Cari Blog Ini

Coitus Interuptus

Coitus Interuptus

Nama lain dari coitus interuptus adalah senggama terputus atau ekspulsi pra ejakulasi atau pancaran ekstra vaginal atau withdrawal methods atau pull-out method. Dalam bahasa latin disebut juga interrupted intercourse.


Pengertian

Coitus interuptus atau senggama terputus adalah metode keluarga berencana tradisional/alamiah, di mana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum mencapai ejakulasi.


Gambar coitus interuptus/withdrawal method



Cara Kerja

Alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam vagina, maka tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum, dan kehamilan dapat dicegah. Ejakulasi di luar vagina untuk mengurangi kemungkinan air mani mencapai rahim.


Efektifitas

Metode coitus interuptus akan efektif apabila dilakukan dengan benar dan konsisten. Angka kegagalan 4-27 kehamilan per 100 perempuan per tahun. Pasangan yang mempunyai pengendalian diri yang besar, pengalaman dan kepercayaan dapat menggunakan metode ini menjadi lebih efektif.


Manfaat

Coitus interuptus memberikan manfaat baik secara kontrasepsi maupun non kontrasepsi.


Manfaat kontrasepsi



  1. Alamiah.

  2. Efektif bila dilakukan dengan benar.

  3. Tidak mengganggu produksi ASI.

  4. Tidak ada efek samping.

  5. Tidak membutuhkan biaya.

  6. Tidak memerlukan persiapan khusus.

  7. Dapat dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain.

  8. Dapat digunakan setiap waktu.


Manfaat non kontrasepsi



  1. Adanya peran serta suami dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

  2. Menanamkan sifat saling pengertian.

  3. Tanggung jawab bersama dalam ber-KB.


Keterbatasan

Metode coitus interuptus ini mempunyai keterbatasan, antara lain:



  1. Sangat tergantung dari pihak pria dalam mengontrol ejakulasi dan tumpahan sperma selama senggama.

  2. Memutus kenikmatan dalam berhubungan seksual (orgasme).

  3. Sulit mengontrol tumpahan sperma selama penetrasi, sesaat dan setelah interupsi coitus.

  4. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual.

  5. Kurang efektif untuk mencegah kehamilan.


Penilaian Klien

Klien atau akseptor yang menggunakan metode kontrasepsi coitus interuptus tidak memerlukan anamnesis atau pemeriksaan khusus, tetapi diberikan penjelasan atau KIE baik lisan maupun tertulis. Kondisi yang perlu dipertimbangkan bagi pengguna kontrasepsi ini adalah:













































Coitus Interuptus



Sesuai untuk



Tidak sesuai untuk


Suami yang tidak mempunyai masalah dengan interupsi pra orgasmik.Suami dengan ejakulasi dini.
Pasangan yang tidak mau metode kontrasepsi lain.Suami yang tidak dapat mengontrol interupsi pra orgasmik.
Suami yang ingin berpartisipasi aktif dalam keluarga berencana.Suami dengan kelainan fisik/psikologis.
Pasangan yang memerlukan kontrasepsi segera.Pasangan yang tidak dapat bekerjasama.
Pasangan yang memerlukan metode sementara, sambil menunggu metode lain.Pasangan yang tidak komunikatif.
Pasangan yang membutuhkan metode pendukung.Pasangan yang tidak bersedia melakukan senggama terputus.
Pasangan yang melakukan hubungan seksual tidak teratur.
Menyukai senggama yang dapat dilakukan kapan saja/tanpa rencana.

Cara Coitus Interuptus



  1. Sebelum melakukan hubungan seksual, pasangan harus saling membangun kerjasama dan pengertian terlebih dahulu. Keduanya harus mendiskusikan dan sepakat untuk menggunakan metode senggama terputus.

  2. Sebelum melakukan hubungan seksual, suami harus mengosongkan kandung kemih dan membersihkan ujung penis untuk menghilangkan sperma dari ejakulasi sebelumnya.

  3. Apabila merasa akan ejakulasi, suami segera mengeluarkan penisnya dari vagina pasangannya dan mengeluarkan sperma di luar vagina.

  4. Pastikan tidak ada tumpahan sperma selama senggama.

  5. Pastikan suami tidak terlambat melaksanakannya.

  6. Senggama dianjurkan tidak dilakukan pada masa subur.


Referensi

birth-control-comparison.info/withdrawal.htm diunduh 12 Maret 2010, 9:39 AM.

contracept.org/withdrawal.php diunduh 11 Maret 2010, 3:06 PM.

en.wikipedia.org/wiki/Coitus_interruptus diunduh 11 Maret 2010, 3:04 PM.

Delvin, D. 2008. Coitus Interruptus (Withdrawal Methods).

americanpregnancy.org/preventingpregnancy/withdrawal.html diunduh 11 Maret 2010, 3:09 PM.

netdoctor.co.uk/sex_relationships/facts/coitusinterruptus.htm diunduh 11 Maret 2010, 3:08 PM.

plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/withdrawal-pull-out-method-4218.htm diunduh 11 Maret 2010, 3:11 PM.

reproline.jhu.edu/english/1fp/1methods/1withdr/index.htm diunduh 12 Maret 2010, 9:47 AM.

Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 15- MK 16).

Baca Selengkapnya - Coitus Interuptus

Keluarga Berencana Alamiah atau Natural Family Planning (KBA)

Keluarga Berencana Alamiah atau Natural Family Planning (KBA)

Pendahuluan

Metode keluarga berencana alamiah atau natural family planning adalah metode pengendalian kelahiran yang tidak membutuhkan alat, bahan kimia maupun obat-obatan (metode hormonal). Bagi wanita maupun pasangan yang ingin menghindari efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi sederhana dengan alat maupun kontrasepsi modern, maka lebih memilih cara KB alami.


Macam KBA

Macam metode keluarga berencana alamiah antara lain:



  1. Metode kalender atau pantang berkala (Calendar method or periodic abstinence).

  2. Metode suhu tubuh basal (Basal body temperature method).

  3. Metode mukosa serviks (Cervical mucous method or ovulasi billings).

  4. Metode simptothermal (Method simptothermal yaitu perpaduan suhu tubuh basal dan ovulasi billings).




Manfaat

Metode keluarga berencana alamiah, memberikan manfaat sebagai berikut:



  1. Manfaat kontrasepsi.

  2. Manfaat non kontrasepsi.


Manfaat kontrasepsi



  1. Untuk mencegah kehamilan, bila digunakan dengan benar.

  2. Membantu untuk mencapai kehamilan, bila pasangan menginginkan kehamilan.

  3. Tidak ada efek samping sistemik.

  4. Murah atau tanpa biaya.


Manfaat non kontrasepsi



  1. Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana.

  2. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.

  3. Mempererat tanggung jawab dan kerjasama antar pasangan.

  4. Menjalin komunikasi antara pasangan.


Keterbatasan

Sebagai metode keluarga berencana alamiah, tentunya mempunyai keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain:



  1. Tidak cukup efektif sebagai metode kontrasepsi (angka kegagalan 9-20 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama pemakaian).

  2. Tingkat efektifitas tergantung dari ketaatan dan konsistensi dalam mengikuti instruksi.

  3. Memerlukan konseling bahkan pelatihan untuk dapat menggunakan dengan benar.

  4. Memerlukan mediator atau tenaga terlatih untuk kesinambungan informasi dan komunikasi.

  5. Mampu mengendalikan hasrat untuk tidak melakukan senggama pada saat masa subur (agar tidak hamil).

  6. Perlu pencatatan setiap hari (tentang mukus, suhu basal, dan gejala biologis lainnya).

  7. Gangguan (misal infeksi vagina) akan menyulitkan interpretasi lendir serviks.

  8. Memerlukan termometer khusus untuk metode suhu tubuh basal.

  9. Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual termasuk HBV maupun HIV/AIDS.


Penilaian Klien

Klien atau pengguna kontrasepsi metode keluarga berencana alamiah memerlukan konseling atau KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) baik lisan maupun tertulis. Kondisi yang perlu dipertimbangkan bagi pengguna alat kontrasepsi ini adalah:


KBA sesuai untuk:

Untuk kontrasepsi



  1. Semua wanita semasa reproduksi dengan siklus haid teratur maupun tidak teratur, tidak haid karena menyusui maupun pra menopause.

  2. Semua wanita dengan berbagai paritas (termasuk nullipara).

  3. Wanita kurus maupun gemuk.

  4. Wanita perokok.

  5. Wanita dengan alasan kesehatan tertentu (misal: hipertensi, varises, dismenorea, sakit kepala, mioma uteri, endometritis, kista ovarii, anemia defisiensi besi, hepatitis virus, malaria, trombosis vena, ataupun emboli paru).

  6. Pasangan dengan alasan agama atau filosofi untuk tidak menggunakan metode kontrasepsi modern.

  7. Wanita yang tidak dapat menggunakan metode kontrasepsi lain.

  8. Pasangan yang mampu mengendalikan hasrat untuk melakukan hubungan seksual di masa subur.

  9. Pasangan yang ingin dan termotivasi untuk mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan.


Untuk konsepsi

Pasangan yang ingin mencapai kehamilan, senggama dilakukan pada masa subur untuk mencapai kehamilan.


KBA tidak sesuai untuk:



  1. Wanita yang ditinjau dari umur, paritas atau masalah kesehatan membuat kehamilannya menjadi resiko tinggi.

  2. Wanita yang belum mendapat haid (menyusui, post abortus).

  3. Wanita dengan siklus haid yang tidak teratur.

  4. Pasangan yang tidak mau bekerjasama selama kurun tertentu dalam siklus haid.

  5. Wanita yang tidak suka menyentuh daerah genetalianya.


Keadaan yang Perlu Diperhatikan

Hal di bawah ini merupakan keadaan klien yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan metode keluarga berencana alamiah (KBA).


















Keadaan



Saran


Pengeluaran cairan vagina menetapJelaskan kepada klien bahwa keadaan tersebut akan mempersulit untuk memprediksi kesuburan dengan lendir serviks.

Bila dikehendaki, bantu dan anjurkan memilih metode kontrasepsi lain.

MenyusuiJelaskan kepada klien bahwa keadaan tersebut akan mempersulit untuk memprediksi kesuburan dengan lendir serviks.

Bila dikehendaki, bantu dan anjurkan memilih metode kontrasepsi lain.


Referensi

en.wikipedia.org/wiki/Natural_family_planning diunduh 12 Maret 2010, 1:47 PM.

masasubur.co.id/kb/1/index.html diunduh 16 Maret 2010, 03:35 PM.

Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 7- MK 10).

…. 2007. Metode-Mdetode KB Alamiah. kesrepro.info/?q=node/169 diunduh 16 Maret 2010, 03:34 PM.

Baca Selengkapnya - Keluarga Berencana Alamiah atau Natural Family Planning (KBA)

Metode Kalender atau Pantang Berkala (Calendar Method Or Periodic Abstinence)

Metode Kalender atau Pantang Berkala (Calendar Method Or Periodic Abstinence)

Pendahuluan

Metode kalender atau pantang berkala merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA) yang paling tua. Pencetus KBA sistem kalender adalah dr. Knaus (ahli kebidanan dari Vienna) dan dr. Ogino (ahli ginekologi dari Jepang). Metode kalender ini berdasarkan pada siklus haid/menstruasi wanita.


Knaus berpendapat bahwa ovulasi terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sedangkan Ogino berpendapat bahwa ovulasi tidak selalu terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi, tetapi dapat terjadi antara 12 atau 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Hasil penelitian kedua ahli ini menjadi dasar dari KBA sistem kalender.


Pengertian

Metode kalender atau pantang berkala adalah cara/metode kontrasepsi sederhana yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama atau hubungan seksual pada masa subur/ovulasi.



Gambar metode kalender


Manfaat

Metode kalender atau pantang berkala dapat bermanfaat sebagai kontrasepsi maupun konsepsi.


Manfaat kontrasepsi

Sebagai alat pengendalian kelahiran atau mencegah kehamilan.


Manfaat konsepsi

Dapat digunakan oleh para pasangan untuk mengharapkan bayi dengan melakukan hubungan seksual saat masa subur/ovulasi untuk meningkatkan kesempatan bisa hamil.


Keuntungan

Metode kalender atau pantang berkala mempunyai keuntungan sebagai berikut:



  1. Metode kalender atau pantang berkala lebih sederhana.

  2. Dapat digunakan oleh setiap wanita yang sehat.

  3. Tidak membutuhkan alat atau pemeriksaan khusus dalam penerapannya.

  4. Tidak mengganggu pada saat berhubungan seksual.

  5. Kontrasepsi dengan menggunakan metode kalender dapat menghindari resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi.

  6. Tidak memerlukan biaya.

  7. Tidak memerlukan tempat pelayanan kontrasepsi.


Keterbatasan

Sebagai metode sederhana dan alami, metode kalender atau pantang berkala ini juga memiliki keterbatasan, antara lain:



  1. Memerlukan kerjasama yang baik antara suami istri.

  2. Harus ada motivasi dan disiplin pasangan dalam menjalankannya.

  3. Pasangan suami istri tidak dapat melakukan hubungan seksual setiap saat.

  4. Pasangan suami istri harus tahu masa subur dan masa tidak subur.

  5. Harus mengamati sikus menstruasi minimal enam kali siklus.

  6. Siklus menstruasi yang tidak teratur (menjadi penghambat).

  7. Lebih efektif bila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain.


Efektifitas

Metode kalender akan lebih efektif bila dilakukan dengan baik dan benar. Sebelum menggunakan metode kalender ini, pasangan suami istri harus mengetahui masa subur. Padahal, masa subur setiap wanita tidaklah sama. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan minimal enam kali siklus menstruasi. Selain itu, metode ini juga akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan metode kontrasepsi lain. Berdasarkan penelitian dr. Johnson dan kawan-kawan di Sidney, metode kalender akan efektif tiga kali lipat bila dikombinasikan dengan metode simptothermal. Angka kegagalan penggunaan metode kalender adalah 14 per 100 wanita per tahun.


Faktor Penyebab Metode Kalender Tidak Efektif

Hal yang dapat menyebabkan metode kalender menjadi tidak efektif adalah:



  1. Penentuan masa tidak subur didasarkan pada kemampuan hidup sel sperma dalam saluran reproduksi (sperma mampu bertahan selama 3 hari).

  2. Anggapan bahwa perdarahan yang datang bersamaan dengan ovulasi, diinterpretasikan sebagai menstruasi. Hal ini menyebabkan perhitungan masa tidak subur sebelum dan setelah ovulasi menjadi tidak tepat.

  3. Penentuan masa tidak subur tidak didasarkan pada siklus menstruasi sendiri.

  4. Kurangnya pemahaman tentang hubungan masa subur/ovulasi dengan perubahan jenis mukus/lendir serviks yang menyertainya.

  5. Anggapan bahwa hari pertama menstruasi dihitung dari berakhirnya perdarahan menstruasi. Hal ini menyebabkan penentuan masa tidak subur menjadi tidak tepat.


Penerapan

Hal yang perlu diperhatikan pada siklus menstruasi wanita sehat ada tiga tahapan:



  1. Pre ovulatory infertility phase (masa tidak subur sebelum ovulasi).

  2. Fertility phase (masa subur).

  3. Post ovulatory infertility phase (masa tidak subur setelah ovulasi).


Perhitungan masa subur ini akan efektif bila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari. Pemantauan jumlah hari pada setiap siklus menstruasi dilakukan minimal enam kali siklus berturut-turut. Kemudian hitung periode masa subur dengan melihat data yang telah dicatat.


Bila haid teratur (28 hari)

Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid.


Contoh:

Seorang wanita/istri mendapat haid mulai tanggal 9 Maret. Tanggal 9 Maret ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 Maret dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Maret. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Maret hingga tanggal 24 Maret. Sehingga pada masa ini merupakan masa pantang untuk melakukan senggama. Apabila ingin melakukan hubungan seksual harus menggunakan kontrasepsi.


Bila haid tidak teratur

Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus :

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11


Contoh:

Seorang wanita/istri mendapat haid dengan siklus terpendek 25 hari dan siklus terpanjang 30 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).

Langkah 1 : 25 – 18 = 7

Langkah 2 : 30 – 11 = 19

Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-7 sampai hari ke-19. Sehingga masa ini, suami istri tidak boleh melakukan senggama. Apabila ingin melakukan senggama harus menggunakan kontrasepsi.


Referensi

asuh.wikia.com/wiki/Kalender diunduh 19 Maret 2010, 09:22 PM.

birthcontrolsolutions.com/types/natural/calendar-rhythm.htm diunduh 19 Maret 2010, 09:54 PM.

getting-pregnant-tips.com/calendar-method.html diunduh 23 Maret 2010, 03:55 PM.

Pandji, 2009. Kontrasepsi Sistem Kalender (KB Kalender). pandjiwinoto.co.cc/2009/02/11/kontrasepsi-sistem-kalender-kb-kalender/ diunduh 24 Maret 2010, 05:00 PM.

2006. Sistim Kalender KB Alamiah, Aman dan Murah.

prov.bkkbn.go.id/gemapria/article-detail.php?artid=49 diunduh 19 Maret 2010, 08:54 PM.

2006. Sistem Kalender Metode Ber-KB Tanpa Biaya. prov.bkkbn.go.id/gemapria/article-detail.php?artid=30 diunduh 19 Maret 2010, 09:07 PM.

Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 7- MK 14).

Baca Selengkapnya - Metode Kalender atau Pantang Berkala (Calendar Method Or Periodic Abstinence)

Metode Suhu Basal Tubuh (Basal Body Temperature Method)

Metode Suhu Basal Tubuh (Basal Body Temperature Method)

Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.


Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.


Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.


Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.



Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.



Manfaat

Metode suhu basal tubuh dapat bermanfaat sebagai konsepsi maupun kontrasepsi.


Manfaat konsepsi

Metode suhu basal tubuh berguna bagi pasangan yang menginginkan kehamilan.


Manfaat kontrasepsi

Metode suhu basal tubuh berguna bagi pasangan yang menginginkan menghindari atau mencegah kehamilan.


Efektifitas

Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or periodic abstinence).


Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh

Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain:



  1. Penyakit.

  2. Gangguan tidur.

  3. Merokok dan atau minum alkohol.

  4. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.

  5. Stres.

  6. Penggunaan selimut elektrik.


Keuntungan

Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:



  1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.

  2. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.

  3. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.

  4. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.

  5. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.


Keterbatasan

Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:



  1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.

  2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.

  3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.

  4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.

  5. Tidak mendeteksi awal masa subur.

  6. Membutuhkan masa pantang yang lama.


Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh

Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:



  1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).

  2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.

  3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.

  4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.

  5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.

  6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.

  7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).

  8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.

  9. Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.


Catatan:



  1. Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.

  2. Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan pengukuran suhu tubuh dan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.


Contoh. Pencatatan pengukuran suhu basal tubuh



Referensi

birth-control-comparison.info/fam.htm diunduh 25 Maret 2010, 12:09 AM.

birthcontrolsolutions.com/types/natural/basal-body-temperature.htm diunduh 25 Maret 2010, 12:15 AM.

contracept.org/nfpchart.php diunduh 25 Maret 2010, 12:10 AM.

Endriana, 2009. KB Suhu Basal. //endriana25021989.wordpress.com/2009/05/04/kb-suhgu-basal/ diunduh 25 Maret 2010, 09:26 PM.

en.wikipedia.org/wiki/Basal_body_temperature diunduh 25 Maret 2010, 12:06 AM.

epigee.org/guide/symptothermal.html diunduh 25 Maret 2010, 12:04 AM.

Erlina, 2009. Bagaimana Menghitung dan Menentukan Masa Subur. dokternasir.web.id/2009/03/bagaimana-menghitung-dan-menentukan-masa-subur.html diunduh 26 Maret 2010, 02:42 PM.

Nasir, 2009. Suhu Basal Tubuh Untuk Mengetahui Masa Subur Wanita. dokternasir.web.id/2009/03/suhu-basal-tubuh-untuk-mengetahui.html diunduh 26 Maret 2010, 02:43 PM.

Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 13- MK 14).

scribd.com/doc/26873688/23546177-Sap-Kontrasepsi diunduh 26 Maret 2010, 12:39 AM.

Baca Selengkapnya - Metode Suhu Basal Tubuh (Basal Body Temperature Method)

Enam tanda bahaya penyakit ginjal

Enam tanda bahaya penyakit ginjal: "

  1. Rasa terbakar ketika berkemih atau sulit berkemih.

  2. berkemih lebih sering, terutama di malam hari.

  3. keluarnya urine bercampur darah atau berwarna seperti the.

  4. bengkak di sekitar mata, tangan, dan kaki, terutama pada anak-anak.

  5. nyeri pada bagian punggung tepat di bawah tulang iga (tidak memburuk dengan gerakan).

  6. Tekanan darah tinggi.
Baca Selengkapnya - Enam tanda bahaya penyakit ginjal

Mengenal Populasi dan Sampel

Mengenal Populasi dan Sampel


Populasi dan Sampel



Secara umum dapat diartikan bahwa populasi adalah kumpulan semua individu dalam suatu batas tertentu. Kumpulan individu yang akan diukur atau diamati ciri-cirinya disebut populasi studi. Bila penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh individu dalam populasi, tetapi hanya diambil sebagian maka bagian tersebut dinamakan sampel. Individu dalam populasi studi tersebut dinamakan unit dasar.

Populasi studi ditentukan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Cara pengambilan sampel serta besarnya sampel sangat penting artinya dalam penelitian karena hasil pengamatan yang dilakukan pada individu dalam sampel digunakan untuk menafsirkan keadaan populasi dimana sampel tersebut diambil.

Berdasarkan besarnya, populasi dibagi menjadi populasi besar dan populasi kecil.

Populasi besar atau populasi tak terhingga adalah populasi yang memiliki jumlah individu sedemikian banyaknya sehingga sulit untuk tidak mungkin diketahui jumlahnya. Populasi dengan jumlah unit dasar yang tidak banyak hingga mudah untuk dihitung disebut kecil atau populasi terbatas. Untuk populasi kecil tidak terdapat suatu patokan yang baku. Untuk jelasnya dapat diberikan sebuah contoh sebagai berikut.

Bila kita akan mengadakan penelitian tentang pengalaman akseptor KB dalam pemakaian alat kontrasepsi di suatu Kabupaten, maka semua duduk dalam Kabupaten tersebut adalah populasi umum, sedangkan semua ibu-ibu pasangan usia subur peserta KB yang terdapat di Kabupaten tersebut adalah populasi studi. Bila kita ambil sebagian dari akseptor KB yang akan diteliti pengalaman pemakaian kontrasepsinya maka sebagian ibu-ibu tersebut disebut sampel dan ibu pasangan usia subur disebut sebagai unit dasar.

Hasil pengamatan pada sampel ini akan diekstrapolasikan kepada populasi studi, yaitu semua ibu-ibu pasangan usia subur yang akan menjadi akseptor KB di Kabupaten tersebut.

Karena pengamatan hanya dilakukan terhadap sebagian (sampel) dari populasi studi, maka hasilnya tidak sama dengan seluruh populai studi. Perbedaan ini disebut kesalahan sampling (sampling error). Jadi, yang dimaksud dengan kesalahan sampling ialah perbedaan antara hasil sampel dengan hasil sensus yang dilakukan dengan cara yang sama, pada populasinya yang sama, dan oleh pewawancara yang sama.

Kesalahan lain yang tidak berkaitan dengan pengambilan sampel disebut kesalahan tak sampling (non-sampling error). Hal ini berarti bahwa baik hasil sampel maupun sensus terdapat kesalahan yang sama. Hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan kesalahan tak sampling antara lain sebagai berikut:

1. Batasan unit dasar yang kurang tepat. Misalnya, pada suatu penelitian tentang obat untuk infark miokard, dimana orang dengan keluhan nyeri dada diambil sebagai unit sampel, meskipun kita ketahui bahwa tidak semua nyeri dada disebabkan infark miokard.

2. Jawaban responden yang salah (respons error) pada sampling survey dengan teknik wawancara atau angket. Hal ini dapat timbul secara tidak sengaja, misalnya mengisi umur anak 4,5 tahun dengan 45 tahun, tetapi hal ini kadang-kadang dilakukan serta sengaja dengan maksud tertentu. Misalnya, dengan sengaja tidak mengaku sebagai akseptor KB karena dilarang suaminya. Respons error dapat pula timbul karena kurangnya informasi tentang hal yang diteliti atau responden yang harus mengingat kejadian masa lampau, misalnya kapan bapak mulai merokok.

3. Kesalahan pada ruang lingkup karena kesalahan dalam batas dan lokasi. Misalnya, dipilih suatu Kecamatan padahal Kecamatan tersebut telah berubah karena sebgian desanya dikembangkan menjadi Kemantren.

4. Kesalahan dalam pengolahan data yang disebabkan human error dan lain-lain.

5. Kesalahan alat ukur yang digunakan dan lain-lain.

Penyimpangan atau kesalahan lain yang dapat timbul dalam suatu penelitian disebut bias. Bias ialah perbedaan antara hasil sesungguhnya dalam populasi dengan hasil semua sampel yang berasal dari populasi tersebut.

Hal-hal yang dapat menimbulkan bias adalah sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam pemilihan unit dasar, yaitu unit dasar yang berbeda dengan tujuan penelitian. Misalnya penelitian tentang pemilikan jamban keluarga, dengan unit sampel murid-murid sekolah. Kesalahan tersebut timbul karena ada keluarga yang memiliki seorang anak yang menjadi murid di sekolah tersebut, tetapi ada pula yang memiliki lebih seorang hingga memungkinkan terjadi estimasi yang berlebih (bias) karena setiap murid diperlakukan sama sebagai responden.

Ada dua cara untuk menghindari terjadinya hal tersebut, yaitu sebagai berikut:
a. Mengambil kepala keluarga sebagai unit sampel
b. Mengambil murid yang merupakan anak pertama sebagai unit sampel

2. Untuk penelitian terhadap ciri individu dilakukan pengambilan sampel keluarga dan masing-masing keluarga diambil satu anggota keluarganya sebagai responden. Bias dapat timbul bila dalam suatu keluarga terdapat lebih dari satu orang dewasa, tetapi hanya satu yang diambil sebagai sampel. Misalnya, suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang sistem pelayanan kesehatan di suatu daerah maka keluarga dengan lebih dari satu orang dewasa akan kurang terwakili dibandingkan dengan keluarga yang hanya memiliki seorang dewasa.

3. Bias dapat pula timbul bila kita mengambil unit terdekat sebagai pengganti non-respons karena ciri unit pengganti belum tentu sama dengan unit non-respons.

4. Non-respons pada pengumpulan data secara angket dianggap memiliki ciri yang sama dengan ciri responden yang mengembalikan angket.

5. Bias dapat pula timbul pada pengambilan sampel non-random.

6. Spesifikasi kurang jelas pada unit sampel, misalnya pendidikan anak antara 8-10 tahun. Disini tidak dijelaskan apakah umur 10 tahun itu termasuk populasi studi atau termasuk juga anak yang kebetulan berada di daerah tersebut.

Baca Selengkapnya - Mengenal Populasi dan Sampel

dalam 1 bulan 10 hari Blog saya telah meraih 45.105 kunjungan dengan 128.800 pageview

Hari ini 28 Pebruari 2010 blog saya berusia 1 bulan 10 hari. Usia yang terbilang masih muda untuk blog kesehatan namun sukses yang luar biasa (baca artikel ini) memacu saya untuk selalu up date blog ini. Dari usia yang terbilang muda telah dikunjungi 45.104 pengunjung ! 128.800 pageview ! rata-rata kunjungan 1.500 pengunjung/hari ! 36.939 kata kunci ! dengan pengunjung dari trafik organik murni 60.617 dari Google ! serta 446 email ! yang terdaftar mengikuti up date blog ini.

Blog ini rata-rata ter up date 10-15 posting sehari sehingga anda yang telah mendaftar jangan kaget jika menerima pemberitahuan email dari blog ini. Karena blog ini up date tiap hari maka jika anda yang jarang menerima email maka isi email anda terisi penuh oleh blog ini (hehehehe....) namun posting dalam blog ini sangat bermanfaat bagi anda.

Namun sangat disayangkan dari 446 email yang terdaftar masih banyak yang belum terverifikasi. Berikut ini adalah email-email yang belum terverifikasi (email saya rahasian dengan menambahkan **). Silahkan anda cek sudah saya urutkan dari A-Z. Kalau anda belum memahami cara Verifikasi emailnya silahkan ikuti Tautan berikut.



A

a_nuraba**@yahoo.com

aa_moo**@yahoo.com

aaiit**@yahoo.co.id

abaeyf**@yahoo.com

abboth_**@yahoo.com

achirjing**@yahoo.co.id

adeahmadraml**@yahoo.com

adenurkaya**@yahoo.com

adi_1975**@yahoo.co.id

adianto.nugro**@yahoo.com

adidonko**@yahoo.com

ady.bhaw**@gmail.com

afdhalu**@yahoo.com

agoenghr**@yahoo.co.id

agoengtea_fen**@yahoo.com

agos_wahyu**@yahoo.com

agussendi**@ymail.com

ahmadyunastoput**@yahoo.com

aish_il**@yahoo.com

ajaroz_rom**@yahoo.com

ajars_st**@yahoo.com

akpe**@yahoo.co.id

akubutuhka**@ymail.com

akumi_em**@yahoo.com

aldo.it_aga**@yahoo.com

alvin_y**@yahoo.com

ami_tw**@yahoo.com

amirullah.amdk**@yahoo.com

amka_**@yahoo.co.id

amri_saif**@rocketmail.com

amyh_slolo**@yahoo.com

andi.hendranza**@ymail.com

andi_wijaya**@yahoo.com

andie_wijaya**@yahoo.com

andirosmi**@yahoo.co.id

andri_seg**@yahoo.co.id

anggapratama**@yahoo.co.id

anggraininova**@yahoo.com

ani_manis**@yahoo.co.id

anngiaseka**@yahoo.com,

annisamaisarohharah**@yahoo.com

anof_f**@yahoo.com

anthi.purno**@yahoo.com

anthielove_**@yahoo.com

ap.ren**@yahoo.co.id

apriatiraha**@yahoo.co.id

aprilyaniimo**@yahoo.com

are_roo**@yahoo.co.id

arfiyani**@yahoo.co.id

ariescaem**@yahoo.co.id

arin_adit**@yahoo.com

arlia_8**@yahoo.com

aro**@yahoo.co.id

aroel_**@yahoo.co.id

artsinchil**@yahoo.com

arya_exsimple**@yahoo.com

arysetyawan**@yahoo.co.id

aska_1**@ymail.com

asn**@rocketmail.com

astarida_wijaya**@rocketmail.com

atta_holi**@yahoo.com

awanbegund**@yahoo.com

ayas_ghegh**@yahoo.co.id

ayizmani**@yahoo.com

ayoem**@yahoo.com

aziezal**@ymail.com

B

b_7436_**@yahoo.com

b3ty_b**@yahoo.co.id

ba_id**@yahoo.co.id

banze**@ymail.com

becky_pi**@yahoo.com

bedel**@yahoo.co.id

berty_aj**@yahoo.com

beureuh_da**@yahoo.co.id

bhakti.pol**@yahoo.com

bismelkasrihan**@yahoo.co.id

blackyoz**@yahoo.com

bluee_net**@yahoo.com

boos.ul**@yahoo.com

brekel**@yahoo.com

brighy_sedjol**@yahoo.co.id

britzh_**@yahoo.com

budinst**@ymail.com

bungkus_ang**@plasa.com

burhandiah_rsfatmawa**@yahoo.co.id

burrohma**@yahoo.com

by86_mo**@yahoo.com

C

cagitakerr**@yahoo.com

cantiklia**@yahoo.com

cha2_aprili**@yahoo.com

cheazy_alone23**@yahoo.com,

chediakhigas**@yahoo.com

christana_da**@yahoo.co.id

cit_nani**@yahoo.co.id,

coceva_cant**@yahoo.co.id

cow_sagitari**@ymail.com

cp.hang**@yahoo.co.id

cute.fit**@yahoo.com

cvlblack**@gmail.com

cyrussa**@yahoo.co.id

D

dadan**@yahoo.co.id

daeng_a**@yahoo.com

danarsoas**@yahoo.co.id

dannia.azt**@yahoo.co.id

dark_rey**@yahoo.com

dcici**@yahoo.com

de_vita**@yahoo.com

dedeyscaes**@aol.com

deee_le**@yahoo.com

dely_ni**@yahoo.co.id

dennynb@rocketmail.com

derik.mi**@yahoo.co.id

dewi_oby**@yahoo.co.id

dhevi_medbi**@yahoo.co.id

dhevy_medb**@yahoo.co.id

diana_ross**@yahoo.com

dianadj_jep**@yahoo.co.id

didimg_ismaw**@yahoo.com

diefa_el_ri**@yahoo.com

dijhaimo**@yahoo.com

dimaramoo**@ymail.com

dinol_**@yahoo.com

dion_alves19**@yahoo.com

donydamayan**@yahoo.co.id

dsoundrenali**@yahoo.com

dwi_pri**@yahoo.com

dwy-geuli**@yahoo.co.id

E

eddie.kudun**@gmail.com

edykurniawa**@yahoo.co.id

efe_ra**@yahoo.co.id

ei_lini**@yahoo.com

ekakopria**@yahoo.co.id

el_kamalia_27**@yahoo.com

elresti_wi**@yahoo.com

ely_s**@yahoo.com

embot.nainggol**@yahoo.com

en7iks**@yahoo.co.id

endraend3**@gmail.com

eno_a**@yahoo.com

eny_has**@yahoo.co.id

epin_ha**@yahoo.co.id

er_naad**@yahoo.com

erlys**@ymail.com

erni.khaira**@yahoo.com

esastrati**@gmail.com

etrikusumawa**@yahoo.co.id

evank_**@yahoo.co.id

evonk.day**@yahoo.co.id

eya29_r**@rocketmail.com

F

fadliid**@gmail.com

fadlon**7@yahoo.co.id

famelamarta**@yahoo.com

fanderilfre**@yahoo.com

fatmaand**@gmail.com

fazakupinil**@gmail.com

fazzahr**@ymail.com

febiol**@ymail.com

fenrill**@yahoo.com

ffarrel**@yahoo.com

fiktorialin**@yahoo.co.id

fireace**@yahoo.co.id

fitar**@rocketmail.com

fitrawa**@yahoo.com

fitri_li**@yahoo.co.id

fitria**@rocketmail.com

fitria90@rocketmail.com

fitrianadi**@yahoo.com

freetha_moe**@yahoo.com

frenklinhen**@yahoo.com

G

gapu**@rocketmail.com

ghadiz_lut**@yahoo.com

ghiezty_li**@yahoo.co.id

gitta_hol**@yahoo.co.id,

gregorio_a**@yahoo.com

H

h1kmah_girl.nur**@yahoo.co.id

hadina**@yahoo.com

hamdynasuti**@yahoo.co.id

hanastasyamaris**@yahoo.com

hany_yan**@yahoo.com

hanz**@ymail.com

hayatikal**@yahoo.com

heldy_ome**@yahoo.co.id

helmy_nur**@rocketmail.com

henijulia**@ymail.com

henni_marli**@yahoo.com

hen-q**@yahoo.com

heny.abd**@gmail.com

hery_iva**@yahoo.com

hr_anggo**@yahoo.com

hsira**@yahoo.co.id

husnu.zhonn**@yahoo.com

I

icheni**@yahoo.co.id

idaistyari**@yahoo.co.id

iii_chankcora**@ymail.com

ikrom_bi**@yahoo.co.id

ima_amoy**@yahoo.co.id

imay.pet**@yahoo.com

imoetsd**@gmail.com

ina_**@yahoo.com

indahsrias**@gmail.com

indartitam**@yahoo.com

ipeh_1604_22**@yahoo.com

irda_luve**@ymail.com

irma.ichi**@gmail.com

issa.af**@yahoo.com

ithamaroe**@yahoo.co.id

iw4n_jk3**@yahoo.com



J

jalaluddinsayu**@gmail.com

jamesjakcs**@yahoo.co.id

jatie_cuak**@gmail.com

jelita_hinonau**@yahoo.com

jernih**@yahoo.com

jipu_biru**@yahoo.com

jo1_pea**@yahoo.co.id

joelkarn**@yahoo.co.id

jokoumi**@gmail.com

jpr_sad**@yahoo.co.id

K

kaaryo**@yahoo.co.id

karya_agung_mgn**@yahoo.co.id

khayfe**@yahoo.com

kuchyank_pink.ge**@yahoo.co.id

kyaisant**@yahoo.co.id

L

laimeheriwares**@yahoo.com

lid.bio**@yahoo.com

lidwin**@yahoo.com

listik_rm**@yahoo.com

lizeas_11j**@yahoo.co.id

love_u_bun**@london.com

lukman_c**@yahoo.co.id

luvh_lyend**@yahoo.co.id

M

ma_shoba**@gmail.com

mamas.bamba**@gmail.com

mansurboy**@yahoo.com

mapple.b**@gmail.com

marcella.cn**@yahoo.com

marcozz_0**@yahoo.com

marianasibara**@yahoo.co.id

martyanadewiluhpu**@yahoo.com

marzulpabi**@rocketmail.com

maxi.kopo**@yahoo.co.id

me2y_cmo**@yahoo.co.id

mega.pranit**@gmail.com

melivernianasis**@ymail.com

melvamaret**@ymail.com

mestika_qui**@yahoo.com

mickisutr**@yahoo.com

midha.put**@medcoenergi.com

mifevi**@yahoo.co.id

miranuryaw**@ymail.com

moena_luvad**@yahoo.co.id

mr_wan**@yahoo.com

msyukri**@yahoo.co.id

mtq_**@yahoo.com

muhammad_akbar**@yahoo.com

muhammadsaddam**@yahoo.com

mutia_put**@rocketmail.com

N

namo3z_**@yahoo.com

nana_ris**@yahoo.com

nandos_f**@yahoo.co.id

naphy_lop**@yahoo.com

nataliamaris**@ymail.com

ndankmenye**@gmail.com

ne_me**@ymail.com

nengar**@yahoo.com

netiself**@yahoo.co.id

netty8**@yahoo.com

nhiapilarni**@yahoo.co.id

nice.nit**@yahoo.com

nief.qn**@gmail.com

ninoc19**@gmail.com

nita_alo**@ymail.com

nkala**@yahoo.com

noezh_scoot**@yahoo.co.id

noharona**@yahoo.com

nova_ardy**@yahoo.co.id

novhydar**@yahoo.co.id

novi.muh**@yahoo.com

nursuryaniak**@ymail.com

nurwana**@yahoo.co.id

nusya_n**@yahoo.co.id

nux_gr**@yahoo.com

O

oemycholi**@yahoo.com

ojanp**@ymail.com

olva**@yahoo.com

P

panjaitan_magdale**@yahoo.co.id,

papah_gaul**@yahoo.co.id

permana.to**@yahoo.co.id

phuji_swee**@yahoo.co.id

pimeldapur**@yahoo.co.id

prapth**@yahoo.co.id

Q

qq_frustasion**@yahoo.com

R

radja.syi**@yahoo.com

rafies.ramadh**@gmail.com

rafikadhe**@yahoo.co.id

rahmasweet**@yahoo.co.id

rara_1406**@yahoo.co.id

ratica_cecega**@yahoo.com

ratih.tsab**@yahoo.com

raud**@gmail.com

redlandc**@yahoo.com

resi_cit**@yahoo.com

respat**@yahoo.co.id

revellyan**@yahoo.com

rhiam2_**@yahoo.co.id

rhisab_prawo**@yahoo.co.id

ria_imoetz_cu**@yahoo.com

riesta_**@yahoo.co.id

rinisuryan**@yahoo.com

riska_mas**@yahoo.com

riskha_mayasa**@yahoo.co.id

riski. **@gmail.com

riyena_**@tahoo.co.id

rize_zhizhu**@yahoo.com

rizki_born**@yahoo.co.id

rk.4rif**@yahoo.co.id

rovita_g**@yahoo.co.id

rozi_fatch**@rocketmail.com

rozipermatasarioj**@yahoo.co.id

rudy_**@yahoo.com

S

sainigatg**@yahoo.co.id

samsul35**@yahoo.co.id

samsulkamar**@yahoo.co.id

samsuria_r**@yahoo.com

sanusi_ac**@yahoo.co.id

sari_florence**@yahoo.com

schatzi_sena**@yahoo.com

septi_s**@yahoo.com

setyotriatmo**@ymail.com

sevaput**@yahoo.com

shan_**@yahoo.com

shanty_baligi**@yahoo.com

shell_ie**@yahoo.com

shinta.ca**@yahoo.co.id

simar_uchuri**@yahoo.co.id

sinta.hariya**@yahoo.co.id

sithakhar**@gmail.com

siti.hali**@yahoo.co.id

sitihawakharie1**@gmail.com

slaluw_wel**@yahoo.com

soemantri_an**@yahoo.co.id

sty_lucit**@yahoo.co.id

sukri_man**@ymail.com

supri_7**@yahoo.com

suratnosm**@gmail.com

susilawa**@yahoo.co.id

suzuyat**@ymail.com

swiwi**@yahoo.com

swys_gir**@yahoo.com

syabi_mu**@ymail.com

syaherriz**@yahoo.com

syahrani_astu**@yahoo.com

T

t1k4_midwife**@yahoo.com

tama_c8ti**@yahoo.com

tan3_cam**@yahoo.com

taufananamb**@yahoo.com

teensmart.ulya3**@gmail.com

tengkuri**@yaho.com

tenry.and**@yahoo.com

thanmy_mit**@yahoo.com

thebatman_**@yahoo.com

tikaqc**@yahoo.co.id

tina.rina**@gmail.com

toni_kajum**@yahoo.com

tweetw**@gmail.com

U

umarbakr**@yahoo.co.id

uui**@yahoo.co.id

uves_**@yahoo.com

V

viemaniz**@yahoo.com

violent_dazz**@yahoo.com

virgoprikiti**@yahoo.com

virtana**@yahoo.co.id

vitapy**@yahoo.com

vitri_cute**@yahoo.co.id

vitta**@hotmail.com

vivism**@yahoo.com

vty_cmo**@yahoo.com

vy_furq**@yahoo.co.id

W

wardani**@ymail.com

watchie0206**@yahoo.com

wawand**@yahoo.com

weniy_poet**@yahoo.co.id

widyaagustin**@yahoo.co.id

winoe**@yahoo.co.id

wirokcic**@yahoo.co.id

wiwien_**@yahoo.co.id

www.cinderella_d**@yahoo.com

www.ely.alo**@yahoo.com

www.farrel_erlang**@yahoo.com

www.komang_midci**@yahoo.com

www.liezdha_**@rocketmail.com

www.mitradhe**@yahoo.co.id

www.mitradhe**@yahoo.com

X

xtreem.dhan**@gmail.com

Y

yamaperoni**@yahoo.com

yana_loveher**@yahoo.com

yantiapril**@ymail.com

yesh_**@yahoo.co.id

yuka.ro**@yahoo.co.id

yunda.de**@yahoo.com

yuniarta**@yahoo.co.id

yunitamelyasa**@yahoo.co.id

yusrian**@yahoo.co.id

Z

zhereva_**@yahoo.com

zhestamh**@yahoo.co.id

zoee_yan**@yahoo.co.id

zol_fik**@yahoo.co.id

zthi**@yahoo.co.id

zulkifli_l**@ymail.com

untuk yang bertanda merah (silahkan daftarkan email anda kembali tanpa "www". ketik farel@yahoo.com bukan www.farel@yahoo.com

terima kasih untuk sdri.Yu****** dan sdr. Ro******** yang telah melakukan donasi mengirimkan pulsa ke no. ***** sehingga dalam waktu 1 minggu ke depan koneksi internet saya aman.

Dalam bulan pertama saya belum menerima donasi sehingga terpaksa dengan berat hati saya memasang sponsor di blog saya untuk menutupi biaya operasional yang tidak sedikit untuk blog ini.

Mengapa demikian? karena saya merangkum antara 100 blog kesehatan yang dijadikan 1 dalam blog saya ini sebanyak 80% blog tersebut telah "mata suri" artinya tidak pernah up date lagi. Tentu kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi dalam blog ini. Saya sudah mempersiapkan banyak materi sehingga blog ini akan semakin kaya artikel dan harapan saya akan menjadi rujukan bagi blog-blog kesehatan yang ada di Indonesia.

Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca posting ini.
admin
Baca Selengkapnya - dalam 1 bulan 10 hari Blog saya telah meraih 45.105 kunjungan dengan 128.800 pageview

Arsip

0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber