Cari Blog Ini

INFERTILITAS

INFERTILITAS

INFERTILITAS



PENDAHULUAN


Di Indonesia terdapat sekitar tiga juta pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak dan dikatakan sebagai pasangan yang mengalami kemandulan atau infertilitas. Sebagian besar pasangan suami istri berpikir bahwa mereka akan mudah memperoleh anak. Sebetulnya 1 diantara 10 pasang akan mengalami hambatan untuk mempunyai anak.

Infertilitas bagi pasangan suami istri yang mendambakan anak menimbulkan kesedihan, kemarahan dan kekecewaan dalam keluarga. Ilmu kedokteran masa kini baru berhasil menolong 50 % pasangan suami istri untuk dapat memperoleh anak. Ini berarti separuhnya terpaksa menempuh hidup tanpa anak, mengangkat anak ( adopsi), poligini atau bercerai.

Seringkali wanita yang dipersalahkan bila suatu pasangan suami istri sukar memperoleh keturunan. Sekitar 40 % kasus infertilitas disebabkan oleh kemandulan wanita, 30 % disebabkan oleh kemandulan pria dan 30% oleh keduanya. Kadang-kadang dalam pasangan suami istri, pria tidak bisa menerima kenyataan bahwa masalah berasal dari kedua belah pihak, sehingga akan menolak untuk dilakukan pemeriksaan. Hal ini disebabkan karena menganggap infertilitas sebagai suatu hal yang memalukan di masyarakat, dimana seorang pria diharapkan dapat meneruskan keturunannya sebagai ciri kejantanan.

Untuk itulah diperlukan suatu penanganan infertilitas yang menyeluruh dari tenaga kesehatan meliputi pasangan suami istri, keluarga dan lingkungannya, sehingga infertilitas tidak lagi menjadi suatu masalah yang dapat mengganggu kebahagian keluarga pasangan suami istri.

INFERTILITAS

A. Definisi Infertilitas

Infertilitas adalah ketidamampuan untuk terjadi konsepsi setelah 1 tahun bersenggama tanpa menggunakan kontrasepsi.

Ada 2 jenis infertilitas :

1. Infertilitas primer , terjadi bila istri belum pernah hamil walaupun bersenggama setelah 1 tahun tanpa kontrasepsi

2 Infertilitas sekunder terjadi bila istri pernah hamil, tetapi kemudian tidak

terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama selama 1 tahun tanpa

kontrasepsi.

Menurut data statistik 80 % terjadi kehamilan pada pasangan suami istri dalam

tahun bersenggama tanpa kontrasepsi, 86% terjadi kehamilan pada tahun ke-2.

Dapat dikatakan pasangan suami istri mengalami infertilitas bila pasangan yang ingin punya anak telah dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan setelah 1 tahun bersenggama. Menurut Steinberger dan Sherins (1970) pada pasangan infertil masing-masing anggota pasangan mungkin tidak infertil kalau berpasangan dengan yang lain. Setiap anggota pasangan infertil memiliki potensi fertilitas tertentu, jumlah keduanya menentukan kapasitas pasangan itu untuk mendapatkan keturunan. Dengan demikian perbaikan potensi fertilitas dari salah satu anggota pasangan dapat menghasilkan kehamilan. Pengobatan salah satu anggota pasangan infertil pada hakekatnya meningkatkan potensi fertilitas anggota pasangan tersebut, sehingga jumlah potensi fertilitas pasangan tersebut sebagai satu kesatuan biologik, dapat ditingkatkan menjadi lebih besar

Jadi fertilitas dan infertilitas itu merupakan kemampuan sepasang suami istri sebagai satu kesatuan biologik, sehingga tidak ada istilah infertilitas laki-laki atau infertilitas wanita.

B. Pemeriksaan infertilitas

Syarat pemeriksaan pasangan infertil adalah :

· Istri yang berumur 20-30 tahun baru akan diperiksa setelah berusaha untuk mendapatkan anak selama 1 tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan dini apabila :

~ Pernah mengalami keguguran berulang

~ Diketahui mengindap kelainan endokrin

~ Pernah mengalami peradangan rongga perut dan rongga panggul

~ Pernah mengalami bedah gynekologik

· Istri yang berumur antara 31-35 tahun dapat diperiksa pada kesempatan pertama pasangan itu datang untuk pemeriksaan.

· Pasangan infertil yang berumur 36-40 tahun hanya dilakukan pemeriksaan infertilitas kalau belum mempunyai anak dari perkawinan ini.

· Pemeriksaan infertilitas tidak dilakukan pada pasangan infertil yang salah satu anggotanya mengindap penyakit yang dapat membahayakan kesehatan istri dan anaknya.

Jenis pemeriksaan infertilitas adalah:

· Anamnesis lengkap

~ Identitas pasangan

~ Riwayat perkawinan

~ Riwayat kesehatan keluarga

~ Riwayat penyakit dahulu

~ Riwayat Obstetri

~ Riwayat menstruasi

· Pemeriksaan fisik

~ Pemeriksaan umum secara head to toe

~ Pemeriksaan Tanda-tanda vital

~ Pemeriksaan payudara

~ Pemeriksaan abdominal

~ Pemeriksaan ginekologi

· Pemeriksaan Diagnostik

~ Pemeriksaan ovulasi

- Pencatatan suhu basal dalam kurve

Bila siklus anovulatoir suhu basal bersifat bifasis, sedangkan bila terjadi ovulasi terdapat kenaikan suhu basal yang disebabkan karena pengaruh progesteron.

- Pemeriksaan vaginal smear

Pembentukan progesteron menimbulkan perubahan sitologis pada sel-sel superfisial.

- Pemeriksaan lendir servik

Progesteron menimbulkan sifat lendir servik menjadi kental dan membentuk gambaran fern bila lendir dikeringkan.

- Pemeriksaan endometrium

Kuretase pada fase premenstruil menghasilkan endometrium dalam stadium sekresi dengan gambaran histologis khas.

- Pemeriksaan hormon entrogen, ICSH, pregnadiol.

- Perhitungan masa subur

Bila siklus wanita berlangsung teratur selama 28 hari, maka suburnya kira-kira terjadi 2 minggu setelah HPHT ( hari ke-14 ). Kadang-kadang ditandai oleh nyeri dibagian bawah perut, keluarnya lendir banyak dari vagina.

~ Pemeriksaan sperma

- Sperma diperiksa dan ditampung setelah pasangan tidak melakukan senggama selama 3 hari dan diperiksa segera setelah dikeluarkan.

- Penilaian sperma meliputi :

Makroskopis : warna, volume, pH, bau.

Mikroskopis : jumlah, bentuk,motilitas, morpologi.

~ Pemeriksaan lendir servik

- Kekentalan lendir servik

Pada stadium proliferasi lendir servik agak cair karena pengaruh estrogen, sedangkan pada stadium sekresi lendir servik kental karena pengaruh progesteron.

- pH lendir servik

Lendir servik bersifat alkalis dengan pH 9

- Enzim proteolitik

Mempengaruhi viskositas lendir servik

- Immunoglobulin

Dapat menimbulkan aglutinasi dari sperma.

Pemeriksaannya menggunakan:

- Sim Huhner Test

Adalah uji pasca senggama pada pertengahan siklus haid, dilakukan 2 jam setelah senggama untuk menilai ketahanan hidup sperma dalam lendir servik.

- Kurzrock Miller Test

Adalah uji sederhana untuk mengukur kemampuan sperma masuk kedalam lendir servik

~ Pemeriksaan tuba

- Pertubasi ( Rubin Test )

Adalah pemeriksaan patensi tuba dengan jalan meniupkan gas CO2 melalui kanula / kateter folley yang dipasang pada kanalis servikalis, apabila salah satu atau kedua tuba paten, maka gas akan mengalir bebas kedalam kavum peritonei.

- Histerosalpingografi

Adalah pemeriksaan untuk mengetahui bentuk cavum uteri dan bentuk dari saluran tuba apabila terdapat sumbatan, dengan menyuntikan cairan contras kedalam uterus.

- Kuldoskopi

Untuk melihat secara langsung melalui suatu alat keadaan tuba dan ovarium.

- Laparaskopi

Untuk melihat secara langsung keadaan genitalia interna dan sekitarnya.

~ Pemeriksaan endometrium

- Dilakukan pada saat stadium premenstruil, dilakukan mikrokuretage untuk mengetahui gambaran histologi stadium sektesi.

C. Faktor yang mempengaruhi infertilitas

1) Faktor fisik

· Pada laki-laki

~ Kualitas dan kuantitas sperma

~ Menderita infeksi virus kelenjar getah bening bawah tulang rahang yang

mengakibatkan kerusakan pada testis.

~ Sperma tidak bisa keluar dari penis karena terdapat jaringan parut bekas ulkus

pada saluran sperma yang bisa disebabkan oleh PMS.

~ Mengalami gangguan dalam berhubungan seks karena : tidak bisa ereksi,

ereksi kurang lama, terlalu cepat ejakulasi.

~ Menderita penyakit menahun seperti diabetes, tuberculosis, dan malaria yang

dapat mengganggu kesuburan.

· Pada Wanita

~ Menderita jaringan parut pada saluran tuba atau dalam uterus. Jaringan parut

tersebut dapat mengganggu perjalanan sperma dan mengganggu sel telur

yang telah dibuahi menempel pada uterus.

Jaringan parut dapat disebabkan :

- Infeksi PMS

- Aborsi yang tidak aman

- Pemasangan IUD nonseptik sehingga menimbulkan infeksi.

- Tindakan bedah pada vagina,uterus,tuba atau ovarium

~ Tidak terjadi ovulasi

Disebabkan karena gangguan hormon reproduksi.

~ Terdapat fibroid dalam uterus

Fibroid dapat mencegah konsepsi atau menyulitkan kelestarian kehamilan.

~ Penyakit menahun

Penyakit seperti : Diabetes, TBC, Malaria.

2) Faktor psikologis

· Gangguan emosial yang kronis seperti ketakutan dan merasa tidak mampu untuk menjadi seorang ibu.

· Meningkatnya supersensitifitas karena pengaruh penambahan umur sehingga menjadi paraniod dan menyebabkan infertilitas.

3) Faktor lingkungan

~ Polusi udara, air yang tercemar, bahan kimia yang dipakai pabrik dan pertanian.

~ Merokok, minuman beralkohol dan kopi kental.

~ Suhu tinggi pada testis dan penekanan yang terlalu ketat.

~ Obat-obatan

D. Masalah yang timbul akibat infertilitas

· Kehilangan kepercayaan diri pada pasangan suami istri karena menganggap diri tidak mampu mempunyai keturunan.

· Timbul konflik dalam rumahtangga disebabkan karena salah satu pasangan merasa kecewa terhadap pasangannya yang tidak bisa membuat keturunan sampai berakhir dengan perceraian.

· Masih ada pandangan masyarakat bahwa terjadinya infertilitas itu yang disalahkan adalah wanita, karena wanita baru bisa baru bisa diterima status warga masyarakat sepenuhnya apabila telah menjadi seorang ibu.

· Trauma dan kecewa terhadap diri sendiri karena merasa tidak sempurna sebagai wanita.

· Menimbulkan perasaan rendah diri dan kebuntuan dimasa-masa mendatang.

· Mengalihkan fungsi keibuan pada interes-interes lain seperti mengutamakan pada kegiatan erotik dan seksual.

· Mengabdikan diri pada satu ideologi atau satu interes emosional tertentu.

E. Usaha untuk mengatasi kemandulan

· Infertilitas adalah masalah bersama antara suami dan isteri, dianjurkan untuk kerjasama dalam pemeriksaan, pengobatan dan tindak lanjutnya.

· Melakukan hubungan seksual pada masa subur.

Masa subur biasanya terjadi 14 hari sebelum haid yang akan datang. Selain itu bisa dilihat dari perubahan lendir servik yang terliha jernih, basah seperti putih telur. Pada saat itulah diharapkan suami istri melakukan senggama secara teratur sejak hari ke- 7 sampai hari ke- 16 dari siklus haid. Apabila sperma normal dianjurkan untuk melakukan senggama selang satu hari.

· Posisi yang baik saat melakukan hubungan seksual

Yaitu dengan posisi terlentang atau berbaring miring, kemudian setelah selesai tetaplah berbaring selama 20 menit untuk membantu sperma masuk kedalam uterus dan mencapai sel telur.

· Obati setiap ada gangguan kesehatan

Apabila salah satu pihak mengalami kemungkinan terkena PMS, sebaiknya diobati secara tuntas.

· Biasakan selalu hidup sehat

Makan makanan yang sehat, hindari merokok, mengkonsumsi obat-obatan, alkohol, kafein atau soda. Biasakan untuk olah raga teratur dan istirahat yang cukup.

· Lakukan pemeriksaan kesehatan bersama pasangan apabila dalam 1 tahun belum ada tanda-tanda kehamilan untuk mengetahui secara dini kemungkinan adanya kalainan.

F. Konseling infertilitas

· Bersikap baik dan simpatik terhadap pasangan yang mengalami infertilitas, karena mereka membutuhkan dukungan dan pengertian.

· Memberikan pengertian terhadap pasangan untuk menghargai satu sama lain. Jangan saling menyalahkan.

· Memberi support bahwa keadaan sepeti ini tidak hanya menimpa satu pasangan saja, berikan alternatif pengobatan lain yang masih bisa di usahakan.

· Membantu mencari alaternatif untuk mengadopsi anak.

· Membantu pasangan untuk mencari jalan lain supaya dekat dengan anak-anak dan bisa menerima kenyataan hidup.

REFERENSI

· Psikologi Wanita jilid 2, hal 79,110,114,117,118.
DR. Kartini Kartono.
· Ilmu Kebidanan , hal 496, 497, 500.
Sarwono Prawiroharjo.
· Ginekologi , hal 226-233.
Fakultas Kedokteran UNFAD.
· Kesehatan Reproduksi, hal 59-62
Dep. Kes RI & UNFPA
· Pemberdayaan Wanita Dalam Bidang Kesehatan , hal 329-341.
A. Augat Burns, Yayasan Esensia medika.
Baca Selengkapnya - INFERTILITAS

Cantengan (paronikia)

Cantengan (paronikia)

Gangguan ini ditandai dengan peradangan jaringan di sekitar kuku jari. Pus atau nanah terakumulasi di antara kutikula dan matriks kuku serta sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri. Individu yang memiliki bakat psoriasis atau ekzema sering ditemukan mengalami paronikia (paronychia) yang kronis. Steroid topikal lebih sering efektif dibandingkan pengobatan per oral untuk mengatasi kondisi ini (Tosti et., 2002)

Baca Selengkapnya - Cantengan (paronikia)

KISTA OVARIUMKista Ovarium Apakah kista ovarium itu? Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja da

Kista Ovarium

Apakah kista ovarium itu?
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium.
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.
Gejala-gejala
Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium.
Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Gejala-gejala berikut mungkin muncul bila Anda mempunyai kista ovarium:
  • Perut terasa penuh, berat, kembung
  • Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil)
  • Haid tidak teratur
  • Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha.
  • Nyeri sanggama
  • Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil.

Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera:

  • Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba
  • Nyeri bersamaan dengan demam
  • Rasa ingin muntah.


Jenis-jenis kista ovarium

  1. Kista fungsional
    Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid. Terdapat 2 macam kista fungsional: kista folikular dan kista korpus luteum.
    • Kista folikular
      Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormone). Pengeluaran hormon ini diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semuanya berjalan lancar, sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalannya ke saluran telur (tuba falloppi) untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur, dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid.
      Kista Ovarium - Bunda Labibahs Kista  Ovarium - Bunda Labibahs
    • Kista korpus luteum
      Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian bereaksi terhadap LH dengan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut korpus luteum. Tetapi, kadangkala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga 4 inchi (10 cm) diameternya dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

    Kista Ovarium - Bunda Labibahs

  2. Kista dermoid
    Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.
  3. Kista endometriosis
    Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.
    Kista Ovarium - Bunda Labibahs
  4. Kistadenoma
    Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistasenoma dapat tumbuh menjadi besar dan mengganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.
    Kista Ovarium - Bunda Labibahs Kista  Ovarium - Bunda Labibahs
  5. Polikistik ovarium
    Ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas.

Pemeriksaan dan diagnosis
Pemastian diagnosis untuk kista ovarium dapat dilakukan dengan pemeriksaan:

  1. Ultrasonografi (USG)
    Tindakan ini tidak menyakitkan, alat peraba (transducer) digunakan untuk mengirim dan menerima gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) yang menembus bagian panggul, dan menampilkan gambaran rahim dan ovarium di layar monitor. Gambaran ini dapat dicetak dan dianalisis oleh dokter untuk memastikan keberadaan kista, membantu mengenali lokasinya dan menentukan apakah isi kista cairan atau padat. Kista berisi cairan cenderung lebih jinak, kista berisi material padat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
  2. Laparoskopi

Dengan laparoskopi (alat teropong ringan dan tipis dimasukkan melalui pembedahan kecil di bawah pusar) dokter dapat melihat ovarium, menghisap cairan dari kista atau mengambil bahan percontoh untuk biopsi.
Penyulit (komplikasi)
Kista ovarium tidak berbahaya selama kondisi jinak, tetapi kista dapat membesar yang menyebabkan nyeri di bagian perut. Pada beberapa kasus penyakit ini dapat menggangu produksi hormon-hormon dari ovarium dan menghasilkan perdarahan iregular dari vagina dan peningkatan rambut tubuh. Jika kista atau tumor membesar dan menekan kandung kemih, Anda akan berkemih lebih sering karena kapasitas kandung kemih berkurang. Kista ovarium dapat berbahaya bilamana kista berubah menjadi ganas, karena itu semua kista harus diperiksa oleh dokter. Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan bergantung pada umur, jenis dan ukuran kista dan gejala-gejala yang diderita. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin disarankan:

  1. Pendekatan âââ€Å¡Ã‚¬Ãƒ…â€Å“wait and seeâââ€Å¡Ã‚¬Ãƒ‚
    Jika wanita usia reproduksi yang masih ingin hamil, berovulasi teratur, tanpa gejala, dan hasil USG menunjukkan kista berisi cairan, dokter tidak memberikan pengobatan apapun dan menyarankan untuk pemeriksaan USG ulangan secara periodik (selang 2-3 siklus haid) untuk melihat apakah ukuran kista membesar. Pendekatan ini juga menjadi pilihan bagi wanita pascamenopause jika kista berisi cairan dan diameternya kurang dari 5 cm.
  2. Pil kontrasepsi
    Jika terdapat kista fungsional, pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.
  3. Pembedahan
    Jika kista besar (diameter > 5 cm), padat, tumbuh atau tetap selama 2-3 siklus haid, atau kista yang berbentuk iregular, menyebabkan nyeri atau gejala-gejala berat, maka kista dapat dihilangkan dengan pembedahan. Jika kista tersebut bukan kanker, dapat dilakukan tindakan miomektomi untuk menghilangkan kista dengan ovarium masih pada tempatnya. Jika kista tersebut merupakan kanker, dokter akan menyarankan tindakan histerektomi untuk pengangkatan ovarium.


Pertanyaan-jawaban

  1. Apa penyakit kista ini hanya menyerang kaum wanita saja?
    Kalau kista indung telur memang hanya menyerang wanita saja karena pria tidak mempunyai indung telur, tetapi kista bisa dikulit atau dimana saja dan itu dokter kulit yang akan menanganinya.
  2. Apa penyebab penyakit ini?
    Penyebabnya sangat beragam. Bisa saja dari sejak kecil/lahir sudah berbakat ke arah penyakit ini, misal ada yang berisi rambut, kuku, lemak atau yang lain, kista ini disebut kista dermoid dan sudah dibawa sejak dalam kandungan ibunya. Ada yang kemudian tumbuh belakangan seperti kista endometriosis yang merupakan gangguan hormonal dan gangguan kekebalan tubuh. Ada juga yang berisi nanah disebut kista abses disebabkan karena radang atau infeksi. Bisa juga karena perubahan sel tubuh, isinya seperti ingus atau cairan bening disebut kista mesinosum atau serosum. Jadi penyebabnya banyak sekali.
  3. Secara lebih spesifik mengenai penyebab penyakit ini, apa mungkin dapat karena makanan?
    Untuk kista endometriosis bisa terpengaruh oleh pola makan, kalau makan banyak lemak yang susah dipecah oleh tubuh dapat berlanjut dengan gangguan hormon sehingga menimbulkan kista endometriosis. Atau pola makan yang tidak teratur atau sering jajan bisa juga menimbulkan kista endometriosis.
  4. Terbatas atau tidak usia berapa bisa terserang penyakit ini?
    Tidak ada batasan, begitu bayi lahir sampai umur tua setiap saat bisa terkena kista, tergantung jenisnya. Semakin dini terkenanya makin besar kemungkinan menjadi ganas.
  5. Apa tanda-tanda kista bisa dilihat dari luar tanpa bantuan USG, dan apa saja tanda-tanda awalnya?
    Gejala-gejala awalnya sangat beragam. Untuk kista endometriosis gejalanya nyeri haid, nyeri buang air besar, dan bila sudah menikah nyeri saat berhubungan. Untuk kista yang lain gejalanya seperti rasa penuh diperut, kembung, susah buang air besar, rasa mual, sering buang angin. Kalau kista sudah membesar, perut juga membesar seperti wanita hamil berisi cairan di rongga perut. Kalau kista masih kecil, agak susah diraba/terlihat dari luar maka perlu alat bantu seperti dengan USG.
  6. Kalau tanda-tanda awal itu tidak kita perhatikan atau kita remehkan apa akibatnya?
    Kadang-kadang sudah stadium lanjut baru ditangani dan ini biasanya hasilnya kurang memuaskan.
  7. Jenis kista yang mana yang paling berbahaya?
    Berbahaya kalau kista menjadi ganas, kalau tidak menjadi ganas tidak berbahaya. Selama kondisi jinak tidak perlu takut karena bisa diobati secara operasi atau dengan obat-obatan. Kalau kista menjadi ganas, penanganannya lebih radikal dengan kistanya harus diangkat dan diberi obat-obat anti kanker.
  8. Apakah kista bisa membuat susah hamil, berapa persenkah kemungkinan bisa hamil? Bila bisa hamil bagaimana pengaruhnya pada kesehatan ibu dan janin?
    • Tergantung jenisnya dan apa indung telurnya terkena dua-duanya atau tidak, kalau hanya satu indung telur yang terkena kista dan satu lagi tidak maka selalu ada kemungkinan untuk bisa hamil. Dan kista tidak selalu otomatis mengganggu kehamilan tergantung jenis dan besarnya. Kista tidak selalu membesar selama hamil, ada jenis kista yang bisa membesar selama hamil dan ada yang tidak ikut membesar selama hamil namanya kista endometriosis, malahan kista ini statis (berhenti tumbuh) bila sedang hamil. Ada jenis lain yaitu mesinosum (serosum) ikut membesar pada masa hamil, ini kadang-kadang membuat keguguran karena besarnya kista mengganggu kehamilan.
    • Faktor kesehatan ibu dan janin tidak akan terganggu kecuali kistanya jenis ganas.
  9. Apa ada faktor turunan yang berpengaruh pada penyakit ini?
    Secara langsung tidak, tetapi ada yang dikenal sebagai faktor familiar, artinya dalam satu keluarga ada kecenderungan untuk bisa terkena pada beberapa orang, contohnya pada jenis kista endometriosis yang dapat disebabkan pola hidup/pola makan, misal sejak kecil sampai dewasa ada jenis makanan tertentu (X) yang dimakan sekeluarga setiap hari, bila ada 3 orang wanita dalam keluarga itu maka kemungkinan 2 orang dari wanita itu terkena penyakit yang sama.
  10. Bagaimana supaya kita tidak terserang penyakit ini?
    Sebaiknya pola hidup teratur, makan dengan gizi seimbang, juga makan sayuran berserat terutama yang berwarna hijau karena mengandung zat antioksidan yang memudahkan membuang racun dari tubuh, dan juga perlu lemak dan protein karena protein untuk membentuk daya tahan tubuh yang tinggi.
  11. Apakah penyakit ini bisa dihambat pertumbuhan/ perkembangannya berkaitan dengan faktor psikologis misal stres, depresi, atau yang lain, dan apa bisa membuat penyakit ini cepat tumbuh berkembang?
    Secara teoritis bisa, terutama yang perkembangannya tergantung pada hormonal seperti endometriosis dan kista polikistik. Memang tergantung dari pola hormon di tubuh kita dan pola hormon sangat dipengaruhi oleh stres pada wanita karena pusat kendali hormon ada di otak, kalau stres mudah terganggu/tidak seimbang sehingga mudah merangsang tumbuhnya kista, dan bisa dicegah kalau kita tetap tenang.

Kepustakaan:

  • www.mayoclinic.com
  • womenshealth.about.com

  • Baca Selengkapnya - KISTA OVARIUMKista Ovarium Apakah kista ovarium itu? Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja da

    KLIMAKTERIUM

    A. Pengertian

    Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun.

    Masa-masa klimakterium :

    1. Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.
    2. Menopause adalah henti haid seorang wanita.
    3. Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause.

    B. Etiologi

    Sebelum haid berhenti, sebenarnya pada seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks, penurunan sekresi estrogen, gangguan umpan balik pada hipofise.

    A. Patofisiologi

    Penurunan fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin, sehingga terganggunya interaksi antara hipotalamus âۉ€Å“ hipofise. Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi luteum . Kemudian turunnya fungsi steroid ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Keadaan ini meningkatkan produksi FSH dan LH. Dari kedua gonadoropin itu, ternyata yang paling mencolok peningkatannya adalah FSH.

    B. Manifestasi Klinik

    1. Pramenopause : perdarahan tidak teratur, seperti oligomenore, polimenore, dan hipermenore.
    2. Gangguan nerovegetatif : gejolak panas ( hotflushes), keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalam telinga, tekanan darah yang goyah, jari-jari atrofi, gangguan usus ( meteorismus ).
    3. Gangguan psikis : mudah tersinggung, lekas lelah, semangat berkurang, susah tidur.
    4. Gangguan organik : infark miokard aterosklerosis, osteosklerosis, osteoporosi, afipositas, kolpitis, disuria, dispareumia artritis, gejala endokrinium berupa hipertirosis defeminisasi, virilasi dan gangguan libido.

    C. Diagnosis

    1. Umur dan gejala-gejala yang timbul.
    2. FSH dan LH ( FSH = 10-12 x, LH 5-10 x / estrogen rendah ).
    3. Kalsium, kolesterol.
    4. Foto tulang lumbal I.
    5. Sitologi ( Pap Smear ).
    6. Biopsi endometrium.

    D. Pemeriksaan Fisik

    Pemeriksaan tahunan terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup hal-hal yang penting seperti :

    1. Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan dan osteoporosis.
    2. Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan perubahan pada tahi lalat.
    3. Mulut, gigi dan gusi.
    4. Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin optimal untuk wanita paska menopause.
    5. Rektum : periksa adanya keanehan pada darah, adanya massa dan fisura-fisura.

    E. Penatalaksanaan

    1. Sedatif, psikofarma.

    2. Psikoterapi.

    3. Balneoterapi ( diet ).

    4. Hormonal. Sindrom klimakterium terjadi akibat kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen.

    Syarat minimal sebelum pemberian estrogen dimulai :

    1. Tekanan darah tidak boleh tinggi.

    2. Pemeriksaan sitologi uji Pap normal.

    3. Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus ).

    4. Tidak ada varises di ekstremitas bawah.

    5. Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas.

    6. Kelenjar tiroid normal.

    7. Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida, kalsium, fungsi hati.

    8. Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam.

    Kontra Indikasi Pemberian Estrogen

    1. Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis.

    2. Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi bilirubin konjugasi.

    3. Riwayat ikterus dalam kehamilan.

    4. Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan penglihatan, anemia berat.

    5. Varises berat, tromboflebitis.

    6. Penyakit ginjal.

    Persyaratan dalam Pemberian Estrogen

    1. Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol ) dan dengan dosis rendah yang efektif.

    2. Pemberian secara siklik.

    3. Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ).

    4. Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ).

    5. Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan kuretase.

    6. Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam.

    Yang perlu diketahui

    1. Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian estrogen.

    2. Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan ( faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ).

    3. Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab.

    Efek samping pemberian estrogen :

    1. Perdarahan bercak.

    2. Perdarahan banyak ( atipik ).

    Baca Selengkapnya - KLIMAKTERIUM

    Menopause

    Menopause adalah haid terakhir pada wanita, yang juga sering diartikan sebagai berakhirnya fungsi reproduksi seorang wanita. Oleh karena itu, tidak jarang seorang wanita takut menghadapi saat menopausenya. Kehidupan menjelang dan setelah menopause inilah yang sering disebut sebagai ‘masa senja’ atau masa klimakterium.

    Istilah menopause seringkali disalah-artikan dengan klimakterium.

    1. Klimakterium adalah masa peralihan dalam kehidupan normal seorang wanita sebelum mencapai senium, yang mulai dari akhir masa reproduktif dari kehidupan sampai masa non-reproduktif.
    2. Masa klimakterium meliputi pramenopause, menopause, dan pascamenopause. Pada wanita terjadi antara umur 40-65 tahun.
    3. Klimakterium prekoks adalah klimakterium yang terjadi pada wanita umur kurang dari 40 tahun.
    4. Pramenopause adalah masa 4-5 tahun sebelum menopause, keluhan klimakterik sudah mulai timbul, hormon estrogen masih dibentuk. Bila kadar estrogen menurun maka akan terjadi perdarahan tak teratur.
    5. Menopause adalah henti haid yang terakhir yang terjadi dalam masa klimakterium dan hormon estrogen tidak dibentuk lagi, jadi merupakan satu titik waktu dalam masa tersebut. Umumnya terjadi pada umur 45-55 tahun.
    6. Pascamenopause adalah masa 3-5 tahun setelah menopause, dijumpai hiper-gonadotropin (FSH dan LH), dan kadang-kadang hipertiroid.
    7. Sindrom klimakterik klinis adalah keluhan-keluhan yang timbul pada masa pramenopause, menopause, dan pascamenopause.
    8. Sindrom klimakterik endokrinologis adalah penurunan kadar estrogen, peningkatan kadar gonadotropin (FSH dan LH). Disebut juga sebagai sindrom defisiensi estrogen.

    Beberapa penulis menyatakan bahwa masa klimakterik adalah masa penyesuaian dari seorang wanita terhadap menurunnya produksi hormon-hormon yang dihasilkan ovarium dan dampaknya terhadap poros hipotalamus-hipofisis dan organ sasaran. Sudah lama diketahui bahwa hampir semua wanita menopause hidup dalam keadaan defisiensi estrogen. Kekurangan hormon ini menyebabkan menurunnya fungsi organ tubuh yang bergantung pada estrogen, seperti ovarium, uterus (rahim) dan endometrium. Kekuatan serta kelenturan vagina dan jaringan vulva menurun, dan akhirnya semua jaringan yang bergantung pada estrogen akan mengalami atrofi (mengkerut). Cepat atau lambat gangguan akibat kekurangan estrogen pasti akan muncul, yaitu berupa peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida, pengurangan jaringan tulang yang menjurus ke osteroporosis, gangguan psikis, kelelahan dan depresi. Keluhan-keluhan ini perlu dikenal agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.

    Sebagian pakar kesehatan berpendapat bahwa menopause merupakan peristiwa alamiah dan bukan diakibatkan oleh penyakit khusus (penyakit defisiensi hormon), sehingga tidak memerlukan pengobatan tetapi hanya membutuhkan pengertian dari keluarga, lingkungan dan dirinya sendiri. Namun banyak pula yang menganggap proses ini sebagai kelainan yang memerlukan pengobatan tersendiri.

    Agar kehidupan usia senja ini berlangsung dalam kepuasan dan kebahagiaan, maka setiap wanita perlu mengadakan persiapan untuk menghadapinya. Salah satu persiapan yang penting adalah mengetahui organ tubuh kita sendiri dan fungsinya, serta mengenal bagaimanakah sebenarnya kejadian masa klimakterik itu.

    Baca Selengkapnya - Menopause

    KETIKA MENSTRUASI BERKEPANJANGAN

    ada saatnya menstruasi tak lagi kompromi
    Betapa gelisahnya ketika seorang wanita mengalami menstruasi tidak seperti biasanya. Bayangkan, ketika darah haid menetes (mengalir) melebihi bilangan minggu, bahkan lebih sebulan. Bagaimana kegundahannya ? Tanyakan rasanya â€Â¦

    Kata kunci:
    Menometrorrhagia, menorrhagia, metrorrhagia, Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB).
    Kode ICD.10 (International Statistical Classification of Diseases):
    N92: Menstruasi berlebihan dalam jumlah banyak, berulang dan tidak teratur. Tidak termasuk: postmenopausal bleeding (N.95.0)
    Varian: N.92.0-N.92.6 . Sila lihat kodenya di sini.

    Seorang gadis SMU didampingi ibundanya, tertunduk malu ketika menceritakan bahwa menstruasinya berlangsung hampir 3 minggu. Tidak seperti biasa, yang rata-rata berlangsung sekitar 5-7 hari. Sebelumnya, si gadis mulai gelisah saat menstruasi tidak berhenti hingga menginjak minggu kedua. Curhat kepada teman sebaya tidak melegakan lantaran sama-sama tidak mengerti seluk beluk menstruasi. Seperti biasa, beragam anjuran diterima si gadis sebagai âہ“usahaâ€Â� menghentikan menstruasi yang kali ini tak mau kompromi.

    Wanita muda kinyis-kinyis berusia sekitar 25 tahun mengeluh:
    Menstruasi saya sudah 3 minggu lebih, hampir sebulan. Selama itu tidak berhubungan ( dengan suami, sampai-sampai tidak sholat :( (. Kami belum punya anak. Apakah ada kelainan kandungan misalnya tumor ? Apakah kandungan turun ? Apakah bisa punya anak ?

    Jawaban singkat:
    1. Belum tentu (sebagian besar tidak), sebaiknya tetap periksa.
    2. Tidak. Kandungan tidak turun. Turun kemana ?
    3. Bisa, jika keduanya subur dan atas ijin Tuhan YME

    Ibu muda menggendong bayi masuk ruang praktek, lalu berujar:
    Saya mengalami menstruasi 19 hari, kadang sedikit kadang banyak. Sebelumnya tidak pernah mengalami seperti ini. Sudah ke spesialis kandungan dan periksa USG (ultrasonografi), bilang dokter kandungan tidak ada kelainan. Waktu saya tanya, katanya gangguan keseimbangan â€Â¦*lupa*. Dan saat saya tanya lagi apakah ada hubungannya dengan spiral, dokter kandungan mengatakan mungkin iya mungkin tidak. Kalau setelah minum obat masih perdarahan, rencananya kuret. Yang benar yang mana?

    Jawaban singkat:
    Benar semua. Memang demikianlah urutannya.

    Seorang ibu berusia sekitar 55 tahun panik ketika menstruasi berkepanjangan hampir 6 minggu (wuih, 1,5 bulan) :( ( dan beliau mengatakan bahwa sebelumnya menstruasi tidak teratur, sedikit dan singkat.
    Setelah pengobatan masih perdarahan, dilakukan kuret oleh dokter spesialis kandungan sampai 2 kali. Kuret pertama menunjukkan hasil pemeriksaan patologi anatomi (pemeriksan mikroskopis) tidak didapatkan tanda-tanda keganasan. Ketika masih perdarahan, dilanjutkan dengan kuret kedua.
    Alhamdulillah, perdarahan berhenti.

    Empat contoh kasus di atas menunjukkan bahwa menstruasi berkepanjangan bisa menimpa wanita mulai remaja (sudah menstruasi) hingga pre-menopause (menjelang berakhirnya masa menstruasi).
    Sekitar 20% bisa dialami oleh wanita remaja dan wanita muda, sedangkan 40% pada wanita paruh baya (usia lebih 40 tahun) *by Alien*
    Obesitas (terlalu gemuk), pekerjaan berat dan stress diduga ikut berperan terjadinya menometrorrhagia (menstruasi berkepanjangan)

    Gambaran Umum.
    Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) adalah penyebab tersering terjadinya perdarahan rahim abnormal pada wanita di usia reproduksi. Diagnosa Dysfunctional Uterine Bleeding dapat ditegakkan bila tidak ditemukan kelainan organ.

    PENGERTIAN

    Dysfunctional uterine bleeding (DUP) atau perdarahan uterus disfungsional adalah perdarahan abnormal yang dapat terjadi di dalam siklus maupun di luar siklus menstruasi, karena gangguan fungsi mekanisme pengaturan hormon (otak-indung telur-rahim), tanpa kelainan organ.

    SIKLUS NORMAL
    Siklus menstruasi normal terjadi setiap 21-35 hari dan berlangsung sekitar 2-7 hari.
    Pada saat menstruasi, jumlah darah yang hilang diperkirakan 35-150 ml, biasanya berjumlah banyak hingga hari kedua dan selanjutnya berkurang sampai menstruasi berakhir. *Nedra Dodds, MD, 2006*

    BAGAIMANA TERJADINYA ?
    Secara garis besar, kondisi di atas dapat terjadi pada siklus ovulasi (pengeluaran sel telur/ovum dari indung telur), tanpa ovulasi maupun keadaan lain, misalnya pada wanita premenopause (folikel persisten).
    Sekitar 90% perdarahan uterus difungsional (perdarahan rahim) terjadi tanpa ovulasi (anovulation) dan 10% terjadi dalam siklus ovulasi.

    Pada siklus ovulasi.
    Perdarahan rahim yang bisa terjadi pada pertengahan menstruasi maupun bersamaan dengan waktu menstruasi. Perdarahan ini terjadi karena rendahnya kadar hormon estrogen, sementara hormon progesteron tetap terbentuk.

    Pada siklus tanpa ovulasi (anovulation)
    Perdarahan rahim yang sering terjadi pada masa pre-menopause dan masa reproduksi. Hal ini karena tidak terjadi ovulasi, sehingga kadar hormon estrogen berlebihan sedangkan hormon progesteron rendah. Akibatnya dinding rahim (endometrium) mengalami penebalan berlebihan (hiperplasi) tanpa diikuti penyangga (kaya pembuluh darah dan kelenjar) yang memadai. Nah, kondisi inilah penyebab terjadinya perdarahan rahim karena dinding rahim yang rapuh. Di lain pihak, perdarahan tidak terjadi bersamaan. Permukaan dinding rahim di satu bagian baru sembuh lantas diikuti perdarahan di permukaan lainnya. Jadilah perdarahan rahim berkepanjangan.

    G E J A L A
    Perdarahan rahim yang dapat terjadi tiap saat dalam siklus menstruasi. Jumlah perdarahan bisa sedikit-sedikit dan terus menerus atau banyak dan berulang.
    Kejadian tersering pada menarche (atau menarke: masa awal seorang wanita mengalami menstruasi) atau masa pre-menopause.

    FAKTOR PENYEBAB
    Hingga saat ini penyebab pasti perdarahan rahim disfungsional (DUB) belum diketahui secara pasti. Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan perdarahan rahim disfungsional, antara lain:

    • Kegemukan (obesitas)
    • Faktor kejiwaan
    • Alat kontrasepsi hormonal
    • Alat kontrasepsi dalam rahim (intra uterine devices)
    • Beberapa penyakit dihubungkan dengan perdarahan rahim (DUB), misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau faktor pembekuan darah), Kencing Manis (diabetus mellitus), dan lain-lain
    • Walaupun jarang, perdarahan rahim dapat terjadi karena: tumor organ reproduksi, kista ovarium (polycystic ovary disease), infeksi vagina, dan lain-lain.

    D I A G N O S A
    Untuk menegakkan diagnosa, langkah-langkahnya dalah sebagi berikut:

    Wawancara atau anamnesa (sudah dibahas, masih ingat kan?).
    Wawancara harus cermat nih. Pertanyaan yang perlu diajukan: kapan usia mulai menstruasi (menarche), siklus setelah mengalami menstruasi, jumlah dan lamanya menstruasi, dan â€Â¦ maaf, sambil menilai status emosinya. oleh karena itu, bagi wanita yang mengalaminya dianjurkan untuk menceritakan apa adanya. Wis to, jangan malu-malu.

    Pemeriksaan (masih ingat juga kan, jenis-jenis pemeriksaan?) *kayak ujian aja* )

    • Pemeriksaan umum. Ditujukan untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab terjadinya perdarahan rahim.
    • Pemeriksaan organ reproduksi (ginekologis)

    Pada pemeriksaan khusus ini, ditujukan untuk:

    • Menyingkirkan kemungkinan kelainan organ sebagai penyebab perdarahan abnormal, misalnya: perlukaan, polip leher rahim, infeksi, abortus, tumor, dan lain-lain.
    • Menegakkan diagnosa dengan kuret (gadis TIDAK lho)

    P E N G O B A T A N
    Setelah menegakkan diagnosa (diagnosis?, mohon koreksi) dan setelah menyingkirkan berbagai kemungkinan kelainan organ, teryata tidak ditemukan penyakit lainnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan prinsip-prinsip pengobatan sebagai berikut:

    1. Menghentikan perdarahan.
    2. Mengatur menstruasi agar kembali normal
    3. Transfusi jika kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 8 gr%.

    Menghentikan perdarahan.
    Langkah-langkah upaya menghentikan perdarahan adalah sebagai berikut:

    Kuret (curettage).
    Hanya untuk wanita yang sudah menikah. Tidak bagi gadis dan tidak bagi wanita menikah tapi âہ“belum sempat dicicipiâ€Â�. *halah, mesum* (begini lho, misalnya sudah dijadwalkan menikah, ndilalah sebelum menikah koq ya datang menstruasi dan berkepanjangan. Apa ya rela dikerok pakai sendok istimewa eh kuret ding)

    O b a t (medikamentosa)
    1. Golongan estrogen.
    Pada umumnya dipakai estrogen alamiah, misalnya: estradiol valerat (nama generik) yang relatif menguntungkan karena tidak membebani kinerja liver dan tidak menimbulkan gangguan pembekuan darah. Jenis lain, misalnya: etinil estradiol, tapi obat ini dapat menimbulkan gangguan fungsi liver.

    Dosis dan cara pemberian:

    • Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 2,5 mg diminum selama 7-10 hari.
    • Benzoas estradiol: 20 mg disuntikkan intramuskuler. (melalui bokong)
    • Jika perdarahannya banyak, dianjurkan nginap di RS (opname), dan diberikan Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 25 mg secara intravenus (suntikan lewat selang infus) perlahan-lahan (10-15 menit), dapat diulang tiap 3-4 jam. Tidak boleh lebih 4 kali sehari.

    2. Obat Kombinasi
    Obat golongan ini diberikan secara bertahap bila perdarahannya banyak, yakni 4×1 tablet selama 7-10 hari, kemudian dilanjutkan dengan dosis 1×1 tablet selama 3 hingga 6 siklus. *wuih, lamanya*

    3. Golongan progesteron
    Obat untuk jenis ini, antara lain:

    • Medroksi progesteron asetat (MPA): 10-20 mg per hari, diminum selama 7-10 hari.
    • Norethisteron: 3×1 tablet, diminum selama 7-10 hari.

    Mengatur menstruasi agar kembali normal
    Setelah perdarahan berhenti, langkah selanjutnya adalah pengobatan untuk mengatur siklus menstruasi, misalnya dengan pemberian:
    Golongan progesteron: 2×1 tablet diminum selama 10 hari. Minum obat dimulai pada hari ke 14-15 menstruasi.

    Transfusi jika kadar hemoglobin kurang dari 8 gr%.
    Yang ini, mau tidak mau nginap di Rumah Sakit atau klinik. Oya, hampir ketinggalan, sekedar diketahui, sekantong darah (250 cc) diperkirakan dapat menaikkan kadar hemoglobin (Hb) 0,75 gr%. Ini berarti, jika kadar Hb ingin dinaikkan menjadi 10 gr% maka kira-kira perlu sekitar 4 kantong darah.

    PRAKIRAAN HASIL PENGOBATAN (Prognosis)
    Hasil pengobatan bergantung kepada proses perjalanan penyakit (patofisiologi)

    • Penegakan diagnosa yang tepat dan regulasi hormonal secara dini dapat memberikan angka kesembuhan hingga 90 %.
    • Pada wanita muda, yang sebagian besar terjadi dalam siklus anovulasi, dapat diobati dengan hasil baik, or sukses.

    Istilah seputar perdarahan abnormal
    Beberapa istilah penting terkait Perdarahan abnormal rahim, antara lain:

    • Menorrhagi: perdarahan rahim lebih 7 hari atau jumlah perdarahan yang berlebihan (lebih dari 80 ml per hari)
    • Metrorrhagia: perdarahan rahim (biasanya dalam jumlah normal) yang terjadi dengan interval waktu tidak teratur atau lebih panjang.
    • Menometrorrhagia: perdarahan rahim yang berlebihan dalam jumlah dan lamanya perdarahan, dapat terjadi dalam periode menstruasi maupun di antara periode menstruasi.
    • Intermenstrual bleeding (spotting): perdarahan rahim yang bervariasi dalam hal jumlahnya (biasanya sedikit) pada periode menstruasi.
    • Polymenorrhea: menstruasi yang terjadi dengan interval kurang dari 21 hari.
    • Olygomenorrhea: menstruasi yang terjadi dengan interval antara 35 hari hingga 6 bulan.
    • Estrogen: hormon reproduksi wanita, yang selama siklus menstruasi menghasilkan lingkungan yang sesuai untuk fertilisasi, implantasi dan pemberian zat makanan pada permulaan embrio.
    • Progesteron: hormon yang berfungsi mempersiapkan rahim untuk menerima dan mengembangkan sel telur.

    PERMASALAHAN
    Mengingat perdarahan rahim bagi wanita muslim berkaitan erat dengan masalah peribadatan, khususnya dalam hal fiqih (hukum), maka perlu keterlibatan berbagai pihak terutama kalangan medis dan ahli fiqih untuk membahasnya.
    Perlu diingat bahwa pembahasan fiqih akan memunculkan khilafiyah (perbedaan pendapat), terkait soal waktu suci. Maksudnya, âہ“waktuâ€Â� (kapan sih?) seorang wanita dengan perdarahan rahim sudah dianggap wajib melaksanakan ibadah kendati yang bersangkutan masih mengalami perdarahan.
    Sengaja penulis mengangkat masalah ini agar kita dapat saling memahami jika terjadi perbedaan soal masa suci (waktu mandi wajib). Bukankah hal ini adakalanya ditanyakan pasien ? Monggo dibahas.
    Bagaimana soal berhubungan intim ? Silahkan dibahas juga ya â€Â¦

    Kepada segenap pembaca wanita (pria juga), silahkan berbagi pengalaman dan pengetahuan. Monggo tanya jawab sendiri.
    Kepada mbak Mina, dr Lakshmi Nawasasi yang ahli bedah, drg Evy SpBM, mbak Dwi Susanti, mbak Graz, mbak Mei dan semua para blogger wanita dari kalangan kesehatan atau pemerhati kesehatan yang belum tersebut namanya, dimohon berbagi.
    Pria boleh juga lho, bebas aja koq.
    Penulis akan menyaksikan jalannya talkshow online diskusi sebagai peserta saja.

    Selamat berbagi, semoga bermanfaat.

    Bacaan:

    • Pedoman Diagnosis dan Terapi Lab Ilmu Kebidanan dan Kandungan, RSUD dr. Soetomo, Surabaya
    • Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB), Nedra Dodds. MD, Emory Adventist Hospital, 2006

    Catatan penting:

    • Penulisan obat, dosis dan cara pemberian, dimaksudkan sebagai sharing informasi dan sedikit tambahan pengetahuan. Bukan untuk mengobati diri sendiri.
    • Jika mengalami masalah semacam ini (moga tidak), dianjurkan konsultasi dan memeriksakan diri kepada dokter setempat atau dokter ahli kandungan (jika ada)

    Sumber: http://cakmoki86.wordpress.com/

    Baca Selengkapnya - KETIKA MENSTRUASI BERKEPANJANGAN

    KEPUTIHAN

    Bagi kebanyakan kaum hawa, keputihan bagai momok yang sangat menakutkan.
    Ketika mengalaminya, mereka (para wanita) menjadi resah, risih, merasa bersalah, nggak pede dan perasaan gundah lainnya , tapi ada juga sih yang cuek. So diam-diam mereka mencari info, bisa dari majalah, tabloid, iklan, teman, tetangga, forum tanya jawab dunia maya dll.
    Mengapa tidak periksa or konsultasi ke dokter? Wah, banyak alasannya. Bilangnya malu.., atau..atau biaya dokter mahal..ssst yang ini banyak benarnya lho..hehehe. Anehnya, adakalanya tidak mau ke dokter karena takut biaya mahal, di sisi lain rela keliling kemana-mana walaupun pada akhirnya banyak keluar biaya. Mereka mengatakan, namanya juga usaha.
    Kalau boleh berprasangka nih wanita maunya bagaikan Madonna, singset, oke punya deh. Maunya itunya tuh rapet and kering seperti yang ditawarkan iklan. Lho ini maunya wanita apa maunya pria sih.
    Mau vagina kering ? Emangnya kripik..renyah dong D

    Apa itu Keputihan ?Apa bisa menyebabkan mandul, apa bisa menyebabkan kanker, apa bisa punya anak, apakah suami bisa puaas, puaasss.. apakahapakah?
    Itulah pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati para wanita yang mengalaminya, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum.

    DEFINISI

    Keputihan, atau dalam istilah medisnya disebut Fluor albus (fluor=cairan kental, albus=putih) atau Leukorhoea, secara umum adalah:
    keluarnya cairan kental dari vagina yang bisa saja terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau, atau malah tidak merasa apa-apa.
    Kondisi ini terjadi karena tergangggunya keseimbangan flora normal dalam vagina, dengan berbagai penyebab.

    GEJALA KEPUTIHAN

    Lazimnya pembahasan penyakit diawali dengan gambaran umum, definisi, perjalanan penyakit (patofisiologi), penyebab, gejala dan seterusnya.
    Kali ini penulis tidak mengikuti kelaziman di atas supaya pokok bahasan lebih mudah dimengerti.

    Gejala keputihan dibagi 2 kelompok, yakni: gejala Keputihan yang bukan penyakit (non patologis), dan gejala keputihan yang disebabkan penyakit (patologis)

    Gejala keputihan bukan karena penyakit:

    • Cairan dari vagina berwarna bening
    • Tidak berwarna, Tidak berbau, Tidak gatal
    • Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak

    Gejala keputihan karena penyakit:

    • Cairan dari vagina keruh dan kental
    • Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
    • Berbau busuk, anyir, amis, terasa gatal
    • Jumlah cairan banyak

    Inga, inga keputihan tidak menyebabkan Kanker lho.
    Keputihan yang disebabkan penyakit dan dibiarkan tidak diobati sampai lama, adakalanya menyebabkan kemandulan karena penyebaran infeksi.
    Sedangkan keputihan yang bukan karena penyakit, tidak menyebabkan kemandulan.

    Apapun gejalanya, bila kita mengalaminya, kewaspadaan dini dengan cara bertanya kepada dokter, adalah tindakan yang bijaksana.

    PENYEBAB KEPUTIHAN

    Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya Keputihan dapat disebabkan kondisi non patologis (bukan penyakit), dan kondisi patologis (karena penyakit)

    Penyebab Non Patologis (bukan penyakit):

    • Saat menjelang Menstruasi, atau setelah Menstruasi
    • Rangsangan Seksual, saat wanita hamil
    • Stress, baik fisik maupun psikologis

    Penyebab Patologis (karena penyakit):

    • Infeksi Jamur (kebanyakan jamur Candida albicans )
    • Infeksi bakteri (kuman E. coli, Sthaphilococcos )
    • Infeksi Parasit jenis Protozoa (umumnya Trichomonas vaginalis )
    • Penyebab lain bisa karena infeksi Gonorhoe (GO / Kencing nanah ), dan lain-lain, banyak deh. Bisa pula karena sakit yang lama, kurang gizi, anemia, dan faktor hyegiene (kebersihan).

    Hal lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain:
    pemakaian tampon vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tak sengaja masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain.

    Kanker leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan menyebabkan kanker. Jangan dibalik ya )
    Perlu diingat lagi, bertanya kepada ahlinya adalah tindakan yang bijaksana.

    PENGOBATAN

    Pengobatan keputihan sudah barang tentu bergantung kepada penyebabnya.
    Untuk keputihan ringan, cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai anjuran dokter anda.
    Sedangkan keputihan akibat infeksi, mutlak diperlukan anti infeksi. Pemilihan anti infeksi disesuaikan dengan jenis mikro-organismenya.
    Jika penyebabnya jamur, maka diberikan pengobatan anti jamur, jika karena bakteri diberikan antibiotik (sesuai jenis kuman), jika penyebabnya protozoa (Trichomonas vaginalis) diberikan obat anti parasit dan seterusnya.
    Perlu diingat, pemilihan obat-obat di atas seyogyanya berdasarkan jenis mikro-organisme penyebab keputihan. Caranya dengan memeriksa cairan vagina untuk mengetahui jenis mikro-organisme. Biayanya murah koq, sekitar 20 ribu doang. Murah kan, murah kan.
    Sedangkan pemeriksaan lebih spesifik dan akurat untuk keputihan karena kuman adalah test kepekaan kuman. Nah, dengan test kepekaan ini dapat ditentukan jenis antibiotikanya.

    Contoh:
    Test kepekaan antibiotika terhadap penyebab keputihan menunjukkan hasil sebagai berikut:

    • Eritromisin: 22 mm
    • Doksisiklin: 22 mm
    • Tiamfenikol: 20 mm
    • Siprofloksasin: 18 mm
    • Metronidazol: 18 mm

    Berdasarkan hasil test kepekaan tersebut maka obat pilihan yang diberikan adalah Eritromisin atau Doksisikllin.

    Jadi tidak lantas hantam kromo, misalnya semua penderita keputihan disikat pakai cyprofloxacin. Itu mah seperti nembak burung emprit pakai senapan otomatis, tret tret tet tet tet dor dor dor jelegur. Hah, koq kayak Rambo ya. Bayangkan, burung empritnya bisa diberangus, tetapi dahan, rating dan dedaunan di tempat si burung emprit hinggap tersebut juga rontok berguguran. Koq kasih contoh seekstrim gitu sih? Iya dong, namanya juga perumpamaan. Artinya kita harus paham bahwa memberikan obat itu perlu dipertimbangkan manfaat dan mudharatnya. Selain itu si dokter juga menjaga pasiennya agar tidak resisten di kemudian hari, tidak semata-mata mak nyus agar nampak ampuh dan sakti mandraguna. Supaya laris ? Ya kali, eh enggak ding D

    Gimana dengan air rebusan daun sirih ?
    Waduh, yang ini penulis tidak tahu apakah sudah ada penelitian yang akurat apa belum. Banyak tuh buku-buku tanaman obat dan tabloit wanita yang menyebutkan seperti itu. Kembali ke penyebab !!!

    Ada juga pasien yang ke praktek sudah diobati dengan beragam ramuan daun dan lain-lain, hasilnya beberapa minggu tetap keputihan. Setelah diperiksa cairan vagina ternyata penyebabnya kuman E. coli (kuman yang biasanya nongkrong di usus). Nah obatnya bukan rebusan kan.

    Ketika Keputihan, apa tindakan Anda ?

    • Berupaya mencari pengobatan yang tepat dan benar
    • Hindari memakai pakaian ketat dan jaga kebersihan
    • Untuk sementara menghindari hubungan badan dan ajak pasangan anda menjalani pemeriksaan bersama
    • Tidak mengobati diri sendiri karena kesalahan obat dapat memperberat infeksi
    • Pemakaian obat antibiotika, hanya atas anjuran dokter.
    • Hindari gonta ganti pasangan

    PENCEGAHAN

    Bagaimana mencegah Keputihan ?
    Di atas sudah disinggung, silahkan simak lagi yang berikut ini:

    • Jaga Kebersihan Vagina (bersihkan dengan air bersih, sedangkan pemakaian cairan antiseptik hanya atas saran dokter)
    • Hindari celana dalam ketat apalagi yang berbahan nylon, sebaiknya pakai bahan katun dan jangan lupa ganti setiap hari (hihihi apa ada yang ganti seminggu dua kali ya) D
    • Membasuh atau membilas vagina dari depan ke belakang
    • Menghindari duduk di toilet umum (kecuali terpaksa, setelahnya bilas dengan air bersih .sampai bersih sih sih)
    • Ganti pembalut (di kala menstruasi) tepat waktu, dll.

    Guyonan

    Omong-omong soal cara cebok.
    Di berbagai kesempatan presentasi reproduksi untuk kalangan wanita adakalnya penulis menyelipkan guyonan tebak-tebakan sebagi berikut:

    Ibu-ibu, saudari-saudari, mbak-mbak, adik-adik, coba pilih jawaban yang benar.
    Cara cebok yang benar (khususnya) bagi wanita adalah:

    A. Dari belakang ke depan
    B. Dari depan ke belakang
    C. Tidak cebok

    Hehehe, tentu jawabannya B, dari depan ke belakang, kan sudah ada di atas, cara mencegah keputihan.
    Emangnya kalo dari belakang ke depan kenapa sih ?
    Jika maksa cebok dari belakang ke depan, sama aja memindahkan sisa-sisa kotoran dari dubur ke vagina dong, ya nggak, ya nggak.
    Kalau kebetulan ada mikro-organisme yang yangkut di vagina, ada kemungkinan terjadi infeksi. Tul nggak ?
    Ssssst, ada yang milih C nggak ya D

    Tebak-tebakan di atas bisa anda coba di kantor. Kalau pas para wanita ngumpul, coba deh kasih tebak-tebakan cara cebok.
    Trus yang gak mau jawab godain aja milih C (ngga cebok), berani nggak ?
    Eit, kalau ada yang sewot jangan bilang-bilang bahwa tebak-tebakan tersebut dari penulis ya D

    PESAN UNTUK LELAKI

    Jika suatu saat pasangan kita anda mengalami keputihan, jangan lantas curiga atau menunjukkan muka masam ya.
    Bantu pasangan untuk mengatasi masalah tersebut, bukan malah menambah kepanikan. Bisa saja keputihan yang dialami pasangan disebabkan non patologis, misalnya karena kecemasan.
    Kecemasan itupun banyak faktor pencetusnya.
    Contoh: sedang buanyak pekerjaan, lembur ngitung neraca keuangan atau jangan-jangan uang belanja kurang D dan lain-lain.

    Intinya, jangan terlalu risau tapi jangan pula memandang sepele.
    Langkah terbaik adalah menghubungi dokter masing-masing. *halah promosi*

    Up date:

    Oya, setelah ada komen dari pak Guru, penulis merasa perlu menambahkan hal berikut:

    Keputihan yang disebabkan bukan penyakit, misalnya karena alat kontrasepsi atau sebab lainnya, bebas untuk disambangi dan bagi wanita juga bebas untuk minta disambangi.
    Ngerti maksudnya ngga ya? Ya deh, tu de poin aja, boleh berhubungan intim, nggak pengaruh koq.
    Lha supaya para wanita ngga risih, gampang, kasih aja tissue atau pembalut tipis untuk menanggulangi keputihan. Yang penting bekas tissue pengganjal dibuang di tempat aman ya.

    Versi cetak, silahkan download file PDF, ukuran: 83 Kb, klik di sini

    Semoga bermanfaat

    Baca Selengkapnya - KEPUTIHAN

    Arsip

    0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber