Cari Blog Ini

Mau Umur Panjang?? Carilah Sahabat !!

Tribunnews.com - Minggu, 26 September 2010 17:21 WIB
Mau Umur Panjang?? Carilah Sabahat !!
ist
Ilustrasi


PSIKOLOG
dari Universitas Brigham Young Amerika Serikat, Julianne Holt-Lunstad mengatakan hubungan sosial atau persahabatan dapat mengurangi risiko kematian. Bahkan hubungan ini dua kali lipat lebih bermanfaat dibanding dengan berhenti merokok.

Penelitian dilakukan pada lebih 308.000 peserta dan hasilnya, mereka yang memiliki hubungan sosial yang kuat lah yang bisa bertahan hidup lebih lama.

Secara umum para peserta ini tidak hanya diukur dari aspek hubungannya dengan orang lain tetapi juga dilihat dari angka kematian mereka yang selama ini hidup sendiri.

Holt-Lunstad berpendapat hal ini terkait dengan stres yang menjadi sumber kematian saat ini. Hubungan kita dengan orang lain dipercaya dapat memengaruhi kesehatan dengan berbagai cara.

"Contohnya saat kita menghadapi suatu peristiwa yang berpotensi menimbulkan stres. Mungkin kita kurang melihatnya sebagai stres karena tahu bahwa kita punya orang-orang yang bisa diandalkan dan menghibur kita, begitu juga sebaliknya," ungkapnya.

Persahabatan juga dapat mendorong perilaku sehat yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan. Contohnya, teman-teman bisa mendorong kita untuk makan lebih baik, olahraga teratur, tidur cukup atau mengunjungi dokter saat sakit.

Hubungan sosial bisa memberikan makna bagi kehidupan dan memengaruhi kita untuk mengambil perawatan lebih baik dari diri kita sendiri.

"Karena itulah kami selalu melibatkan dukungan sosial terhadap pasien selama masa pemulihan," ujarnya.

Editor : Omdsmy_Novemy_Leo
Baca Selengkapnya - Mau Umur Panjang?? Carilah Sahabat !!

“Peserta KB pria baru sekitar 8,5%”

“Peserta KB pria baru sekitar 8,5%”

Solo (Espos)–Dari 71.548 pasangan usia subur (PUS) yang terdata di Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A & KB) Kota Solo, peserta KB pria baru sekitar 8,5 persennya.

Hingga Agustus 2010, pria yang menjadi peserta KB dengan metode operasi pria (MOP) atau vasektomi, tercatat 186 orang. Persentase peserta KB pria dibandingkan dengan PUS tersebut diakui sangat kecil, meskipun dengan jumlah itu, Kota Solo telah melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jateng, yakni 176 orang.

“Dari data yang tercatat hingga bulan Agustus lalu, jumlah peserta KB pria saat ini memang telah melebihi target yang ditetapkan Provinsi. Namun kalau dibandingkan dibandingkan dengan PUS, tentu tergolong kecil karena hanya sekitar 8,5 persennya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) KB Bapermas P3A & KB Kota Solo, Siti Anggrahini Purwanti, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/9).

Wanita yang lebih akrab disapa Anggra itu mengakui alat kontrasepsi kondom cenderung lebih banyak dipilih oleh para peserta KB. Hal itu dapat dilihat dari data Bapermas P3A & KB yang menyebutkan jumlah pengguna kondom mencapai 4.609 orang. Jumlah tersebut juga telah melebihi target Pemprov Jateng, untuk pengguna kondom sebanyak 3.357 orang.

Diakui Anggra, minimnya peserta KB pria dengan MOP lebih disebabkan kurangnya kesadaran untuk ber-KB dengan cara vasektomi tersebut. Bahkan dari pengamatan di lapangan, Anggra menyebutkan ada kekhawatiran dari peserta KB bila menggunakan cara vasektomi dapat mengganggu kesehatan, termasuk mengurangi gairah seksual. “Padahal secara medis, ber-KB dengan MOP ini relatif aman terhadap kesehatan dan tidak ada pengaruhnya ke gairah seksual,” tegasnya.

Sumber: http://www.solopos.com/
Baca Selengkapnya - “Peserta KB pria baru sekitar 8,5%”

Penelitian atas Wanita-wanita China Temukan Suami non Perokok bisa Bantu Istri Hidup Lebih Lama

SEBUAH studi yang diyakini sebagai riset pertama untuk meneliti efek ganda kebiasaan baik terhadap mortalitas di antara para wanita Asia menemukan suami-suami yang merokok di rumah berarti memperpendek umur istri mereka.

Penelitian itu jug menemukan bahwa wanita-wanita China yang punya banyak kebiasaan sehat cenderung hidup lebih lama daripada sejawat mereka di tanah air dengan gaya hidup kurang sehat.

Para periset dipimpin Sarah Nechuta dari Vanderbilt University di AS menggunakan data dari Studi Kesehatan Wanita Shanghai yang mengumpulkan informasi tentang lebih 71.000 wanita China tak perokok dan tak peminum usia 40-70 tahun antara 1996 dan 2000, dan menciptakan skor gaya hidup sehat.

Skor itu didasarkan pada lima faktor yang dikenal bertalian dengan kematian -- berat badan, ukuran lingkar pinggang, apakah wanita itu berolahraga secara rutin, terpengaruh asap rokok orang lain, dan asupan buah dan sayur. Semakin sehat kebiasaan seorang wanita maka tambah besar skornya, sementara tidak punya atau hanya memiliki sedikit kebiasaan sehat memberinya skor kecil.

Wanita-wanita dalam penelitian itu diamati selama sembilan tahun. Selama penelitian itu, 2.860 dari mereka meninggal, 1.351 karena penyakit kanker dan 665 lantaran penyakit cardiovascular.

Motivasi

Wanita-wanita yang meninggal tersebut berpeluang lebih besar daripada mereka yang selamat memiliki berat badan di bawah standar, berat berlebihan atau obesitas, memiliki ukuran lingkar pinggang lebih besar, mengaku kurang rutin berolahraga, mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah lebih kecil daripada mereka yang selamat. Hasil penelitian tersebut disiarkan oleh Public Library of Science (PLoS).

“Kabar gembiranya adalah banyak dari faktor-faktor itu bisa diperbaiki dengan motivasi individual untuk mengubah prilaku tak sehat,” papar Wei Zheng, wakil ketua studi itu dan direktur pusat epidemiologi dari Vanderbilt.

Misalnya, wanita di China atau tempat lainnya di Asia cukup mudah meningkatkan pengeluaran energi dengan berjalan setiap hari atau bergabung dengan kelompok senam, dan memakan buah dan sayur dalam jumlah lebih banyak. Akan tetapi wanita-wanita yang meninggal dunia itu juga memiliki peluang lebih besar daripada orang yang selamat bersuamikan perokok, dan hal tersebut jelas lebih sulit untuk diatasi.

“Asap tembakau lingkungan merupakan pengaruh sangat penting bagi wanita-wanita yang tinggal di China dan negara-negara Asia lainnya, mengingat prevalensi merokok tercatat tinggi di antara pria Asia,” papar studi tersebut.

Kesadaran

“Perubahan ekspos terhadap kebiasaan suami yang merokok boleh jadi diawali dengan semakin tingginya kesadaran di antara wanita dan suami mereka soal dampak negatif merokok terhadap kesehatan,” ujarnya.

Namun membuat para suami menghentikan kebiasaan demi istri mereka juga menuntut “intervensi berbasis komunitas dan perubahan dalam lingkungan sosial,” termasuk kemungkinan larangan merokok di rumah, ujar studi itu. Dengan memusatkan perhatian pada wanita China, bukan orang Barat, studi itu menjauhi beberapa studi yang telah meneliti kombinasi dampak faktor-faktor gaya hidup terhadap kematian.

“Sebagian besar studi atas kombinasi berbagai faktor gaya hidup umum dan kematian telah dilakukan di AS dan Eropa Barat,” tempat gaya hidup wanita “sangat berbeda” dari gaya hidup sejawat mereka dari China, ungkap penelitian itu. Studi-studi tentang kebiasaan kesehatan wanita Barat dan rentang hidup usia mereka menyertakan wanita-wanita yang merokok dan minum alkohol, sesuatu yang tak dilakukan wanita Asia, lanjut para periset. (afp/bh)

Sumber: http://www.analisadaily.com/
Baca Selengkapnya - Penelitian atas Wanita-wanita China Temukan Suami non Perokok bisa Bantu Istri Hidup Lebih Lama

Para Dokter di Filipina Dilarang Merokok

Perhimpunan Dokter Filipina melarang dokter merokok, dengan maksud agar memberi contoh yang lebih baik kepada pasien mereka.

Foto: Getty Images/Photos.com

Dokter Filipina diharapkan sebagai tokoh panutan dalam masalah kesehatan, termasuk menghindari rokok (gambar ilustrasi).

Para dokter di Filipina didesak untuk tidak merokok agar bisa memberi contoh yang lebih baik kepada pasien mereka.

Perhimpunan Dokter Filipina melarang dokter merokok, dengan mengatakan, dokter seharusnya berperan sebagai tokoh panutan dalam masalah kesehatan.

Ketua Perhimpunan Dokter Filipina, Oscar Tinio, mengeluarkan sebuah pernyataan hari Sabtu, yang mengatakan bahwa larangan itu juga akan memastikan bahwa orang lain tidak menjadi korban (sebagai perokok pasif) akibat mengisap asap rokok dari para dokter yang merokok.

Ditanya apa yang terjadi bila dokter kepergok merokok, Tinio kepada kantor berita Prancis mengatakan, perhimpunannya akan mengambil tindakan (pendisiplinan) yang akan diputuskan kemudian. Masyarakat umum juga dihimbau untuk melaporkan kepada Perhimpunan Dokter itu jika mereka memergoki dokter Filipina tengah merokok.

Menurut data pemerintah, saat ini sekitar 17,3 juta warga Filipina adalah perokok, atau meliputi sekitar 28 persen dari jumlah warga yang berusia 15 tahun ke atas. Presiden Filipina, Benigno Aquino juga mengakui bahwa ia adalah seorang perokok, dengan mengatakan bahwa ia merokok untuk mengurangi stress akibat beban pekerjaannya.

Sumber: Voanews

Baca Selengkapnya - Para Dokter di Filipina Dilarang Merokok

2.535 Warga Medan Terjangkit HIV/AIDS

10:41, 26/09/2010
2.535 Warga Medan Terjangkit HIV/AIDS
MALAM RENUNGAN: Seorang remaja puteri menangis pada malam renungan memperingati hari AIDS sedunia di Medan, belum lama ini.//dok sumut pos

MEDAN- Untuk mengurangi penularan HIV/AIDS, tahun depan Dinas Kesehatan Sumatera Utara menargetkan seluruh kabupaten dan kota harus memiliki klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT). Pelayanan VCT tersebut bertujuan untuk mencari sumber penularan HIV/AIDS yang estimasinya masih terbilang tinggi di Sumatera Utara.
“Dengan berdirinya VCT ini nantinya, seluruh estimasi tinggi HIV/AIDS ini dapat dicari dan akan dilakukan pengobatan lebih lanjut,” ujar Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung (P2ML), Sukarni kepada wartawan, Sabtu (25/9).

Menurutnya, jumlah estimasi HIV/AIDS tertinggi di Sumut yakni ditemukan di Kota Medan, Deli Serdang, Pematang Sintar, Simalungun, dan Langkat. “Untuk Sumut, lima daerah inilah yang terbesar estimasi kasus penderita HIV/AIDS,” ungkapnya.

Untuk Kota Medan, dari data yang tercatat, estimasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) ditemukan sebanyak 2.535 penderita. Sedangkan Deli Serdang sebanyak 989 penderita, Pematang Siantar sebanyak 479 penderita, Simalungun sebanyak 451 penderita dan Langkat sebanyak 449 penderita.

Sejauh ini, menurut Sukarni, dengan adanya rencana pendirian VCT di setiap wilayah, telah mendapatkan tanggapan yang baik dari masing-masing daerah.

“Namun target itu harus dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pelatihan petugas yang ada dan kemudian pendirian klinik VCT di masing-masing daerah,” terangnya.

Menurutnya, untuk tahap awal rencana tersebut, tahun ini Dinkes Provsu direncanakan melakukan pelatihan terhadap petugas medis di 15 rumah sakit yang berada di daerah. “Ke-15 rumah sakit yang dimaksud ini adalah di luar rumah sakit yang sudah memiliki klinik VCT. Dan nantinya pelatihan yang dilakukan antara lain melakukan pencegahan dan meningkatkan akses pelayanan penderita atau orang yang beresiko untuk memeriksakan dirinya ke VCT yang tersedia,” sebutnya.(uma)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com/

Baca Selengkapnya - 2.535 Warga Medan Terjangkit HIV/AIDS

Bugar & Cantik dengan Rainbow Water Drop

Bugar & cantik dengan Rainbow Water Drop (Foto: Google)
ANDA lelah? Anda tertekan? Datang saja ke Rhea’s Chamber. Di situ kelelahan dan ketertekanan Anda dipulihkan. Rangkaian perawatan rainbow water drop akan membuat Anda segar dan cantik kembali.

Dengan konsep total inside & outside, Rhea’s Chamber yang terletak di Jalan Bendungan Hilir Raya No.A12, Jakarta Pusat, ini menawarkan aneka perawatan untuk menyeimbangkan kesehatan, pikiran, dan kecantikan. “Kecantikan dari aura positiflah yang akan benar-benar membuat seorang wanita tampak menarik. Aura positif tertentu akan tercipta dari pikiran positif. Untuk itu Rhea’s Chamber menghadirkan perawatan-perawatan yang dapat membuat wanita menjadi lebih rileks, lebih sehat, dan cantik secara keseluruhan,” kata Kania Andhiara Dewi, pemilik Rhea’s Chamber.

Dalam treatment rainbow water drop ini, paket yang ditawarkan, antara lain, after work wellness untuk wanita aktif yang lebih cepat lelah karena banyaknya pekerjaan dan stress recovery untuk wanita yang sedang tertekan.

Perawatan ini dimulai dengan foot massage dan herbal tea untuk memberikan ketenangan terlebih dahulu kepada klien yang memilih paket stress recovery. “Fungsinya melengkapi sebuah rangkaian treatment yang kita sajikan untuk tamu. Kita melakukan beberapa treatment yang standar. Hanya saja kita mengemasnya dengan ciri khas Rhea’s Chamber di mana kita lebih konsentrasi ke body dan mind,” sambungnya.

Ide water drop atau “mandi air hujan” adalah ide Kania sendiri. Ia ingin menampilkan sesuatu yang lain. “Pada dasarnya apa yang sudah ada di Jakarta udah lengkap. Rainbow water drop hanya melengkapi saja. Kita sudah biasa dengan jacuzzi dan steam. Nah, kita rancang sendiri hal yang beda, tetapi tetap bermain dengan air dengan fungsi yang hampir sama,” imbuhnya.

Di sini, air akan membantu menarik semua otot tubuh dan gravitasinya membantu kembali ke posisi yang benar. “Fungsinya hampir sama dengan Jacuzzi, yaitu menyegarkan dan melancarkan peredaran darah. Rangkaian tersebut lengkap sekali. Ada full body massage, scrub. Lalu kita lengkapi dengan rainbow water drop sehingga hasil lebih optimal dirasain,” katanya.

Rangkaian perawatannya dimulai dengan menyiapkan massage oil, cream, scrub, dan masker. Setelah itu, seluruh badan di-massage dengan lembut. “Pijatnya lebih ke Indonesian style. Lebih ke tradisional, ke kesehatan. Misalnya, ada salah urat, keseleo. Kami menyediakan terapis seperti itu,” ujarnya. Setelah itu, scrubbing untuk mengangkat sel-sel kulit mati serta membuat kulit menjadi lebih lembut. Tahap selanjutnya adalah hot stone massage pada punggung dan kaki selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu diberikan masker agar wajah menjadi lebih cerah dan bersinar.

Perawatan utamanya adalah rainbow water drop. Terapis menyalakan air pancur yang berada di atas tubuh. Suhu air bisa disesuaikan. Titik-titik air yang jatuh ke atas tubuh menciptakan sensasi tersendiri. Tubuh menjadi lebih rileks dan segar. Peredaran darah lebih lancar.
(Genie/Genie/tty)
Sumber: http://lifestyle.okezone.com/
Baca Selengkapnya - Bugar & Cantik dengan Rainbow Water Drop

Kanker Serviks Wanita

Himbau Wanita Waspadai Kanker Serviks
Boyke Pembicara Seminar Akbid Husada Gemilang Tembilahan

Pakar seksologi terkemuka Boyke Dian Nugraha hadir di Tembilahan. Dalam seminar yang ditaja Akbid Husana Gemilang, ia berpesan agar wanita waspadai kanker serviks.

Seminar Kesehatan Keluarga, Dr Boyke Minta Kaum Perempuan Waspadai Penyakit Kankers Serviks Riauterkini-TEMBILAHAN- Dr Boyke Dian Nugraha menjadi pembicaara tunggal dalam Seminar Kesehatan Keluarga di gedung daerah Engku Kelana Tembilahan, Minggu (26/9/10).

Dalam seminar yang ditaja Akademi Kebidanan Husada Gemilang Tembilahan tersebut, tampak kaum ibu dan remaja puteri memenuhi gedung tersebut.

Tampak kegiatan ini tampak hadir Bupati Indragiri Hilir Indra Muchlis Adnan, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf RTS Manoppo dan beberapa pejabat lainnya. Kaum perempuan tampak serius mendengarkan pemaparan dokter ahli masalah seks ini.

“Kalau kita berpegang kepada ajaran agama yang terdapat didalam kitab suci, maka penyakit menular seksual seperti HIV AIDS dan kankers serviks serta penyakit kelamin lainnya akan dapat dicegah,” ungkapnya saat itu.

Dalam ceramahnya, tanpa sungkan Dr Boyke memperlihatkan visualisasi alat kelamin dan gaya bersetubuh di hadapan Bupati Indragiri Hilir dan para peserta seminar ini, yang ditampilkan dengan layar lebar di hadapan peserta.



“Penyakit menular seksual ini diakibatkan oleh pola perilaku seks yang menyimpang, seperti free seks, gonta ganti pasangan, selingkuh dan perilaku seksual lainnya yang berpotensi mengakibatkan tertularnya penyakit seksual ini,” sebutnya.

Untuk itu, katanya kaum perempuan harus memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai pola hubungan seksual yang sehat dan penyebab terjadinya penyakit menular seksual di kalangan kaum ibu dan pria.

Kaum ibu dan remaja perempuan juga harus rutin memeriksakan kesehatan alat reproduksinya, sehingga dapat secara dini mengetahui dan melakuakn pencegahan terhadap kankers serviks dan penyakit kelamin lainnya.

“Apalagi saat ini penyebaran penyakit AIDS dan penyakit menular seksual lainnn di Indonesia berlangsung sangat cepat. Terutama AIDS, dimana Irian Jaya menduduki peringkat pertama, disusul Jakarta, Surabaya dan Riau,” paparnya.***(mar)

Sumber: http://www.riauterkini.com/
Baca Selengkapnya - Kanker Serviks Wanita

Bahaya Jajanan Anak di Sekolah

Waspadai Jajanan Anak di Sekolah

LIBURAN Hari Raya Idulfitri 1431 H usai sudah. Kini, sejumlah anak-anak sudah memasuki bangku sekolah lagi. Menjalani rutinitas yang seperti biasanya. Belajar dan belajar.

Di balik kewajiban anak yang harus belajar, orangtua juga patut memberikan kewajiban untuk memberikan perlindungan ekstra. Bukan masalah pembiyaan sekolah. Namun juga mengenai apa yang dilakukan di sela-sela atau sesudah kegiatan belajar. Yakni jajan.

Masalah jajanan seperti terkesan sepele dan bahkan diremehkan. Banyak orangtua yang masih tidak sadar, jajanan di sekolah dapat menjadi ancaman keselamatan kesehatan anaknya. Berdasarkan kajian dan penyidikan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung beberapa waktu lalu, 30% dari sekolah yang ada terutama di tingkat sekolah dasar (SD), sejumlah jajanannya masih menggunakan bahan/zat kimia yang dapat mengganggu kesehatan peserta didik.

"Sejumlah makanan dan jajanan tersebut si antaramya mi dan bakso yang menggunakan formalin. Begitu juga dengan sirup, gulali, dan arumanis," ungkap Plt Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Jabar, Dela Triatmini, belum lama ini.

Hasil uji klinis/laboratorium pada sirup, diketahui menggunakan pewarna rhodamin, yakni zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada produk tekstil. Guna memperkuat rasa manis sejumlah pedagang menggunakan gula biang dan parahnya menggunakan air mentah. Sedangkan gulali dan arumanis sama-sama menggunakan rhodamin B dan gula biang.

"Padahal bila terus mengonsumsi rhodamin B bisa menyebabkan gangguan pada fungsi hati, bahkan kanker hati. Sementara jika mengonsumsi makanan yang mengandung rhodamin B, dalam tubuh akan terjadi penumpukan lemak, sehingga lama-kelamaan jumlahnya terus bertambah," tuturnya.

Sementara gula biang berpotensi bisa mengakibatkan penyakit kanker kandung kemih pada manusia. Efek dari rhodamin B ataupun gula biang ini baru akan kelihatan setelah puluhan tahun.

Keracunan

Tidak salah jika jajanan patut diwaspadai. Simak pula hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB). Tingkat SD menempati ranking pertama dalam kasus keracunan yang berasal dari makanan. Dari 3.239 kasus yang terjadi, 26,09% atau sekitar 845 kasus berasal dari sekolah. Dari jumlah kasus tersebut, didominasi tingkat SD yakni 78,57% kasus dan 3,57%-nya di tingkat taman kanak-kanak.

"Zat pewarna, hingga pemutih, penyedap rasa, dan pengawet menjadi asal mula keracunan tersebut," ujar Dr. Yadi Haryadi dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB dalam satu kesempatan di Kota Bandung.

Apakah masalah ini menjadi tanggung jawab orangtua sepenuhnya? Tidak juga. Sebab di sekolah, guru harus pula berperan sentral dan menjadi kunci utama dalam pengawasan atas beredarnya makanan/jajanan yang akan dikonsumsi siswanya.

Agar tidak mudah tertipu, masyarakat atau sekolah perlu juga memberikan pengertian kepada anak dan peserta didiknya. Salah satunya adalah bersikap waspada atau jangan membeli makanan yang secara fisik berwarna mencolok.

Kantor Kementerian Pendidikan Nasional RI pun kini sudah melangkah jauh dengan ide dan kucuran dana sebesar Rp 25 juta untuk pembuatan kantin sehat di sejumlah SD. Di mana penyediaan air bersih terpenuhi dan makanan yang dijual memenuhi standar kesehatan.

Namun jika dana tersebut belum didapat sekolah, Della mengatakan, cukup melakukan koordinasi dengan para pedagang jajanan agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya.

Pengawasan dan pemberian informasi sudah. Jika masih ragu, maka tentu ini dikembalikan pada peran orangtua. Seperti yang pernah disampaikan artis dan ibu tiga anak Sahnaz Haque, akan lebih baik jika orangtua tidak lagi memberikan bekal materi kepada anaknya saat bersekolah. Berikan juga bekal makanan dari rumah. Karena lebih baik mencegah daripada harus mengobati. Setuju? (rinny rosliani/"GM")**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com/
Baca Selengkapnya - Bahaya Jajanan Anak di Sekolah

Investasi Alat Fitnes Murah di Rumah

kiri-kanan, medicine ball, bosu balance trainer, resistance bands.
Minggu, 26/9/2010 | 11:14 WIB

KOMPAS.com - Tak bisa ke gym bukan menjadi kendala untuk tetap berolahraga. Anda pun tak harus membeli perangkat olahraga yang mahal lalu membuat Anda menyesalinya karena jarang menggunakannya. Berinvestasi untuk kesehatan bisa dilakukan dengan membeli pilihan alat gym yang terjangkau kantong Anda.

Stability ball
Bola untuk melatih stabilitas fisik atau dikenal juga Swiss ball ini masih terjangkau harganya. Jika pun belum ada anggaran untuk membelinya, Anda masih bisa menggantikannya dengan bangku yang kokoh di rumah. Berlatih di atas stability ball akan menyeimbangkan kerja otot perut Anda. Ini efektif untuk memperkuat tubuh bagian tengah Anda, yaitu perut dan punggung bawah. Stability ball juga bisa melatih punggung dan otot paha, serta betis. Caranya sandarkan punggung pada stability ball yang di letakkan di dinding, lalu Anda bergerak naik turun dengan menurunkan bokong hingga sejajar dengan lutut.

Dumbbell
Rasanya alat untuk melatih kekuatan otot ini wajib dimiliki penggemar olahraga. Cara penggunaannya mudah, praktis dibawa atau diletakkan di sudut rumah. Harga dan modelnya pun bervariasi. Anda bisa memilih sesuai anggaran yang dimiliki.

Resistance bands
Karet dengan pegangan yang bisa meregang ini tersedia dalam berbagai ukuran, lebar, dan level resistensi yang Anda butuhkan. Gunakan karet berukuran besar untuk gerakan squat yang lebih menantang. Atau beli saja ukuran yang lebih kecil untuk melatih paha bagian dalam.

Medicine ball
Bola ini berukuran lebih kecil dari bola basket. Model, berat, dan daya pantulnya juga beragam. Banyak cara dalam memanfaatkan bola ini, untuk melatih tubuh bagian atas atau melatih kekuatan tubuh. Biasanya bola ini digunakan dengan cara kedua tangan memegang bola lalu dengan tangan lurus bola digerakkan ke samping bawah dan samping atas. Anda bisa mengenali ragam model medicine ball dengan mengakses www.performbetter.com.

Bosu Balance Trainer
Modelnya seperti stability ball, hanya saja bentuknya setengah darinya. Fungsi alat ini adalah untuk melatih keseimbangan tubuh. Cukup meletakkannya di lantai, lalu Anda berdiri di atasnya melakukan berbagai gerakan untuk melatih keseimbangan atau kekuatan otot. Anda bisa melakukan push up dengan bantuan alat ini.

Matras
Yang satu ini juga wajib dimiliki, terutama jika Anda penggemar Yoga atau Pilates. Matras juga tersedia dengan ragam pilihan model dan warna, tentu untuk fungsi yang sama.

Weighed Gloves
Selain dumbbell ada alat lain yang memfasilitasi Anda melakukan latihan beban. Pemberat di pergelangan tangan dan pemberat di pergelangan kaki, misalnya. Pemberat di pergelangan kaki dan tangan biasanya digunakan dalam latihan kekuatan saat fitnes, untuk menambahkan daya tahan sekaligus meningkatkan pembakaran kalori. Jadi jika ingin memiliki tangan dan kaki gunakan saja pemberat ini.

Jump Rope
Lompat tali adalah salah satu olahraga sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Tak perlu menguras kantong Anda untuk membeli alat olahraga yang satu ini bukan?

Punching Bag
Bukan hanya petinju yang bisa memiliki alat ini, Anda pun bisa. Bagi penggemar olahraga boxing, investasi alat ini bisa membantu mengasah kemampuan Anda di rumah.


WAF

Editor: Dini

Sumber: Womens Health
Baca Selengkapnya - Investasi Alat Fitnes Murah di Rumah

Cuaca Tak Menentu, Waspadai DBD

Cuaca Tak Menentu, Waspadai DBD
Cuaca Tak Menentu, Waspadai DBD

JAKARTA (Pos Kota) – Tiga kelurahan di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) masuk zona merah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, secara umum kasus DBD cenderung mengalami penurunan. Masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai ancaman penyakit mematikan tersebut, apalagi kondisi cuaca saat ini tidak menentu.

Kepala Sudin Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Jakpus, dr Angliana Dianawati, mengatakan tiga kelurahan zona merah tersebut Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kelurahan Cempaka Putih Barat dan Kelurahan Rawasari, ke tiganya masuk Kecamatan Cempaka Putih. “Ini menurun dibanding awal tahun yang mencapai 10 kelurahan. Hal ini berkat kesadaran masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/9).

Sesuai catatan Sudin Kesehatan Masyarakat Jakpus, sejak Januari hingga September 2010 tercatat 1.565 kasus DBD. Kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Kemayoran 461 penderita, Kecamatan Johar Baru 230 penderita dan Kecamatan Senen 181 penderita. Sedangkan September 2010, tercatat 131 kasus DBD di masyarakat.

“Sekalipun cuaca tidak menentu, namun kasus DBD cenderung stabil. Dalam kurun waktu dua minggu ini hanya ada dua tambahan kasus, ini menandakan kasus dapat ditekan,” kata Angliana.

Dapat ditekannya angka lonjakan kasus DBD, disebabkan tingkat kesadaran warga yang tinggi atas ancaman penyakit mematikan tersebut. Mereka secara rutin melakukan pemberansan sarang nyamuk (PSN) dan juru pemantau jentik rajin melakukan pemantauan.

(tarta/sir)

Sumber: http://www.poskota.co.id/

Baca Selengkapnya - Cuaca Tak Menentu, Waspadai DBD

Arsip

0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber