Cari Blog Ini

Gambaran Ibu Hamil yang Mengalami Abortus

Mark all as read
Refresh
Feed settings...

Gambaran Ibu Hamil yang Mengalami Abortus

Di Indonesia, prevalensi sementara Abortus pada saat ini diperkirakan 7-14% yaitu sekitar 450.000-900.000 kejadian abortus (DepKes RI 2005). Data yang bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyebutkan bahwa prevalensi abortus di Lampung tahun 2009 sebesar 11,58% yaitu 19.711 kejadian abortus dari 170.192 jumlah kelahiran bayi. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di ruang bersalin RSUD Pringsewu, Tanggamus selama tahun 2009, terdapat 934 seluruh pasien yang dirawat dan 235 diantaranya adalah kasus abortus.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran karakteristik ibu hamil yang mengalami abortus di RSUD Pringsewu tahun 2009, dengan subjek penelitian adalah ibu hamil dengan abortus dan objek penelitian karakteristik ibu hamil.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi adalah populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di ruang bersalin RSUD Pringsewu yang mengalami abortus pada tahun 2009 sejumlah sebanyak 235 orang dan pengambilan sampel dengan tehnik metode total sampling sehingga sampel yang diambil adalah keseluruhan populasi yaitu ibu yang dirawat diruang bersalin RSUD Pringsewu dengan abortus selama tahun 2009 yaitu sebanyak 235 orang. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan data sekunder berupa rekam medik RSUD Pringsewu dan alat ukur berupa lembar checklist.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil kejadian abortus yang paling banyak terjadi di RSUD Pringsewu tahun 2009 paling banyak terjadi dengan jenis abortus inkomplit (80,43%), karakteristik ibu dengan abortus berdasarkan umur paling banyak pada umur 20-35 tahun yaitu 73,62%, berdasarkan paritas paling banyak pada paritas 2-5 yaitu 65,53%, berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak pada ibu dengan tingkat pendidikan dasar 66,39%, berdasarkan pekerjaan paling banyak bekerja sebagai petani dan buruh tani yaitu 88,94%
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah kejadian abortus yang paling banyak terjadi di RSUD Pringsewu tahun 2009 paling banyak terjadi dengan jenis abortus inkomplit dengan karakteristik ibu berumur 20-35 tahun, dengan paritas multipara, dengan pendidikan dasar dan bekerja sebagai petani dan buruh tani.

Kata Kunci : Karakteristik Ibu, Abortus

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Telaah Pustaka
2.2.1 Definisi Abortus
2.2.2 Gambaran Klinis
2.2.3 Diagnosis
2.2.4 Klasifikasi Abortus
2.2.5 Komplikasi
2.2.6 Prognosis
2.2.7 Penatalaksanaan
2.2.8 Etiologi
2.2.9 Patologi
2.2.10 Gambaran Ibu Hamil yang Mengalami Abortus

BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep
3.2 Definisi Operasional
3.3 Jenis Penelitian
3.4 Populasi dan Sampel
3.4.1 Populasi
3.4.2 Sampel
3.5 Waktu dan Lokasi Penelitian
3.6 Pengumpulan Data
3.7 Alat Ukur
3.8 Variabel Penelitian
3.9 Pengolahan dan Analisa Data
3.10 Analisa Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
4.1.2. Pengolahan Data
4.2 Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
A. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS .......
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI DI SINI >>>>>



Add starShareShare with noteKeep unreadSend to
Baca Selengkapnya - Gambaran Ibu Hamil yang Mengalami Abortus

Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis

Sering kali saat seorang ibu sedang sangat berharap memperoleh buah hati akan merasa dirinya sedang mengandung. Pusing, mual, dan rasa lelah yang cepat hinggap, membuatnya teryakinkan bahwa sudah ada jabang bayi dalam rahimnya, apalagi haidnya pun sudah tak datang. Tapi, apa yang terjadi jika hal itu ternyata palsu? Kehamilan palsu atau Pseudocysis ( berasal dari bahasa Yunani dimana pseudes = false dan kyesis = pregnancy) adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan merasa hamil, namun sebenarnya dia tidak hamil. Dalam keadaan ini, seorang perempuan akan merasakan gejala-gejala umum sama seperti yang dialami ibu hamil. Misalnya saja, tidak haid, perut semakin besar, mual, pusing dan payudara membesar. Tapi jika diperiksa secara medis, misalnya tes urin, akan diketahui bahwa anda tidak hamil. Adanya tiga hal yang tidak ditemukan dalam kehamilan palus: denyut jantung janin tidak terdengar, USG tidak memperlihatkan adanya bayi dan yang terakhir jelas saja nggak bakalan melahirkan bayi. biggrinbiggrinbiggrin Frekuensinya sangat jarang yaitu 1-6 per 22.000 persalinan.

Penyebabnya diduga gangguan psikologis, dimana seorang wanita mempunyai keinginan yang kuat untuk hamil, menterjemahkan perubahan2 kecil pada dirinya sebagai suatu kehamilan. Hebatnya lagi test kehamilan bisa positf (false positif=positif palsu). Air susu juga bisa keluar. Keduanya terjadi lewat jalur hypothalamus-hypofise. Perut membesar akibat penumpukan lemak didinding perut. Gerakan gas dalam perut disangka gerakan bayi. Karena secara fisik kondisinya normal maka tidak dibutukan obat2an kecuali jika ingin memancing haidnya muncul kembali. Pengobatan hanya dilakukan konseling dengan psikoterapist.

Hal ini disebabkan karena pseudocyesis bisa memicu kelenjar di dalam otak untuk menghasilkan hormon kehamilan, oxytocin. Meski penelitian mengenai masalah ini masih sangat sedikit, sejumlah pakar medis berkeyakinan, pseudocyesis akut bisa meningkatkan hormon estrogen dan prolactin yang dapat mempengaruhi perubahan fisik menjadi seolah wanita hamil seperti perut membuncit, dan payudara mengeras karena peningkatan hormon tersebut.

Wanita yang memiliki risiko untuk mengalami kelainan ini :
1. wanita yang belum dapat anak pada usia akhir 30 atau awal 40 tahun.
2. Wanita dengan kondisi emosi yang tidak stabil, terutama yang berhubungan dengan kehamilan.
3. Wanita dengan riwayat abortus ataupun kematian janin sebelumnya.

Yang menarik mengenai kehamilan palsu ini dapat juga dialami oleh pria (penderita Couvade syndrome / sympathetic pregnancy), biasanya terjadi pada para suami yang sangat dekat dengan istrinya dan mempunyai simpati yang berlebihan sehingga mengalami tanda-tanda yang sama dengan kehamilan: morning sickness, emosi yang tidak menentu, ngidam, gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan, berat badan, diare, sembelit, sakit kepala, sakit gigi, ketagihan, mual, pembesaran payudara, pengerasan puting dan insomnia.
Baca Selengkapnya - Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis

Gambaran Penatalaksanaan Manajemen Aktif Kala III

Hasil survey demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2007 menyebutkan (bahwa AKI tahun 2007 sebesar 228 / 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2005 AKI mencapai 262 / 100.000 kelahiran hidup. Perdarahan menjadi penyebab tertinggi dari kematian ibu serta waktu yang paling kritis untuk terjadinya perdarahan adalah ketika pelepasan plasenta dan segera setelah itu. Hal ini disebabkan karena terputusnya pembuluh darah tempat berimplantasinya plasenta. Salah satu langkah mempercepat kelahiran plasenta dan dapat mencegah atau mengurangi perdarahan post partum adalah manajemen aktif kala III persalinan
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat Gambaran Penatalaksanaan Manajemen Aktif Kala III Pada BPS di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun 2010, dengan subjek penelitian adalah BPS di Kecamatan Pekalongan dan objek penelitian Penatalaksanaan Manajemen Aktif Kala III.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi adalah BPS di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur berjumlah 18 BPS dan tehnik pengambilan sampel dengan metode proporsive sampling sehingga sampel yang diambil sebanyak enam BPS. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa lembar checklist untuk mengukur pelaksanaan manajemen aktif kala III.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa Pelaksanaan Prosedur persiapan alat pada Manajemen Aktif Kala III di Enam BPS di Kecamatan Pekalongan dengan hasil bahwa keseluruhan BPS (100%) melakukan prosedur penyiapan alat sesuai dengan protap dan untuk prosedur pelaksanaan secara umum telah dilakukan, dimana dari keseluruhan pelaksanaan yang harus dilakukan pada kala III mencapai tingkat pelaksanaan 45 point dari total 54 point pelaksanaan.
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah Penatalaksanaan Manajemen Aktif Kala III Pada BPS di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur Tahun 2010 secara umum telah dilakukan dengan baik oleh keenam BPS.

Kata Kunci : Bidan, Manajemen Aktif Kala III

DAFTAR ISI:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Telaah Pustaka
1. Bidan Praktek Swasta
2. Persalinan Normal
B. Kerangka Konsep
C. Definisi Operasional

BAB III METODELOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Populasi dan
1. Populasi
2. Sampel
C. Lokasi Penelitian
D. Variabel Penelitian
E. Instrumen dan Alat Ukur Penelitian
F. Pengumpulan Data
G. Analisa Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
B. Hasil Penelitian
C. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
Baca Selengkapnya - Gambaran Penatalaksanaan Manajemen Aktif Kala III

Gambaran Pelaksanaan Pemantauan Masa Nifas Oleh Dukun

Di Indonesia persalinan yang ditolong oleh dukun bayi sebesar 40%. Sedangkan di Provinsi Lampung angka persalinan dengan dukun bayi sebesar 20,73% (SDKI 2003-2005). Pertolongan persalinan oleh dukun memberikan kontribusi terhadap AKI di Indonesia hal ini disebabkan pertolongan persalinan oleh dukun menimbulkan dampak antara lain pertolongan pemantauan masa nifas yang tidak adekuat sehingga sering terjadi infeksi pada masa nifas seperti perdarahan, pusing dan lemas yang berlebihan, gangguan pada payudara berupa mastitis, lochea yang berbau busuk, serta tugas pementauan masa nifas lainnya seperti penanganan bayi baru lahir.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran pelaksanaan pemantauan masa nifas oleh dukun di Desa Rulung Raya Lampung Selatan, dengan subjek penelitian adalah dukun bayi yang ada di desa Rulung Raya dan objek penelitian adalah penatalaksanaan pemantauan masa nifas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi keseluruhan dukun di Desa Rulung Raya Lampung Selatan yang berjumlah 5 orang dan sampel yang diambil adalah keseluruhan dari populasi yang ada dengan tehnik pengambilan sampel total sampil sejumlah 5 orang dukun. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa lembar cecklist untuk mengukur pelaksanaan pemantauan masa nifas oleh dukun.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa bahwa pelaksanaan pemantauan masa nifas oleh dukun di desa Rulung Raya Kabupaten Lampung Selatan oleh 5 orang dukun untuk pelasanaan pemantauan ibu 2 orang dukun dengan kategori baik dan 3 orang dukun dengan kategori tidak baik, untuk pemantauan bayi keseluruhan dukun dengan kategori baik dan, untuk pelaksanaan penyuluhan 3 orang dukun dengan kategori yang baik dan 2 orang dukun dengan kategori tidak baik.
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah pelaksanaan pemantauan masa nifas oleh dukun di desa Rulung Raya Kabupaten Lampung Selatan secara untuk pelaksanaan pemantauan ibu sebagian besar dengan kategori tidak baik, pemantauan bayi keseluruhan dengan kategori baik dan pelaksanaan penyuluhan sebagian besar dengan kategori baik.

Kata Kunci : Penatalaksanaan, pemantauan masa nifas, dukun

DAFTAR ISI :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Telaah Pustaka
2.1.1 Masa Nifas
2.1.2 Dukun
1) Pengertian Dukun Bayi
2) Ciri-ciri Dukun Bayi
3) Pembagian Dukun Bayi
4) Tugas Dukun dalam Perawatan Nifas
5) Kelebihan dan Kekurangan Bersalin dengan Dukun
2.1.3 Pendidikan Dukun

BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Racangan Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
3.2.2 Sampel
3.3 Lokasi Penelitian
3.4 Keterbatasan Penelitian
3.5 Instrumen Penelitian
3.6 Pengolahan Data
3.7 Analisa Data
3.8 Kerangka Teori
3.9 Kerangka Konsep
3.10 Variabel Penelitian
3.11 Definisi Operasional

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
4.2 Hasil Penelitian
4.3 Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Baca Selengkapnya - Gambaran Pelaksanaan Pemantauan Masa Nifas Oleh Dukun

Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Aborsi

Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) Cairo tahun 1994 memperkirakan sekitar 50% penduduk dunia berusia berada dibawah 20 tahun menanggung risiko terbesar terkena masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Selain itu, 10% dari seluruh kasus aborsi, atau sekitar 5 juta pertahun, dialami remaja perempuan berusia 15-19 tahun. Remaja dan dewasa muda perempuan juga rawan tindak kekerasan seksual, perkosaan dan eksploitasi seks. Pada tahun 2000, angka aborsi di Indonesia mencapai dua juta, 750 ribu di antaranya dilakukan para remaja puteri (Data BKKBN). Menurut data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), tahun 2000 itu, terdapat jumlah aborsi yang mencapai 2,3 juta, tahun 2001 meningkat menjadi 2,5 juta kasus.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran Pengetahuan Remaja tentang Aborsi di SMA Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur bulan Mei-Juni Tahun 2010, dengan subjek penelitian remaja dan objek penelitian adalah pengetahuan remaja tentang aborsi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi adalah keseluruhan remaja kelas X dan XI yang berada di SMA Negeri 1 Raman Utara dengan jumlah populasi 156 remaja dan pengambilan sampel dengan tehnik metode simple random sampling dan sampel yang diambil sebanyak 25% dari jumlah populasi sehingga diperoleh sampel sebanyak 39 siswa. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa kuisioner untuk mengukur pengetahuan.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa pengetahuan remaja tentang Aborsi di SMA Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur sebagian besar adalah dengan pengetahuan baik sebanyak 13 orang (33,34%), pengetahuan cukup sebanyak 19 orang (48,72%), pengetahuan kurang sebanyak 6 orang (15,38%) dan paling sedikit pengetahuan kurang sekali sebanyak 1 orang (2,56%).
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah gambaran pengetahuan remaja tentang Aborsi di SMA Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur bulan Mei-Juni Tahun 2010 adalah dengan kategori cukup.

Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja, Aborsi

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Telaah Pustaka
2.1.1 Pengetahuan
2.1.2 Remaja
2.1.3 Aborsi

BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep
3.2 Definisi Operasional
3.3 Jenis dan Rancangan Penelitian
3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian
3.5.1 Populasi
3.5.2 Sampel
3.6 Variabel Penelitian
3.7 Alat Ukur dan Pengukuran Variabel
3.8 Tehnik Pengumpulan Data
3.9 Analisa Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum
4.1.2 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Baca Selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Aborsi

Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Robekan Perineum Pada Persalinan Normal

Sasaran yang ditetapkan untuk tahun 2010 adalah menurunkan AKI menjadi 125/100.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya penurunan AKI untuk sektor kesehatan adalah dengan meningkatkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan paling sedikit 90% pada tahun 2010. Dari seluruh persalinan penyebab kematian ibu adalah perdarahan yang disebabkan antara lain : atonia uteri 50 - 60%, retensio plasenta 16-17%, sisa plasenta 23-24%, laserasi jalan lahir 4-5%, kelainan darah 0,5-0,8%. Perdarahan pasca persalinan sering disebabkan oleh robekan perineum, selain atonia uteri, robekan perineum biasanya ringan, tetapi kadang- kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran faktor-faktor penyebab terjadinya robekan perineum pada persalinan normal di BPS Dwi Yuliani Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, dengan subjek penelitian adalah ibu bersalin dan objek penelitian faktor-faktor penyebab robekan perineum.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi adalah seluruh ibu bersalin normal di BPS Dwi Yuliani sejumlah 34 persalinan dan pengambilan sampel dengan tehnik metode total sampling sehingga sampel yang diambil sebanyak sejumlah 34 ibu bersalin pada bulan Maret – Mei 2010. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa lembar checklist.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi robekan perineum di BPS Dwi Yuliani untuk faktor elastisitas perineum adalah dengan perineum kaku (58,82%), untuk faktor berat badan bayi lahir adalah dengan berat badan bayi lahir 3000-4000 gr (79,41%), untuk faktor posisi persalinan adalah dengan posisi berbaring/litotomi (100%), dan untuk faktor paritas adalah dengan paritas primipara (61,76%).
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah gambaran Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Robekan Perineum Pada Persalinan Normal di BPS Dwi Yuliani Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah adalah dengan perineum kaku, dengan berat badan lahir 3000-4000 gr, dengan posisi bersalin litotomi, dan dengan paritas primipara.

Kata Kunci : Fakor-faktor Robekan Perineum, Ibu Bersalin Normal

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Ruang Lingkup Penelitian
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Telaah Pustaka
2.1.1 Persalinan Normal
2.1.2 Robekan Perineum
1) Pengertian Robekan Perineum
2) Derajat Robekan Perineum
3) Penatalaksanaan Robekan Perineum
2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Robekan Perineum
1) Elsatisitas Perineum
2) Berat Badan Bayi
3) Posisi Persalinan
4) Paritas

BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep Penelitian
3.2 Definisi Operasional
3.3 Desain Penelitian
3.4 Populasi dan Sampel
3.4.1 Populasi
3.4.2 Sampel
3.5 Waktu dan Tempat Penelitian
3.6 Variabel Penelitian
3.7 Instrumen dan dan Pengukuran Variabel
3.8 Analisa Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran UmumLokasi Penelitian
2. Hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
Baca Selengkapnya - Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Robekan Perineum Pada Persalinan Normal

Gambaran Pengetahuan Siswa Kelas VI Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Salah satu strategi kesehatan nasional dalam rangka menuju Indonesia sehat 2010 adalah menempatkan pembangunan kesehatan yang berwawasan kesehatan, artinya setiap upaya program berdampak positif dalam membentuk perilkau sehat dan lingkungan yang sehat pula. PHBS sekolah (institusi pendidikan) adalah tempat diselenggarakan proses belajar mengajar secara formal, dimana terjadi tranformasi ilmu pengetahuan dari para guru/pengajar kepada anak didiknya. PHBS sekolah (institusi pendidikan) berarti suatu upaya yang dilakukan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan pengajar maupun anak didiknya dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah (institusi pendidikan) yang dimaksud adalah dari tingkat SD/MI, SLTP/MTS sampai dengan SLTA/MA Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6 - 10 tahun), yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS (PHBS disekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingg secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat).
Tujuan penelitian ini adalah untuk bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di SDN 8 Bandar Sari Lampung Tengah tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif, subjek penelitian yaitu Gambaran pengetahuan siswa kelas VI tentang prilaku hidup bersih dan sehat di SDN 8 Bandar Sari. Sedangkan objek penelitiannya adalah Siswa kelas VI SDN 8 Bandar Sari.
Total populasi pada penelitian ini yaitu 60 orang, sedangkan sampel yang diambil adalah seluruh jumlah populasi setelah diambil 10 siswa sebagai data prasurvei sehingga besar sampel yaitu 50 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian serta kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa kelas VI tentang perilaku hidup bersih dan sehat di SDN 8 Bandar Sari Lampung Tengah dari 50 responden sebagian besar dalam kategori cukup yaitu 62,00%.

Kata Kunci : Pengetahuan, perilaku hidup bersih, siswa kelas VI
Baca Selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Siswa Kelas VI Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Faktor-Faktor Sulit Makan Pada Balita

Pertumbuhan dan Perkembangan anak merupakan hasil interaksi antara faktor genetika dan lingkungan, baik sebelum anak dilahirkan (prenatal) maupun setelah anak itu lahir (post natal). Faktor post natal yang salah satunya mempengaruhi kualitas tumbuh kembang anak adalah faktor gizi. Keluhan utama orang tua berupa kekhawatiran terhadap tumbuh kembang anak dapat mengarah pada kecurigaan adanya gangguan pola makan anak. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan petumbuhan bayi dan balita adalah dengan pemberian makanan yang bergizi. Namun hal tersebut menjadi suatu permasalahan jika anak mengalami sulit untuk makan. baik pada bayi maupun balita, susah makan dapat terjadi akibat adanya gangguan kesehatan atau kelainan organik. Proses makan melibatkan berbagai macam organ.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran faktor-faktor sulit makan pada balita di PAUD Mekar Sari Pekon Pandan Sari Kecamatan Sukoharjo Pringsewu Tahun 2010, dengan subjek penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita di PAUD Mekar Sari dan objek penelitian faktor-faktor sulit makan pada balita.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif dengan populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita di PAUD Mekar Sari berjumlah 26 orang ibu dan pengambilan sampel dengan tehnik metode non probabilitas sehingga sampel yang diambil sebanyak 8 orang ibu yang terdiri dari 4 orang yang menyatakan anaknya sulit makan dan 4 orang yang anaknya tidak sulit makan. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode wawancara dan alat ukur berupa kuisioner. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari panduan wawancara mendalam (in-depth interview guidelines), alat perekam (tape recorder) dan alat tulis.
Hasil penelitian serta kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada anak yang mengalami sulit makan terdapat pola makan yang tidak teratur dan variasi menu dan gizi seimbang yang kurang, peran lingkungan yang terdapat banyak teman bermain dan keberadaan warung atau penjual jajanan disekitar rumah, kebiasaan dalam keluarga tidak terdapat kebiasaan sarapan dan makan bersama, sedangkan faktor paritas tidak berhubungan dengan kesulitan makan anak dan tingkat ekonomi yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan antar anak yang sulit makan maupun yang tidak sulit makan pada balita di PAUD Mekar Sari.

Kata Kunci : Faktor-faktorSulit Makan, Balita

DAFTAR ISI:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Ruang Lingkup Penelitian
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Telaah Pustaka
1. Tumbuh Kembang Balita
2. Pola Makan Anak
3. Faktor-faktor Pola Makan Anak
B. Kerangka Konsep
C. Definisi Operasional

BAB III METODELOGI PENELITIAN
A. Jenis dan Rancangan Penelitian
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Variabel Penelitian
E. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
F. Pengumpulan Data
G. Analisa Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Keadaan Umum Lokasi Penelitian
B. Hasil Penelitian
C. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
Baca Selengkapnya - Faktor-Faktor Sulit Makan Pada Balita

Hubungan Luka Jahitan Perineum Terhadap Hubungan Seks Pasca Nifas

Melahirkan bayi adalah proses alamiah yang dialami para wanita, namun masih banyak pria yang sulit menghadapi bahwa tubuh wanita tidak bisa berubah begitu saja secara dramatis pasca melahirkan bayi mereka. Banyak dari para pria yang berfikiran, begitu bayi mereka lahir, segalanya akan kembali normal, dalam artian tubuh sang istri akan kembali normal seperti sediakala. Begitu juga dalam hal seks, padahal pada tahap tersebut sang istri belum siap untuk melakukan hubungan seks secara normal melaui vagina. Akibatnya, gairah menurun dan enggan untuk berhubungan seksual.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat untuk mengetahui hubungan luka jahitan perineum terhadap seks pasca nifas di Desa Gotong Royong Terbanggi Subing Kecamatan Gunung Sugih Kebupaten Lampung Tengah pada tahun 2010, dengan subjek penelitian adalah ibu pasca nifas 40 hari-3 bulan dan objek penelitian adalah hubungan luka jahitan perineum dan seks pasca nifas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan populasi ibu pasca nifas di Desa Gotong Royong Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Januari – Juni 2010 berjumlah 53 orang dan sampel diambil dengan metode accidental sampling, sehingga jumlah sampel diambil dari ibu pasca nifas 40 hari sampai 3 bulan yang ada pada bulan Juni sejumlah 30 orang ibu. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa lembar cecklist.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa bahwa sebagian besar responden telah melakukan hubungan seks (53,33%), dimana waktu memulai hubungan seks sebagian besar pada waktu <> x2 tabel: 3,841 sehingga Ho ditolak yang menyatakan bahwa ada hubungan antara luka jahitan perineum dengan hubungan seks pasca nifas
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini terdapat hubungan antara luka jahitan perineum dengan seks pasca nifas pada ibu pasca nifas di Desa Gotong Royong Terbanggi Subing Kecamatan Gunung Sugih Kebupaten Lampung Tengah pada tahun 2010.

Kata Kunci : Luka jahitan perineum, Seks Pasca Nifas

DAFTAR ISI:
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Ruang Lingkup Penelitian
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Masa Nifas/Post Partum
2.1.1 Tujuan Asuhan Masa Nifas
2.1.2 Periode Masa Nifas
2.1.3 Kunjungan Masa Nifas
2.1.4 Ibu Pasca Nifas
2.1.5 Pengertian Seksual
2.2 Seksual Pasca Nifas
2.3 Hubungan Luka Jahitan Perineum dan Hubungan Seks Pasca Nifas

BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Racangan Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Lokasi Penelitian
3.4 Variabel Penelitian
3.5 Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
3.6 Pengumpulan Data
3.7 Pengolahan Data
3.8 Analisa Data
3.9 Kerangka Konsep
3.10 Definisi Operasional
3.11 Hipotesisi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
4.2 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
Baca Selengkapnya - Hubungan Luka Jahitan Perineum Terhadap Hubungan Seks Pasca Nifas

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care

Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan dan kualitas pelayanan obstetri dan ginekologi di suatu wilayah adalah dengan melihat Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) di wilayah tersebut. Di Indonesia, berdasarkan perhitungan oleh BPS diperoleh AKI tahun 2007 sebesar 248/100.000 KH. Jika dibandingkan dengan AKI tahun 2005 sebesar 307/100.000 KH, AKI tersebut sudah jauh menurun, namun masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 (102/100.000 KH) sehingga masih memerlukan kerja keras dari semua komponen untuk mencapai target tersebut.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran pengetahuan ibu tentang ANC di Puskesmas Pekalongan Lampung Timur Tahun 2010, dengan subjek penelitian adalah ibu hamil yang melakukan ANC dan objek penelitian pengetahuan tentang ANC.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi adalah seluruh ibu yang melakukan ANC dari bulan Januari-Juni 2010 di Puskesmas Pekalongan yang berjumlah 171 ibu dan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling sehingga sampel yang diperoleh sebanyak 23 orang ibu yang melakukan ANC di bulan Juni 2010. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan metode angket dan alat ukur berupa kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang ANC di Puskesmas Pekalongan Lampung Timur Tahun 2010 sebagian besar adalah dengan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 16 orang ibu (69,57%), pengetahuan cukup sebanyak 2 orang ibu (8,70%), pengetahuan tidak baik sebanyak 5 orang ibu (21,74%) dan tidak terdapat ibu dengan pengetahuan yang baik
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini Gambaran Pengetahuan Ibu tentang ANC di Puskesmas Pekalongan Lampung Timur Tahun 2010 secara umum adalah dengan pengetahuan kurang.

Kata Kunci : Ibu, Pengetahuan, ANC

DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Mastitis
2.2 Kehamilan
2.3 Antenatal
2.3.1 Pengertian
2.3.2 Tujuan Antenatal Care
2.3.3 Pencegahan

BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.4 Instrumen Penelitian
3.5 Tehnik Pengumpulan Data
3.6 Analisa Data
3.7 Kerangka Konsep
3.8 Definisi Operasional

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Lokais Penelitian
4.1.2 Pengolahan Data
4.2 Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
Baca Selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care

Arsip

0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber