Cari Blog Ini

5 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Jiwa & Raga

Adhini Amaliafitri - Okezone
Kondisi dalam diam dan hening adalah momen tepat untuk Anda bisa mengenal diri lebih dalam. (Foto: gettyimages)

MEDITASI tak hanya mendatangkan kedamaian. Kondisi dalam diam dan hening adalah momen tepat untuk Anda bisa mengenal diri lebih dalam. Tak hanya itu, energi positif dapat diperoleh saat Anda rutin bermeditasi.

Jika Anda merasa sudah waktunya memeroleh keheningan dan kedamaian dalam hidup, atau meredakan “kegilaan” dan stres, cobalah bermeditasi. Berikut, lima manfaat meditasi sebagaimana diulas Times of India.

Rasa damai

Meditasi tidak harus menjadi sebuah proses yang panjang. Anda hanya perlu menutup mata, diam, memperhatikan tubuh, dan berfokus pada napas Anda. Dalam beberapa menit, Anda akan merasa rileks.

Kejelasan dan fokus

Seiring waktu, meditasi membantu Anda bisa konsentrasi dengan lebih baik pada setiap aktivitas. Anda pun akan dapat melihat berbagai hal lebih objektif dan jernih.

Kesehatan holistik

Meditasi bagus untuk Anda secara internal maupun eksternal. Banyak yang percaya bahwa meditasi membantu menyembuhkan dan merilekskan organ-organ tubuh. Manfaat tersebut salah satunya terlihat pada kulit yang semakin bercahaya.

Pembunuh stres

Meditasi terutama berguna pada saat-saat sedih, stres, dan di bawah tekanan. Meditasi memungkinkan Anda untuk melepaskan timbunan racun dan energi negatif dalam tubuh, seperti rasa takut, khawatir, dan cemas.

Siapapun bisa melakukannya

Anda bisa bermeditasi lewat arahan yang diberikan buku, menghadiri lokakarya, ataupun membeli CD petunjuk meditasi. Meditasi merupakan alat penting untuk mengatasi stres dan mengelola tanggung jawab yang datang pada setiap siklus kehidupan manusia.(ftr)

Sumber: http://lifestyle.okezone.com/

Baca Selengkapnya - 5 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Jiwa & Raga

ICW Desak Polri Tangkap Pelaku Penghilangan Pasal Tembakau

indosiar.com, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW), mendesak polisi menangkap dan mengusut tuntas pelaku penghilangan pasal soal tembakau, dalam Rancangan Undang-Undang Kesehatan, yang terjadi beberapa waktu lalu. Pernyataan ICW ini disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan YLBHI.

Meski ayat yang sempat menghilang dalam Pasal 113 RUU Kesehatan telah kembali ke posisi semula tepat sebelum ditandatangani presiden untuk disahkan, bukan berarti pelaku penghilangan ayat tersebut bebas dari proses hukum begitu saja, apalagi pelakunya adalah anggota legislatif.

ICW dalam konferensi pers nya menyatakan kasus penghilangan ayat tembakau ini merupakan modus baru di kalangan anggota legislatif yang kongkret dan sangat vulgar, karena dilakukan setelah sidang paripurna selesai diketok palu. Kasus hilangnya ayat terkait tembakau ini juga diduga merupakan indikasi adanya intervensi dari kalangan pelaku bisnis rokok dan berbau suap.

Oleh sebab itu ICW, YLBHI dan Kakar mendesak mabes polri agar segera melanjutkan proses hukum kasus-kasus penghilangan ayat tembakau tersebut sampai tuntas, konsisten menetapkan Ribka dan cs nya sebagai tersangka, serta memperluas penanganan kasus pada birokrasi dan kelompok bisnis yang terlibat dalam kasus ini.

ICW juga mendesak DPR agar memperbaiki mekanisme pengesahan, pengecekan dan pengiriman RUU yang telah ditetapkan rapat paripurna DPR RI serta mendesak Badan Kehormatan DPR RI agar segera menindaklanjuti penetapan Ribka Tjiptaning sebagai tersangka. (Windu Tiastuti dan Surnata/Sup)

Sumber: indosiar.com

Baca Selengkapnya - ICW Desak Polri Tangkap Pelaku Penghilangan Pasal Tembakau

Jemaah Calon Haji Hamil Tak Divaksin

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Dwi, staf gudang PT Novartis Indonesia menunjukan vaksin meningitis halal untuk calon jemaah haji di gudang penyimpanan di Jakarta, Selasa (31/8/2010).

LAMONGAN, KOMPAS.com - Tahun ini, Dinas Kesehatan Lamongan menyiapkan 1.560 vaksi meningitis untuk jemaah calon haji. Sebanyak tiga orang dari 1.547 jemaah calon haji asal Kabupaten Lamongan yang sedang hamil, dilarang menerima suntikan vaksin meningitis. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Abdur Rivai menyatakan vaksin meningitis yang berguna untuk mencegah radang selaput otak.

Namun, bagi ibu hamil vaksin itu justru akan mengganggu tumbuh kembang janin.
-- Abdur Rivai

"Namun, bagi ibu hamil vaksin itu justru akan mengganggu tumbuh kembang janin. Kami berhati-hati dengan kondisi kesehatan calon jamaah haji sebelum memberikan vaksin meningitis," ujar Rivai, saat pemberian vaksin mengitis bagi jemaah calon haji di RSUD Dr Soegiri Lamongan, Rabu (22/9/2010).

Menurut Rivai, pemberian vaksin meningitis itu sangat penting karena radang selaput otak banyak menyebabkan kematian bagi jemaah calon haji yang sedang beribadah di tanah suci. Majelis Ulama Indonesia sudah menerbitkan sertifikat halal vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl (NV and D) dari Italia termasuk yang digunakan di Lamongan.

Vaksin meningitis produksi NV & D yang mendapat sertifikat halal itu bermerek Menveo Meningococcal Group A, C, W-135, dan Y Cnnyugate Vaccine. Pemberian vaksin meningitis menjadi klausul yang harus ada di paspor jemaah calon haji seperti yang diwajibkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Sumber: KOMPAS.com

Baca Selengkapnya - Jemaah Calon Haji Hamil Tak Divaksin

Kesehatan pembantu pengaruhi kesehatan anak

Oleh: Fita Indah Maulani
JAKARTA: Memiliki anak sehat merupakan keinginan semua orang tua melalui berbagai cara mulai dari pengatur asupan makanan, hingga kebersihan lingkungan, namun tanpa disadari banyak penyakit yang diderita anak berasal dari pengasuh atau pembantu rumah tangga (PRT) di rumah.

Ari Fahrial Syam, dokter Ahli Penyakit Dalam dari RS Cipto Mangunkusumo mengungkapkan kesibukan orang tua bekerja sering menganggap sepele masalah kesehatan pembantu di rumah, namun baru kaget ketika anak divonis menderita TBC paru.

"Anak-anak akan lebih lama kontak dengan pembantu dibandingkan dengan anda sebagai orang tua. Kondisi kesehatan dan kebersihan mereka perlu diperhatikan karena berdampak langsung pada anak," ujarnya, hari ini.

Dia memberi contoh satu kasus terbaru dimana seorang anak berusia 5 tahun divonis menderita TBC paru. Anak tersebut berat badannya tidak naik-naik dan sering mengalami batuk pilek. Setelah melalui pemeriksaan darah dan foto rontgen dada diketahui dia menderita TBC paru.

Kedua orang tuanya merasa kaget karena mereka selama ini sehat dan tidak pernah menderita TBC paru sejak anak ini lahir. Ketika ditelusuri ternyata si anak tertular dari pengasuhnya.

TBC adalah penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis, Indonesia termasuk lima besar negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Penyakit ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui udara.

Kuman ini tersebar dari seseorang melalui batuk, bersin atau bicara. Jika dirumah ada yang menderita TBC paru, anggota keluarga lain yang dekat penderita potensial tertulari penyakit ini.

Apalagi jika terdapat riwayat tidak pernah imunisasi saat bayi maka seseorang tersebut berisiko tinggi untuk tertular penyakit TBC. Penyakit ini dapat diobati menggunakan multiple antibiotika dengan waktu pengobatan minimal 6 bulan. (swi)

Sumber: http://web.bisnis.com/
Baca Selengkapnya - Kesehatan pembantu pengaruhi kesehatan anak

Vaksin DBD Diuji Coba di Australia

KUPANG--MI: Vaksin untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue sedang diuji coba penggunaannya di Perth, Australia, dan tahun depan dapat diperdagangkan apabila sudah ada izin dari badan resmi PBB untuk urusan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulagan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Bobby Koamesah di Kupang, Rabu (22/9), mengatakan sebelum diperjualbelikan, Badan Resmi PBB untuk urusan kesehatan (WHO) melakukan adopsi terlebih dulu.

Ia mengatakan hal ini terkait dengan maraknya penderita penyakit demam berdarah dengue terutama pada peralihan musim dari hujan ke kemarau dan sulit untuk diantisipasi sebelumnya karena keterbatasan fasilitas.

Menurut dia, salah satu fasilitas yang ditunggu adalah vaksin DBD yang sebelumnya akan diadopsi WHO untuk uji kelayakan guna mengetahui apakah vaksin untuk melemahkan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae ini aman digunakan untuk manusia atau tidak.

Apabila layak, katanya, adakah dampak ikutannya setelah dilakukan vaksinasi untuk pengebalan daya tahan tubuh sehingga tahan terhadap serangan virus DBD.

Peter Richmond dari Perth Institut for Child Health Research menyebutkan kehadiran vaksin DBD penting untuk Asia Tenggara karena setiap tahun sekitar 200 juta orang menderita penyakit DBD. Bahkan akibat penyakit DBD ini, sekitar 50 persen penduduk dunia berada di zona berbahaya.

Peter mengatakan, vaksin ini telah dikembangkan Perusahaan Sanofi Pasteur selama hampir 10 tahun, dan sekarang merupakan tahap terakhir sebelum dipasarkan tahun depan.

Menurut Koamesah, penyakit DBD yang disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae.

"Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi," katanya.

Penyakit ini, katanya, ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien.

Dia mengatakan, gejalanya menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare pilek ringan disertai batuk-batuk.

Kondisi waspada ini, katanya, perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi tiga hari berturut-turut.

"Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut," katanya.

Ia mengatakan demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam.

"Sesudah masa tunas atau inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami menderita penyakit ini, Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit," katanya.

Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung epistaksis mimisan, mulut, dan dubur. (Ant/OL-3)

Sumber: mediaindonesia
Baca Selengkapnya - Vaksin DBD Diuji Coba di Australia

Demensia Ancaman Kesehatan Terbesar Abad Ini

Irna Gustia - detikHealth "Cara mencegah pikun", "mengatasi pikun", "penyebab pikun", "pikun", "pikun di usia muda", "pikun pada lansia", "pikun adalah"


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Penyakit demensia atau pikun menjadi ancaman kesehatan terbesar di abad ini. Berbeda dengan penyakit parah lain seperti kanker yang masih bisa diobati, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan demensia.

Menurut dr Rizaldy Pinzon, Mkes, SpS dalam tulisannya didetikhealth, demensia adalah terminologi medis untuk pikun. Demensia menunjukkan adanya kemunduran yang terus menerus dari proses memori dan intelektual otak.

Data World Alzheimer Reports mencatat demensia akan menjadi krisis kesehatan terbesar di abad ini yang jumlah penderitanya terus bertambah.

Data terbaru menunjukkan, di tahun 2010 jumlah penduduk dunia yang terkena demensia sebanyak 36 juta orang dengan biaya perawatan yang harus dikeluarkan mencapai US$ 604 miliar (sekitar Rp 5.400 triliun).

Jumlah penderitanya diprediksi akan melonjak dua kali lipat di tahun 2030 sebanyak 66 juta orang dengan biaya yang harus dikeluarkan US$ 1,1 triliun (sekitar Rp 9.900 triliun). Kedua jumlah di atas merupakan 1 persen anggaran belanja global (GDP).

"Hanya dalam dua dasawarsa, jumlah orang yang menderita demensia di seluruh dunia sudah berlipat ganda dan para ahli memperingatkan akan terjadinya krisis kesehatan yang paling signifikan pada abad ke-21," kata Prof Martin Prince yang menulis laporan world alzheimer seperti dilansir BBC, Kamis (23/9/2010).

Menurut dr Rizaldy, demensia menunjukkan adanya kemunduran yang progresif dari proses memori dan intelektual otak. Karena berbagai fungsi otak seperti berbahasa, orientasi, kalkulasi atau berhitung, berpikir abstrak, dan pengambilan keputusan terganggu.

Pada tahap yang lebih lanjut, penderita pikun juga tidak dapat merawat dirinya sendiri. Gejala pikun ini tidak muncul mendadak tapi gejalanya sudah muncul beberapa tahun sebelumnya, yang diawali dengan mudah lupa.

Sebagian kasus demensia adalah demensia Alzheimer. Semakin tua seseorang akan semakin rentan untuk terkena demensia. Penyebab lain demensia adalah demensia vaskuler (akibat gangguan pembuluh darah otak), demensia akibat penyakit parkinson, dan demensia sekunder akibat obat atau penyakit infeksi.

Gejala Demensia

Gejala awal demensia ditandai oleh mudah lupa. Mudah lupa ini ada yang bersifat wajar (beniga) dan bersifat maligna atau mudah lupa yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala lupa beniga yang sering dikeluhkan adalah lupa nama, lupa janji, lupa menaruh benda, lupa nama peristiwa dan sebagainya. Pada kondisi ini aktivitas sehari-hari masih dapat dilakukan dengan baik.

Tapi jika sudah masuk mudah lupa maligna maka kondisi mudah lupanya semakin menjadi-jadi. Keluhan tidak hanya disampaikan oleh pasien, namun juga oleh banyak orang di sekitarnya.

Aktivitas rutin harian masih normal, tetapi ada gangguan dalam aktivitas yang kompleks misalnya berbelanja. Sayangnya, kondisi ini masih sering dianggap wajar dan orang sering mengatakan, 'bila sudah tua, ya wajar mudah lupa', padahal anggapan itu tidak tepat. Bila ditemukan pada tahap yang dini, demensia dapat diperlambat.

Bila penyakit berlanjut, maka akan muncul gejala demensia. Gejala yang umum dijumpai adalah gangguan memori dan ketidakmampuan mempertahankan informasi yang baru.

Memori yang terganggu pada umumnya adalah memori jangka pendek. Pada tahap ini pasien seringkali menunjukkan gangguan perilaku, mudah curiga, marah-marah, sering berbohong dan perilaku lain yang tidak wajar. Aktivitas harian pun mulai terganggu.

Pada tahap yang lebih lanjut sering dijumpai gangguan tidur malam hari, kesulitan menemukan kata-kata, dan kehilangan kontrol atas buang air kecil dan buang air besar. Pada tahap akhir penyakit, pasien lebih banyak di tempat tidur dan sepenuhnya tergantung pada bantuan orang lain.

Cara Mencegah

Seperti dilansir helpguide.org, sering panik, makan terburu-buru, gampang stres adalah awal yang memicu penurunan kemampuan otak.

Meski kasus kepikunan lebih banyak ditemui pada usia 40 hingga 50-an tahun, namun para ahli percaya terjadinya perubahan yang drastis di otak adalah saat orang berada dalam puncak hidupnya mulai usia 20-an tahun.

Hingga kini tidak ada ramuan ajaib atau formula rahasia yang bisa mencegah kepikunan selain membangun kebugaran fisik dan otak.

Beberapa cara untuk mencegah pikun adalah:
  1. Berolahraga, dengan berolahraga meningkatkan jumlah oksigen di otak
  2. Makan makanan yang sehat untuk tubuh dan otak
  3. Selalu aktif berpikir dengan cara membaca, menulis, melukis atau kegiatan berpikir lainnya
  4. Tidur teratur dan cukup
  5. Melindungi otak dari ancaman cedera atau yang lainnya.
Sumber: http://health.detik.com/
Baca Selengkapnya - Demensia Ancaman Kesehatan Terbesar Abad Ini

Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba Diperiksa terkait Korupsi

MAKASSAR--MI: Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Rabu (22/9), memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dr Rusni Sufran terkait dugaan kasus korupsi.

Selain Rusni, penyidik juga memeriksa Kepala Rumah Sakit Umum Sultan Daeng Raja Bulukumba dr Diyah Marni. Mereka diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan anggaran jasa dokter dan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Sultan Daeng Raja, Bulukumba, Tahun Anggaran (TA) 2009 sebesar Rp4,6 miliar.

Kepala Seksi Ekonomi dan Moneter (Kasi Edmon) Kejati Sulselbar Syamsul Kasim mengaku keduanya sudah diperiksa dan pemeriksaan keduanya itu dilakukan secara terpisah. "Materi pemeriksaannya masih sebatas tugas dan wewenangnya. Kami baru melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (pulbaket)," ujarnya.

Kasus dugaan korupsi itu berawal saat tunjangan jasa dokter dan perawat sekitar Rp4,6 miliar tidak dibayar oleh Dinas Kesehatan Bulukumba pada TA 2009. Utang itu kemudian dianggarkan untuk dibayar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada TA 2010.

Padahal, seharusnya utang di 2009 dibayar dengan anggaran 2009 atau dianggarkan melalui APBD Perubahan, bukan dengan anggaran 2010. Dugaan adanya penyalahgunaan anggaran itu terjadi pada saat dilakukan rapat Pembahasan Anggaran di DPRD Bulukumba. Saat itu, pihak eksekutif atau satuan perangkat kerja daerah (SKPD) terkait tidak menganggarkan pembayaran jasa dokter dan jasa pelayanan kesehatan.

Anggota legislatif Bulukumba melakukan pembahasan untuk pembayaran jasa dokter dan pelayanan kesehatan tersebut. Namun, penyidik masih akan meminta klarifikasi terhadap semua pihak yang diduga terkait dalam kasus itu untuk memperjelas masalah tersebut. (Ant/OL-5)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/
Baca Selengkapnya - Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba Diperiksa terkait Korupsi

Negara Lebih Sejahtera Berkat Kontrasepsi

shutterstock

Jakarta, Kompas.com - Indikator kesejahteraan suatu bangsa dipengaruhi oleh tingkat kematian ibu dan kematian bayi. Saat ini target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG's) untuk penurunan angka kematian ibu ditargetkan 102 per 100.000 kelahiran hidup. Namun angka kematian ibu di Indonesia masih 228 per 100.000 kelahiran hidup. Karena itu Indonesia disejajarkan dengan negara miskin lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia, dr.Prijo Sidipratomo dan ketua Koalisi untuk Indonesia Sehat, Prof.dr.Firman Lubis dalam acara peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, Kamis (23/9). "Kemajuan suatu bangsa kini tidak bergantung pada sumber daya alam tapi sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut hanya bisa dicapai oleh perencanaan keluarga," kata Prijo.

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan MDG's nomor 5 yakni menurunkan tiga perempat kematian ibu adalah dengan meningkatkan kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kontrasepsi untuk kualitas hidup para wanita dan keluarganya. Saat ini angka pasangan usia subur yang tidak memakai kontrasepsi di Indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 10 persen dari jumlah total pasangan usia subur yang mencapai 56 juta.

Penggunaan kontrasepsi bukan hanya akan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun juga mengurangi jumlah aborsi, serta membantu mengatur pendapatan keluarga dengan menjarangkan kehamilan dan membuka jalan bagi kaum wanita untuk bekerja.

"Dengan alat kontrasepsi terbukti angka kematian ibu dan bayi lebih rendah dengan menjaga jarak kelahiran dan menentukan jumlah anak yang akan dilahirkan. Saat ini jumlah kematian ibu di Indonesia masih tertinggi se-ASEAN," kata Prof.Biran Affandi, Sp.OG dari Asia Pacific Council on Contraception dalam kesempatan yang sama.

Hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan penduduk Indonesia saat ini mencapai 237,6 juta. Jumlah penduduk yang terlalu besar dan timpang dengan sumber daya akan menjadi beban karena pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan, kesehatan, pendidikan dan layanan publik lainnya.

Sumber: http://health.kompas.com/
Baca Selengkapnya - Negara Lebih Sejahtera Berkat Kontrasepsi

Akibat Kekurangan Zinc dalam Tubuh

Waspadai Kekurangan Zinc dalam Tubuh

Waspadai Kekurangan Zinc dalam Tubuh

Lifestyle + / Kamis, 23 September 2010 14:51 WIB

JANGAN pernah menyepelekan kadar zinc dalam tubuh. Kekurangan mineral itu dapat mengakibatkan labilnya kadar gula darah, melambatnya metabolisme tubuh, dan melemahnya kemampuan indera pencium (hidung) serta perasa (lidah).

Kandungan dalam zinc bisa mencegah timbulnya jerawat, alzheimer, epilepsi, dan psosiasis (penyakit kulit kronis). Zinc juga berperan mendorong sistem imun. Para ahli kesehatan percaya obat yang mengandung zinc mampu mencegah virus demam kian bereplikasi. Studi lain juga mengatakan zinc dapat menyembuhkan luka, mencegah diare, dan memperlambat penurunan fungsi penglihatan.

Kekurangan zinc jarang terjadi. Namun, Anda dapat mengetahui gejalanya yakni kehilangan nafsu makan, sistem imun melemah, rambut rontok, diare, impotensi, luka pada mata dan kulit, berat bada turun, luka sulit sembuh, dan pertumbuhan abnormal pada bayi atau anak.

Meski demikian, Anda juga tak perlu mengonsumsi mineral ini secara berlebihan. Jika demikian, zinc berlebih akan meracuni tubuh. Biasanya terjadi saat tubuh mengonsumci obat batuk atau obat demam secara berlebihan. Jika tubuh menerima asupan zinc yang overdosis, maka mulut akan terasa pahit atau timbul gangguan perut, seperti mual, muntah, diare, hingga kram perut.

Vegetarian biasanya berisiko kekurangan zinc. Pasalnya, kandungan mineral itu ditemukan pada makanan daging. Selain itu, sebagian orang akan kesulitan menyerap dan mempertahankan zinc jika menderita sariawan, ginjal kronis, dan gangguan usus besar. Wanita hamil dan menyusui pun sangat membutuhkan asupan zinc lebih banyak.

Zinc dapat ditemukan sejumlah makanan di antaranya tiram, kepiting, daging, kuaci, udang, jamur, dan bayam. Anda pun harus mengurangi konsumsi alkohol dan kopi karena keduanya memicu tubuh untuk sering buang air kecil. Pasalnya, zinc akan keluar bersamaan dengan air kecil.

Anda juga dianjurkan untuk tak terlalu matang memasak sayuran, seperti buncis. Kurangi pula konsumsi makanan kemasan, sebab lebih dari 75% mineral hilang saat makanan diproses. Konsumsi daging tak berlemak. Jika Anda bukan vegetarian, maka menu terbaik untuk asupan gizi adalah daging. Ikan juga merupakan sumber mineral yang baik. Sedangkan buncis merupakan pilihan terbaik bagi Anda yang tidak makan daging.(kpl/***)

Sumber: http://www.metrotvnews.com/

Baca Selengkapnya - Akibat Kekurangan Zinc dalam Tubuh

Kenali Serba-serbi Nyeri Punggung

"Penyebab Nyeri Punggung", "mengatasi masalah nyeri punggung"
Kenali Serba serbi Nyeri Punggung

dailymail.co.uk

NYERI punggung merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum yang kerap ditangani dokter. Jumlah kasusnya pun semakin hari semakin bertambah saja. Untuk itu, memang diperlukan penanganan khusus sebelum keadaannya semakin parah.

Nyeri punggung memang bisa sangat menyengsarakan, tapi istirahat, perbaikan postur tubuh, dan olahraga efektif meredakannya. Untuk itu, sebaiknya kita kenali dahulu penyebab nyeri punggung dan penanganannya.

1. Penyebab
Berbagai kondisi tulang belakang menyebabkan nyeri punggung. Selain itu, sebenarnya nyeri juga bisa berasal dari otot yang keseleo. Penyebab utama yang biasanya menyebabkan nyeri punggung yakni perubahan kondisi tulang belakang seiring dengan bertambahnya usia, postur tubuh yang buruk, obesitas, keseleo dan ketegangan pada tulang belakang yang dapat saja terjadi saat melakukan kegiatan sehari-hari.

2. Pengobatan
Untuk mengatasi rasa nyeri di punggung sebenarnya terbilang mudah yakni Anda hanya perlu beristirahat di tempat tidur selama beberapa hari. Namun, bila bagian punggung Anda telanjur terkilir dan mengalami ketegangn, bukan cedera serius, untuk pertolongan pertama gunakanlah es. Setelah 48 jam, beri panas pada punggung dengan air hangat guna merelaksasikan jaringan yang sakit. Parasetamol juga dapat Anda gunakan guna meringankan rasa nyeri. Namun, selain itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa resep dokter unutk mengatasi nyeri punggung.

3. Pencegahan
Bentuklah postur tubuh yang baik saat duduk, berjalan, bekerja, dan tidur. Anda juga sebaiknya rajin berolahraga dan tidak merokok. Bila rasa nyeri tak hilang juga selama beberapa hari hingga menganggu aktivitas dan Anda merasakan rasa lemah di kaki serta mengalami kesulitan untuk buang air besar, segeralah menemui dokter guna mendapatkan penagangan medis lebih lanjut. (Pri/OL-06)


Baca Selengkapnya - Kenali Serba-serbi Nyeri Punggung

Arsip

0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber