang berhubungan dengan proses persalinan
* Cara memperoleh kontraksi dan relokasi yang sempurna
* Menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan
* Dapat mengatur diri pada ketenangan
Manfaat senam hamil secara teratur :
· Memperbaiki sirkulasi darah
· Mengurangi pembengkakan
· Memperbaiki keseimbangan otot
· Mengurangi kram / kejang pada kaki
· Menguatkan otot-otot perut
· Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan
Syarat-syarat mengikuti senam hamil :
v Pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter / bidan
v Lakukan latihan setelah kehamilan 22 minggu
v Lakukan latihan secara teratur dan disiplin
Gerakan senam hamil ada 3 tahap :
§ Kunjungan I ada 4 tahap
§ Kunjungan II ada 7 tahap
§ Kunjungan III gabungan kedua tahap tersebut
Gerakan senam hamil pada kunjungan pertama :
1. Senam untuk kaki
Ø Dududk di kursi dengan kaki dirapatkan dan telapak kaki ditaruh di lantai
Ø Mengangkat jari-jari kaki secara perlahan lalu diturunkan, berguna untuk memperkuat otot panggul dan punggung sehingga dapat menopang tubuh ibu yang semakin besar
2. Duduk di kursi, silangkan kaki kanan diatas kaki kiri
Ø Gerakkan ujung kaki perlahan-lahan ke atas dan turunkan, berguna untuk otot pinggang dan panggul
3. Senam duduk bersila
Ø Duduk bersila
Ø Letakkan kedua telapak tangan di atas lutut
Ø Tekan lutut ke bawah perlahan-lahan, berguna untuk mengurangi kram kaki karena duduk terlalu lama
4. Cara tidur yang nyaman
Ø Berbaring miring ke kiri dengan kaki ditekuk
Gerakan senam hamil pada kunjungan ke dua :
1. Senam posisi telentang
Ø Tidurlah telentang dan tekuk lutut sedikit, jangan terlalu lebar dan arahkan telapak tangan kebawah dan berada di samping badan
Ø Angkat pinggang secara perlahan-lahan
2. Senam posisi merangkak
Ø Badan dalam posisi merangkak
Ø Sambil menarik nafas angkat punggung ke atas dengan wajah menghadap ke bawah, membentuk lingkaran sambil perlahan-lahan mengangkat wajah, hembuslah nafas. Turunkan punggung kembali perlahan
3. Senam untuk lutut
Ø Tidur telentang tekuk kaki kanan, lutut kanan digerakkan perlahan ke kanan, bergantian
4. Senam dengan kedua lutut
Ø Senam telentang dengan kedua lutut ditekuk, kedua lutut digerakkan kekiri dan kanan
5. Gerakan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan
Ø Tidur dengan posisi kaki ditekuk, urut perut dengan kedua tangan dari bawah perut ke payudara
6. Cara mengejan
Ø Posisi setengah duduk dan kaki direnggangkan
Ø Perlahan-lahan tarik nafas sebanyak 3x pada hitungan ke empat tarik nafas dan tahan mengejan kearah pantat dan hembuskan
7. Cara pernapasan saat melahirkan
Ø Dilakukan jika bidan mengatakan tidak usah mengejan lagi
Ø Letakkan kedua tangan di atas dada
Ø Buka mulut lebar-lebar bernapas pendek sambil mengatakan hah..hah
F. KUNJUNGAN PMERIKSAAN KEHAMILAN
Setiap wanita hamil menghadapi reaksi komplikasi yang bisa engancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal :
  • 1x kunjungan selama Trimester I (sebelum 14 mg)
  • 1x knujungan selama Trimester II (antara mg 14-28)
  • 2x kunjungan selama Trimester III (antara mg 28-36 dan sesuda mg 36)
Pada setiap kali kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasai yang sangat penting. Tabel di bawah ini memberikan garis-garis besarnya :
Kunjugan
Waktu
Informasi Penting
TM I
Sebelum mg ke-14
Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil
Mendeteksi masalah dan menanganinya
Melakukan tindakan pencegahan spt tetanus neonaturum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan
Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi
Mendorong perilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan dan sebagainya)
TM II
Sebelum mg ke-28
Sama seperti di atas ditambah kewaspadaan khusus mangenai preeklamsia (tanya ibu tentang gejala-gejala preeklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi oedema periksa untuk mengetahui proteinuria)
TM III
Antara mg ke 28-36
Sama seperti di atas ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda
TM III
Setelah mg ke-36
Sama seperti di atas, ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di Rumah Sakit
Ibu hamil tersebut harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bilamana ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa khawatir.
G. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN MUDA
1. Perdarahan Pervaginam
A. Abortus
Kegagalan kehamilan sebelum usia kehamialan 22 ninggu
Jenis abortus :
1. Abortus spontan
* Abortus imminens
Tanda / gejala : perdarahan sedikit, nyeri abdomen
Penanganan : tirah baring, jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan, hubungan sex dihentikan sementara, jika perdarahan berhenti lakukan ANC, jika perdarahan berlangsung nilai kondisi janin / USG
* Abortus insipiens
Tanda / gejala : perdarahan banyak, nyeri karena kontraksi uterus kuat, ada pembukaan, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan.
Penanganan : kuretase
* Abortus incomplete
Tanda / gejala : perdarahan banyak, ada pembukaan, ada teraba sisa jaringan, uterus berkontraksi
Penanganan : kuretase
* Abortus complete
Tanda / gejala : uterus lebih kecil dari usia kehamilan, perdarahan sedikit tapi nyeri perut bagian bawah, telah terjadi pengeluaran hasil konsepsi, perdarahan akan berhenti 10 hari bila berlanjut menjadi endometritis
Penanganan : tidak perlu evaluasi lagi, observasi untuk melihat adanya perdarahan, pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu.
2. Abortus provokatus
* Abortus medisinalis : melihat adanya komplikasi pada ibu
* Abortus kriminalis : disengaja dengan alat dan obat
3. Abortus septik : adanya komplikasi pada ibu
4. Missed abortion
Apabila janin muda yang telah mati tertahan di dalam rahim selama 2 bulan atau lebih.
Tanda : rahim semakin mengecil, buah dada mengecil kembali, amenorrhoe berlangsung terus
Penanganan : di Rumah Sakit
B. Kehamilan Mola
Patologi : sebagian dari vili berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan jernih
Tanda dan gejala :
· Perdarahan sedang banyak
· Serviks terbuka
· Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan
· Hyperemesis lebih lama
· Kram perut bagian bawah
· Tidak ada tanda-tanda adanya janin
· Keluar jaringan seperti anggur
Penanganan :Segera dikeluarkan karena bernahaya.
C. Kehamilan Ektopik
→ kehamilan dimana se telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri
Gejala : amenorhoe, nyeri perut, perdarahan pervaginam sedikit, syok karena hypovolemia, nyeru palpasi dan nyeri pada toucher, tumor dalam rongga panggul, gangguan kencing, Hb menurun.
2. Hyperemesis Gravidarum
→mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil
a. Ringan
Tanda / gejala :
· Mual muntah terus menerus
· Penderita lemah, tidak mau makan, BB menurun, tekanan darak menurun
· Nadi cepat ≥100x/menit
· Nafas agak cepat
· Nyeri epigastrium, bibir dan lidah kering
· Turgor kulit menurun
Penanganan : rawat jalan dengan diet sering ngemil, minum vitamin B6, tinggi karbohidrat rendah lemak.
b. Sedang
Tanda / gejala :
· Mual muntah yang hebat
· Lemah, apatis, turgor kulit mulai jelek
· Lidah kering dan kotor, nafas bau aseton
· Nadi kecil dan cepat, suhu naik, tekanan darah & BB menurun
· Dehidrasi, ikterus ringan, mata cekunh.
c. Berat
Tanda / gejala :
· KU jelek
· Kesadaran menurun
· Nadi kecil, halus dan cepat
· Dehidrasi berat, ikterus
· Suhu badan meningkat, TD & BB turun
3. Nyeri Perut Bagian Bawah
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang
Diagnosis nyeri perut bagian bawah :
a. Kista ovarium
Gejala dan tanda : nyeri perut, tumor adreksa pada PD, rasa tumor di perut bawah, perdarahan vaginal ringan
b. Apendisitis : radang umbai cacing usus buntu
Gejala : nyeri perut bawah, demam, nyeri lepas
c. Sintitis : disuria, sering berkemih, nyeri perut
d. Pielonefritis : infeksi akut saluran kemih dengan gejala disuria, demam tinggi, sering berkemih, nyeri perut
e. Peritronitis : radang selaput perut dalam rongga panggul, dengan gejala demam, nyeri perut bawah, bising usus negatif
f. Kehamilan ektopik : tandanya nyeri perut, ada perdarahan sedikit, serviks tertutup, uterus sedikit besar dan lunak
H. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN JANIN PADA KEHAMILAN LANJUT
1. Perdarahan Pervaginam
Disebut juga PerdarahanAntepartum, yaitu perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu (TM III), biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya dari perdarahan kehamilan sebelum 20 minggu.
Pada TM III perdarahan disebabkan oleh :
a. Placenta Previa
→Placenta yang implantasi disekitar segmen-segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian / seluruh pembukaan jalan lahir.
Penyebabnya :
keadaan endometrium kurang baik, terdapat pada MP, Myoma Uteri, Curretase berulang-ulang
Pembagian Plasenta Previa :
totalis (seluruhnya), marginalis (pinggir), parsialis (sebagian)
Gejala dan tanda :
· Perdarahan tanpa nyeri
· Paerdarahan berulang-ulang
· Kepala anak Sangay tinggi
· Sering terjadi kelainan letal
· Pada PD terasa jaringan
· Darah berwarna merah sejajar dengan bekuan (terjadi pembukaan pembuluh darah)
· Dapat terjadi estela miksi dan defekasi, aktifitas fisisk kontraksi, brakston hicks, koitus.
Penanganan :
Bidan yang menghadapi plasenta previa dapat mengambil sikap dengan melakukan rujukan ke tempat pertolongan yang mempunyai fasilitas cukup
b. Solusio Placenta
→ Terlepasnya placenta sebelum waktunya dengan implantasi pada kehamilan TM III
Etiologi :
Hypertensi, tali pusat pendek, trauma, tekanan rahim membesar pada vena cava inferior, hydramnion gemelli, MP, usia lanjut. Defisiensi asam folik.
Tanda-tanda :
· Perdarahan disertai nyeri
· Perdarahan segar disusul dengan partus
· Warna darah merah kehitaman
· Palpasi sukar karena rahim keras
· Fundus uteri makin lama makin naik
· Bunyi jantung biasanya tidak ada
· Pada PD teraba ketuban yang tegang terus menerus.
2. Sakit Kepala yang hebat, Penglihatan Kabur, Bengkak pada Wajah & Tangan
· Hypertensi
Tanda :
· Tekanan Darah 140/90 mmHg
· Sistolik meningkat 30 mmHg dan Diastolik meningkat 15 mmHg
· Preeklamsia
→ Penyakit kehamilan yang disebabkan oleh kehamilan itu sendiri
Klasifikasi :
a. Preeklamsia ringan
Tanda : TD 140/90 mmHg, oedema kaki, jari tangan & muka/kenaikan BB1 Kg atau lebih perminggu, protein urin +1 atau +2 pada urin kateter
b. Preeklamsia berat
Tanda : TD 160/110 mmHg atau lebih, protein urin 5 gr atau lebih perliter, oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc/24 jam
Keluhan subjektif :
Nyeri epigastrium, gangguan penglihatan, nyeri kepala, oedema paru dan sianosis, gangguan kesadaran
Pencegahan :
· Pemeriksaan antenatal yang teratur
· Harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya preeklamsi kalau ada faktor-faktor predisporsi
· Berikan penerangan tentang menfaat istirahat dan tidur, ketenangan serta pentingnya mengatur diet rendah garam.
· Eklamsia
→ Kelanjutan preeklamsia berat menjadi eklamsi dengan tambahan gejala kejang-kejang / koma.
Kejang-kejang pada eklamsi terdiri dari tingakat :
a. Stadium invasi awal
· Berlangsung 30 – 35 detik
· Tangan dan kelopak mata bergetar
· Mata terbuka dengan pandangan kosong
· Kepala diputar ke kiri/ke kanan
b. Stadium kejang kronik
· Seluruh otot badan menjadi kaku,wajah kaku
· Tangan menggenggam dan kaki membengkak kedalam
· Pernafasan terhenti
· Muka mulai kelihatan sianosis
· Lidah dapat tergigit
· Mata melotot
· Muka kelihatan kongesti dan sianosis
· Stadium ini berlangsung kirr – kira 20 – 30 detik
c. Stadium kejang kronik
· Semua otot bekerja berulang – ulang dalam waktu cepat
· Mulut terbuka dan menutup
· Keluar ludah berbusa dan lidah dapat tergigit
· Mata melotot
· Muka kelihatan kongesti dan sianosis
· Berlangsung selama 1 – 2 menit
d. Stadium koma
· Lamanya ketidaksadaran (koma) itu berlangsung selama beberapa menit sampai berjam – jam
· Selama serangan TD meningkat
· Nadi cepat
· Suhu naik sampai 40 derajat celcius
Penanganan : menghindari tejadinya kejang berulang, mengurangi koma, meningkatkan jumlah di uresis.
3. Keluarnya Cairan Pervaginam
a. KPD
→ Pecahnya ketuban sebelum inpartu bila pembukaan pada PP <>
Etiologi :
Belum jelas sehingga preventif tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu menganjurkan ibu menjaga kebersihannya terutama bagi perineum
Patogenesis :
· Selaput ketuban terlalu tipis
· Infeksi
· Faktor predisporsi : MP, malposisi, disproporsi (ketidakseimbangan antara panggul dengan janin), servix incompeten
· KPD artifisial
Gejala dan tanda :
· Keluarnya cairan ketuban
· Ketuban pecah tiba-tiba
· Cairan tampak di introitus
· Tidak ada His dalam 1 jam
Penanganan : rujuk
b. Amnionitis
Gejala dan tanda :
· Cairan vagina berbau
· Demam menggigil
· Nyeri perut, uterus nyeri
· Nadi cepat
· Perdarahan pervaginam sedikit-sedikit
c. Vaginitis
Gejala dan tanda :
· Cairan vagina berbau
· Tidak ada riwayat KPD
· Gatal, keputihan, nyeri perut
· Disuria
4. Gerak Janin tidak Terasa
→ Ibu tidak merasakan lagi gerakan janin pada usia kehamilan 22 minggu atau selama persalinan.
a. Gawat janin
· Gerakan janin tidak ada
· DJJ abnormal (<> 100/menit)
· Cairan ketuban bercampur mekonium
b. Kematian janin
→ Kematian hasil konsepsi yang masih berada dalam uteri tanpa memandang umur kehamilannya.
Seba-sebab kematian janin :
· Toxemia gravidarum
· Penyakit infeksi
· Kelainan bawaan yang berat
Gejala :
· DJJ tidak terdengar lagi
· Rahim tidak membesar
· Fundus uteri makin turun
· Pergeseran anak tidak teraba lagi
· Palpasi tidak jelas
Penanganan / penatalaksanaan :
· Meningkatkan ANC
· Perbaikan teknik resusitasi
· Meningkatkan pemeriksaan kesehatan
· Mengatasi bentuk infeksi perinatal
5. Nyeri Perut yang Hebat
→ Ibu mengeluh nyeri perut pada kehamilan . 22 minggu
a. Ruptura uteri
Cara terjadinya :
· Ruptur uteri spontan
o Terjadi spontan dan sebagian besar pada persalinan
o Terjadi gangguan mekanisme persalinan sehingga menimbulkan ketegangan segmen bawah rahim yang berlebihan
· Ruptur uteri traumatik
o Terjadi pada persalinan
o Timbulnya ruptur uteri, karena tindakan seperti ekstraksi, forsep, vakum
· Ruptur uteri pada bekas luka uterus
o Terjadinya spontan
o Bekas SC
o Bekas operasi pada uterus
Gejala-gejala :
· Nyeri yang hebat
· Terjadi robekan dalam perutnya
· Akibat ruptur menimbulkan : syok dengan nadi cepat, kecil, pernafasan cepat dan pendek, TD menurun, tampak anemis
· Palpasi abdomen dapat dirasakan : janin dibawah dinding rahim, perut terasa sakit, sangat nyeri, teraba uterus yang berkontraksi
· Setelah terjadi infeksi dapat menjadi terasa nyeri, suhu meningkat
· Pada PD dijumpai : bagian terendah mudah didorong ke atas, terdapat perdarahan melalui vagina, dapat diraba tempat robekan pada dinding uterus.
I. PERSIAPAN PERSALINAN DAN KELAHIRAN BAYI
Persiapan persalinan yaitu rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga dan bidan
Komponen rencana persalinan :
1. Membuat rencana persalinan
berupa tempat bersalin, tenaga kesehatan yang terlatih, bagaimana berhubungan dengan tenaga kesehatan, yransportasi, teman dalam persalinan, serta biaya untuk persalina
2. Rencana pembuat keputusan
disini dibicarakan siapa yang bertindak sebagai pengambil keputusan utama, pembuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada
3. Mempersiapkan sistem transpor
dimana tempat bersalin, cara menjangkau tingkat asuhan lebih lanjut, fasilitas kesehatan untuk merujuk, mendapatkan dana, dan persiapan donor darah
4. Membuat rencana atau pola menabung
anjurkan keluarga menabung, sehingga jika diperlukan dapat diambil langsung, bidan bekerjasama dengan masyarakat dan tokoh masyarakat
5. Mempersiapkan barang-barang untuk persalinan
berupa pakaian ibu dan palaian bayi
Menyiapkan Kelahiran (Trimester III)
Banyak aktivitas yang dilakukan untuk menyambut kelahiran, misalnya baca buku, melihat film, mengikuti kelas-kelas pendidikan menjadi orang tua dan berdiskusi dengan wanita lain, mencari tahu cara perawatan yang memungkinkan (paterson etal 1990)
Pada ultipara mereka telah mempunyai riwayat sendiri tentang melahirkan yang mempengaruhi persiapan persalinan. Cemas bisa timbal karena perhatian tentang jalan lahir yang aman selama proses persalinan (mercer, rubin 1975). Rasa cemas Madang-kadang tidak diperlihatkan tetapi bidan perla tahu syarat tersebut.
Ibu perlu diberikan pendidikan bagaimana perilaku yang benar selama persalinan.
Persiapan terbaik untuk melahirkan menurut Laderman, 1984 adalah :
a. menyadari kenyaaan secara sehat tentang nyeri
b. menyeimbangkan resiko dengan rasa senang
c. keinginan tentang hadiah akhir berupa bayi
J. PERSIAPAN LAKTASI
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
Ø Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
Ø Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”
Ø Penyuluhan (audio-visual) tentang :
· Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
· Manfaat rawat gabung
· Perawatan bayi
· Gizo ibu hamil dan menyusui
· Keluarga berencana,dll
Ø Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
Ø Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil
Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
Ø Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing
Ø Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak
Ø Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
Ø Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
§ Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati
§ Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula
§ Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
§ Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya, sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
§ Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari pembahasan makalah ini adalah :
1. Ibu hamil membtuhkan nutrisi 2 kali lebih banyak dari pada keadaan tidak hamil.
2. Ibu hamil membutuhkan istirahat yang cukup untuk relaksasi tubuhnya dalam mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil.
3. ASI merupakan makanan utama bagi bayi, oleh karena itu ibu harus mempersiapkannya selama kehamilan baik dalam hal perawatan maupun kualitas nutrisi pembentukan ASI.
4. Ibu hamil memerlukan imunisasi TT untuk menurunkan infeksi tetanus bagi ibu dan janinnya.
5. Dalam hal berpakaian ibu memerlukan pakaian yang membuat ibu nyaman.
6. Ibu harus mengetahui tanda-tanda bahaya bagi ibu dan janin baik pada kehamilan muda maupun dalam kehamilan lanjut, seperti perdarahan pervaginam, oedema, nyeriperut yang hebat, dll.
7. Ibu harus memperhatikan keadaan fisik ibu dan pengaruh hubungan seksual bagi kehamilannya.
8. Pesiapan persalinan dan kelahiran bayi harus direncanaklan oleh ibu selama kehamilannya.
9. Ibu dianjurkan mengikuti kegiatan senam hamil untuk membantu mempelancar proses persalinan.
10. Kunjungan kahamilan dilakukan mi nimal 4 kali selama kehamilan.
B. SARAN
Ibu hamil harus mendapatkan informasi mengenai kehamilannya. Informasi ini dapat diperoleh melalui penyuluhan-penyuluhan atau informasi langsung yang ditanyakan pada petugas kesehatan seperti bidan.
DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin,
Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung : ELEMAN

Baca Selengkapnya - Promosi Kesehatan Pada Ibu Hamil

Arsip

0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber