Cari Blog Ini

Daftar Rumah Sakit Swasta di Jakarta

Daftar Rumah Sakit Swasta di Jakarta

* RSU Fatmawati RSU B Jl. RS Fatmawati Cilandak Jaksel
* RS Pusat Pertamina RS B Jl..Kyai Maja No. 43 Jakarta Selatan
* RS Dareal 3 Cilandak RSU B Jl. Raya Cilandak Ragunan
* RS Jakarta RS C Jl. Jend Sudirman Kav 49 Jaksel
* RSJ Dharmawangsa RSK C Jl. Dharmawangsa Raya No. 13 Blok P II
* RSB Panti Nugeraha RSK E Jl. Senayan No. 26 Kby Baru Jaksel
* RSB Budhi Jaya RSK E Jl. Dr Sahardjo 120 Jaksel
* RS Kebayoran RS C Jl..Birah III/4 Keb Baru Jaksel
* RSB Asih RSK D Jl. Panglima Polim i/34 Jaksel
* RS Mata PDIS Aini RSK E Jl. HR Rasuna Said Jaksel
* RS Ketergantungan Obat RSK C Jl. RS FatmawatiCilandak
* RS Setia Mitra RS Pt Jl. Fatmawati No.80-82 Jaksel
* RS Tebet RS C Jl. Haryono MT No.8 Jaksel
* RS Pondok Indah RS Ut Jl. Metro Duta Kav. UE
* RS MMC RS B Jl. HR Rasuna Said Kav. C-21
* RS THT Bedah Yay Yurino RSK E Jl. Ciranjang II No.20-22 Jaksel
* RSU Prikasih RSU C Jl. RS Fatmawati Raya 74 Jaksel
* RSU Gandaria RSU D Jl. Gandaria Tengah II/12-14 Kby Baru
* RS Agung RS Pr Jl. Sultan Agung No.67 Jaksel
* RS Siaga Raya RS Pr Jl. Siaga Raya Kav. 4-8
* RS Pasar Minggu RS D Jl. Raya Ragunan P7 Jaksel
* RS Medistra RS C Jl. Gatot Subroto Kav 59 Jaksel
* RS Indah Medika RS C Jl. Tebet Raya No.4-8 Jaksel
* RSU Tria Dipa RSU D Jl. Raya Pasar Minggu 3A Jaksel
* RSB Duren Tiga RSK E Jl. PLN no. 5 Duren Tiga
* RSU Persahabatan RSU B Jl. Raya Persahabatan Jaktim
* RSU Budhi Asih RSU C Jl. Dewi Sartika No. 200 Jaktim
* RS LPK Cipinang RSK E Jl. Raya Bekasi Timur 170 Jaktim
* RS Pusdikkes RSU D Jl. Raya Bogor, Kramat Jati Jakarta Tim
* RS Kepolisian Pusat RSU B Jl. RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur
* RS Kesdam Jaya Cijantung RSU D Jl. Mahoni Cijantung II Jaktim
* RS UKI Cawang RSU C Jl. May.Jend Soetoyo Jaktim
* RSU Pasar Rebo RSU B Jl. TB Simatupang No. 30 Jaktim
* RS Mitra Keluarga RSU D Jl. Jatinegara Timur No. 87 Jaktim
* RSIA Hermina RSIA Jl. Jatingara Barat No. 126 Jaktim
* RS Ongkomulyo M C RSU Ma Jl. Pulo Mas Barat VI/20 Jaktim
* RS Islam Jakarta Timur RSU C Jl. Raya Pondok Kopi Jaktim
* RSU Kartika Pulo Mas RSU C Jl. Pulo Mas Barat IV C/1 Jaktim
* RSU H a r u m RSU C Jl. Tarum Barat Kalimalang
* RS Harapan Jayakarta RSU C Jl. Bekasi Timur Km 18 No.6 Jaktim
* RS Harapan Bunda RSU C Jl. Raya Bogor Km 22 No. 24 Jaktim
* RSIA Yadika RSU E Jl. Pahlawan Revolusi No. 47 Pd. Bambu
* RSB Yayasan Restu RSK E Jl. Raya Bogor Km.19 No. 3
* RS Dharma Nugraha RSU Ma Jl. Balai Pustaka Baru No. 19 Jaktim
* RS Mediros RSU A Jl. Perintis Kemerdekaan Kav. 149
* RSU Haji Jakarta RSU C Jl. Raya Pondok Gede No. 4
* RSJ Islam Bunga Rampai RSK E Jl. Bunga Rampai X Klender
* RS PAU Antariksa RSU C Jl. Merpati No. 2 Halim P.K.
* RS Bedah Rawamangun RSK e Jl. Balai Pustaka Raya No. 29-31
* RS Duren Sawit RSK C Jl. Duren Sawit Baru No. 2
* RSU Dr Cipto Mangunkusumo RSU A Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat
* RS PAD Gatot Soebroto RSU A Jl..Dr A. Rahman Saleh 24 Jakpus
* RS AL Dr Mintoharjo RSU Tk Jl.. Bendungan Hilir No. 117 Jakpus
* RS Husada RSU B+ Jl.. Mangga Besar Raya 137/139 Jakpus
* RS Sint Carolus RSU B Jl. Salemba Raya No. 41 Jakpus
* RS PGI Cikini RSU Ma Jl. Raden Saleh No. 40 Jakpus
* RS Islam Pusat Jakarta RSU B+ Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakpus
* RS Moh Ridwan Meuraksa RSU Tk Jl. Kramat Raya No. 174 Jakpus
* RSB Budi Kemuliaan RSK C Jl. Budi Kemuliaan No.25 Jakpus
* RSB Yy Pem Kesehatan RSK C Jl. Gereja Theresia No. 22 Jakpus
* RSIA Bunda RSK E Jl.Teuku Cik Ditiro No. 28 Jakpus
* RS Jiwa Dharma Jaya RSK E Jl. Mangga Besar Raya 138 Jakpusk
* RSK Bedah Kramat Lima RSK E Jl. Kramat V No.6 Jakpus
* RSIA Evasari RSK E Jl. Rawamangun No.47 Jakpus
* RS Pertamina Jaya RSU C Jl. A. Yani No.2 Jakarta Pusat
* RS Jiwa Dharma Sakti RSK Pr Jl. Kaji No. 40 Petojo
* RS Moh Husni Thamrin RSU B Jl. Salemba Tengah 26-28 Jakpus
* RS.THT Panti Raharja RSK E Jl. Sawo No.58-60 Jakpus
* RSU Tarakan RSU B Jl. Kyai Caringin No. 7 Jakarta Pusat
* RSK THT Bedah Proklamasi RSK E Jl. Proklamasi No,43 Jakarta Pusat
* RS Abdi Waluyo RSU D Jl. HOS Cokroaminoto No. 33 Jakpus
* RS Kramat 128 RSU Pr Jl. Kramat Raya No. 128 Jakpus
* RSK THT Prof Nizar RSK E Jl. Kesehatan No.9 Jakpus
* RS Mata Jkt Eye Centre RSK E Jl. Teuku Cik Ditiro 46 Jakpus
* RSK Bedah Bina Estetika RSK C Jl. Teuku Cik Ditiro No. 41 Jakpus
* RSJ Menteng Mitra Afia RSU C Jl. Kali Pasir No. 9
* RS Mitra Kemayoran RSU C Jl. Landas Pacu Timur Kemayoran
* RSIA Puri Medika RSK C Jl. Sungai Bambu No. 5A
* RS Sumber Waras RSU B Jl. Kyai Tapa Grogol Jakbar
* RS Pelni Petamburan RSU B Jl. KS Tubun No. 92-94 Jakbar
* RS Trisna Pangastuti RSU C Jl. KS Tubun 79 Slipi Jakbar
* RS Jiwa Jakarta RSK A Jl. Dr Latumeten No.1 Jakbar
* RS Kanker Dharmais RSK B Jl. S Parman Kav. 84-86 Jakarta Barat
* RS AB Harapan Kita RSK B Jl. S Parman Kav 87 Jakbar
* RS Jantung Harapan Kita RSK B Jl. S Parman Kav 87 Jakbar
* RS Graha Medika RSK Ma Jl. Raya Perjuangan Kebun Jeruk
* RSK Bedah Chandera RSK Jl. Raya Mangga Besar No. 40 Jakbar
* RSU Al-Kamal RSU C Jl. Raya Al-Kamal No. 2 Kedoya
* RS Manuela RSU C Jl. Mangga Besar VIII/23 Jakbar
* RS Patria IKKT RSU D Jl. Cenderawasih No. 1 Komp. Hankam
* RS Medika Permata Hijau RSU Ma Jl. Kebayoran Lama No.64 Jakbar
* RSUD Cengkareng RSUD B Perumnas Bumi Cengkareng Indah
* RSIA Hermina Cengkareng RSK E Jl. Kintamani Raya No. 2 Daan Mogot
* RSU Koja RSU B Jl. Deli No.4 Tg.Priok Jakut
* RS Akademik Atma Jaya RSU Jl. Pluit Raya No. 2 Jakarta Utara
* RS Pelabuhan Jakarta RSU C Jl. Kramat Jaya Tg.Priok Jakut
* RSPI Prof Dr Sulianti S RSK B Jl. Baru Sunter Permai Raya Jakut
* RS Sukmul Sisma Medika RSU C Jl.Tawes No. 18 -20 Jakarta Utara
* RSB Hermina Podomoro RSK C Jl. Danau Agung II No 28 Sunter Jakut
* RS Sunter Agung RSU Pr Jl. Agung Utara Raya Blok A No.1 Jakut
* RS Islam Sukapura RSU E Jl. Tipar Cakung No.5 Jakut
* RS Medika Griya RSU Pr Jl. Danau Sunter Utara Raya No. 1 Jakut
* RS Pluit RSU Ma Jl. Raya Pluit Selatan No. 2 Jakut
* RS Pantai Indah Kapuk RSU Ut Jl. Pantai Indah Kapuk Utara 3 Blok T
* RS Mitra Keluarga Klp Gdg RSU Jl. Bukit Gading Raya Kav. 2
* RSIA Family RSK Jl. Pluit Mas I Blok A No. 2A-5A
Baca Selengkapnya - Daftar Rumah Sakit Swasta di Jakarta

Makanan Penderita Flu dan Diare

Bila virus flu masuk ke tubuh yang staminanyamenurun, kemungkinan terjadinya flu pun besar. (Foto: Google

SEJAK ribuan tahun lalu, sudah dipahami bahwa kesehatan dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Pasalnya, dalam setiap makanan terkandung berbagai bahan atau zat yang memengaruhi kondisi tubuh.

Seorang ahli pengobatan zaman dahulu, Hipocrates menyatakan filosofinya yang berisi,
“Biarkan makanan menjadi obat Anda”. Menurutnya, tubuh sebenarnya mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Ketika kesehatan Anda mulai sedikit terganggu, yang perlu dilakukan adalah memperkuat kemampuan tubuh ketimbang buru-buru menegak obat-obatan kimia. Salah satunya memperbaiki pola makan yang tepat sebagai obat.


Flu ringan

Virus penyebab flu ada di mana-mana. Bila virus flu masuk ke tubuh yang staminanya menurun, kemungkinan terjadinya flu pun besar.

Beberapa makanan ternyata bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga virus flu yang masuk tidak sempat menyebabkan penyakit atau mencegahnya berkembangbiak.
Apa saja makanan-makan tersebut? Sayuran dan buah-buahan yang mengandung glutathione, bahan yang berfungsi menstimulasi sistem imunitas tubuh sehingga mampu melepaskan sel macrophages. Sel inilah yang bisa menghentikan perkembangan virus, bahkan merusaknya. Beberapa jenis buah dan sayur yang sarat glutathione adalah alpukat, semangka, jeruk, tomat, kembang kol, kentang, brokoli, dan melon.

Zat baik lain yang terdapat dalam buah-buahan adalah vitamin C. Zat ini bermanfaat untuk memperkuat sel-sel darah putih yang berperan besar memerangi infeksi. Cara terbaik adalah mengonsumsinya dalam bentuk jus.

Bawang putih juga bisa membantu memperkuat kekebalan tubuh karena mengandung allicilin dan allin. Keduanya berfungsi membunuh kuman dan menstimulasi sistem imunitas tubuh untuk memproduksi sel pembunuh kuman.

Sedangkan bagi Anda yang senang minum teh, kebiasaan tersebut dapat menghindarkan tubuh dari gejala flu. Ini karena teh mengandung quercetin, zat yang bermanfaat mencegah virus menggandakan diri.


Diare

Diare merupakan sinyal tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam perut dan mengembalikan sistem pencernaan pada fungsinya semula. Umumnya, diare disebabkan oleh bakteri yang ada dalam air atau makanan yang akhirnya masuk ke tubuh. Bisa juga karena virus atau parasit.

Beberapa makanan yang bisa menyembuhkan diare adalah air, pisang, dan kayu manis. Efek diare yang berbahaya adalah dehidrasi. Karena setiap kali diare, tubuh mengeluarkan banyak cairan. Oleh sebab itu, minum air setidaknya 10 gelas sehari atau konsumsi makanan isotonik yang mengandung ion elektrolit garam mineral untuk mencegah dehidrasi sekaligus menggantikan kehilangan mineral.

Sedangkan pisang bisa menjadi pilihan makanan yang mudah dicerna dan ringan. Hal ini disarankan oleh Sheila Crowe MD, spesialis gastroenterology dan asistan guru besar di University of Texas Medical Branch, Galvezton, Amerika Serikat.

Untuk kayu manis sendiri merupakan obat penawar racun yang alami. Seduh satu sendok makan kayu manis bubuk dalam secangkir air panas dan diamkan selama 10 menit, kemudian saring. Minum ketika masih hangat dan biasanya dalam beberapa saat diare akan berkurang. Tetapi jika diare masih saja berlanjut, segera pergi ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang memadai.
Baca Selengkapnya - Makanan Penderita Flu dan Diare

Ketika Bercinta Tak Butuh Pemanasan

KOMPAS.com — Hampir semua pakar seks menyebutkan pentingnya foreplay untuk membuat seorang wanita mencapai orgasme dalam sebuah hubungan seksual. Maklum, wanita itu ibarat mesin diesel saat bercinta, butuh beberapa lama sebelum "panas".

Namun, ternyata ada situasi tertentu yang bisa membuat seorang wanita sampai ke puncak meski tanpa foreplay. Kapan saja itu?

1. Setelah kencan semalaman
Seusai makan malam yang menyenangkan, Anda dan si dia memutuskan untuk menonton film dan melanjutkannya dengan acara dansa diiringi musik yang lembut dan romantis. Rasakan pelukannya dan kedekatan wajah Anda satu sama lain. Pengalaman tertawa bersama dan saling mencurahkan perasaan akan menumbuhkan rasa kedekatan yang lebih dalam. Ketika Anda berdua sampai di rumah, ia tak akan sabar lagi untuk melepaskan pakaiannya dan menarik Anda ke tempat tidur.

2. Pulang dari dinas luar kota
Setelah perjalanan dinas, baik itu ke luar kota maupun luar negeri yang memisahkan Anda dan pasangan cukup lama, pulang ke rumah merupakan hal yang paling dinantikan. Terpisah jarak bukan hanya menumbuhkan rasa rindu di hati Anda berdua, melainkan juga hasrat untuk berintim-intim.

3. Sepulang dari pesta pernikahan
Upacara pernikahan bisa menimbulkan hasrat yang lain pada wanita. Banyak wanita yang mengakui melihat sepasang pengantin bisa menjadi semacam afrodisiak bagi mereka. Karena itu, jangan heran jika gairahnya menggebu-gebu sepulang kondangan.

4. Setelah masa menstruasi
Biasanya setelah menstruasi, seorang wanita akan memasuki masa subur yang diiringi gairah meningkat. Ini bisa jadi "bonus" bagi Anda untuk mempersingkat foreplay dan segera masuk ke "menu utama."

5. Hanya punya waktu singkat
Hanya punya waktu singkat, tetapi ingin mood bercinta lebih cepat naik? Anda berdua bisa memulai foreplay sejak siang hari. Kirim saja SMS atau e-mail mesra kepadanya. Menjelang waktu pulang kantor, kirimkan "undangan" kepadanya dengan menceritakan fantasi seksual Anda kepadanya sehingga ia tak sabar untuk mencobanya.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2010/08/23/16032069/Ketika.Bercinta.Tak.Butuh.Pemanasan
Baca Selengkapnya - Ketika Bercinta Tak Butuh Pemanasan

Lensa Kontak Johnson & Johnson Ditarik



KOMPAS.com — Raksasa di industri kesehatan, Johnson & Johnson, menarik produk lensa kontak Acuvue jenis pemakaian satu hari. Produk lensa kontak ini dijual di Jepang, beberapa negara Eropa, dan Asia. Penarikan produk kesehatan Johnson & Johnson ini merupakan penarikan kali kesembilan dalam tahun 2010.

Pihak Johnson & Johnson (JNJ) menjelaskan, mereka menerima banyak keluhan dari pengguna lensa kontak merek Acuvue TruEye yang mengeluhkan rasa sakit dan iritasi pada mata setelah menggunakan lensa kontak itu.

Kendati demikian, JNJ mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai pelanggan yang menderita komplikasi gangguan penglihatan. "Risiko gangguan kesehatan jangka panjang akibat lensa kontak ini sangat jarang," kata Gary Esterow, juru bicara JNJ Vision Care.

Ia menambahkan, diperkirakan ada 100.000 boks yang masing-masing berisi 30-90 lensa kontak bermasalah. Menurutnya, masalah terjadi ketika lensa kontak yang diproduksi di Irlandia itu dibilas. Mayoritas lensa kontak yang ditarik dijual di Jepang dan beberapa negara Asia.

Tahun ini, JNJ telah menarik beberapa produk obat non-resep di Amerika Serikat, termasuk obat flu untuk anak dan dewasa, serta ribuan botol obat penghilang nyeri. Akibatnya, JNJ mendapat peringatan dari Food and Drug Administration (FDA) dan Kongres AS.
Baca Selengkapnya - Lensa Kontak Johnson & Johnson Ditarik

Jamkesmas harusnya cukup beri KTP

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Taufik Kurniawan mendesak pemerintah mempermudah program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) daripada membentuk UU yang tidak efektif.

"Persoalan Jamkesmas saat ini adalah persoalan political will bukan persoalan UU. Orang sakit tidak berpikir itu. Yang penting masuk Rumah Sakit ditangani, tidak perlu ditanya-tanya

tentang DP atau segala macam prosedur, tapi cukup menyerahkan KTP", katanya.

Karena itu, Wakil Ketua DPR RI ini mengharapkan agar Kemkes bekerja keras untuk mengoptimalkan pekerjaan dalam memudahkan pelayanan jamkesmas. Sebaliknya, Kemkes jangan terlalu sibuk untuk membuat Undang Undang (UU).

"Mau berapa banyak UU kalau memble percuma. Ke depan, Jamkesmas jangan dikaitkan dengan kepentingan politik," ungkapnya, menambahkan bahwa perlu kebijakan yang substansi agar standardisasi pelayanan di permudah.

"Bupati sudah bicara kesehatan gratis, kenapa Kemkes tidak bisa?" ujarnya menanyakan kesigapan pemerintah.

Editor: ANANTA POLITAN BANGUN
(dat03/ann)

Baca Selengkapnya - Jamkesmas harusnya cukup beri KTP

Provinsi ikuti pelatihan H5N1

PRAWIRA SETIABUDI
Koordinator Redaksi
WASPADA ONLINE


MEDAN - Moderator Kementerian Kesehatan, Toto Sunaryo, mengatakan sekitar sepuluh provinsi di Sumatera mengikuti pelatihan untuk mengantisipasi merebaknya penyakit flu burung (H5N1) di masing-masing daerah.

"Nantinya kita akan melakukan pelatihan di daerah Makassar dan Bali. Karena disana ditemukan kasus yang sama. Bali sudah dilakukan simulasi penanggulangan yang melibatkan internasional," ujarnya, tadi malam.

Sepuluh provinsi yang diberikan pelatihan tersebut, menurutnya, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta.

Sejauh ini, katanya, pelatihan virus merupakan penyusunan rencana kontijensi lintas sektor. Di tubuh manusia ditemukan virus musiman. Virus flu burung akan berubah menjadi virus flu baru. Yang paasti, namanya sudah berubah.

Ketika ditanya apakah hal ini berpengaruh dengan model cuaca saat ini, Toto tidak dapat berkomentar. "Itu bukan kapasitas saya untuk menjawabnya. Namun kita dapat membaca tentang perubahan cuaca ini cukup banyak," pungkasnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol-mdn)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=139678:-provinsi-ikuti-pelatihan-h5n1&catid=15:sumut&Itemid=28

Baca Selengkapnya - Provinsi ikuti pelatihan H5N1

Disiapkan posko kesehatan 24 jam di jalur mudik

Oleh: Herry Suhendra

JAKARTA: Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah menyiapkan Posko Kesehatan atau Unit Pelayanan Kesehatan 24 jam di jalur mudik di seluruh Indonesia.

Untuk jalur Jawa-Lampung disiapkan 3.719 Puskesmas, 500 Pos Kesehatan (terdiri 418 Dinas Kesehatan dan 82 Kantor Kesehatan Pelabuhan -KKP), 1.229 ambulans Puskesmas, dan 98 Rumah Sakit Pemerintah plus ambulans.

Dalam keterangan tertulis hari ini, Kementrian Kesehatan menjelaskan layanan itu dimaksudkan untuk menyediakan akses bagi pemudik lebaran guna mengurangi tingkat kesakitan, kecacatan dan kematian, termasuk mengendalikan penularan penyakit terutama penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB).

Dalam Apel Siaga Pelayanan Kesehatan pekan ini, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan mudik lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang melibatkan jutaan orang dalam waktu yang relatif bersamaan.

Karena itu, menurut Menkes, kesiapan kesehatan pada jalur mudik memiliki nilai strategis karena menyangkut penanganan risiko sakit dan meninggal yang sangat besar. Penilaian kesiapan lebih terlihat dari segi mobilisasi sumber daya, khususnya kesiapan tenaga kesehatan, peralatan dan obat serta ambulans dan sistem evakuasi medik yang melekat didalamnya.

Kesiapan tersebut merupakan respon medis yang seringkali disoroti secara dramatis bila terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka atau bahkan meninggal dunia," katanya.

Namun Menkes juga mengimbau agar masyarakat atau pemudik juga mewaspadai kesiapan kesehatannya sendiri. Para pemudik harus diberi informasi yang cukup bahwa untuk melaksanakan perjalanan yang jauh, kondisi fisik harus bugar meskipun tetap puasa.

Pemudik juga perlu diberikan pengertian pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat selama perjalanan untuk kepentingan masyarakat sendiri.

Langkah Kemenkes itu sejalan dengan misinya dalam melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.

Karena itu, pemenuhan layanan kesehatan yang baik, termasuk terjaminnya kesehatan pada saat mudik adalah sangat penting. Posko Informasi Kesehatan tersebut dapat diakses dengan alamat Pusat Tanggap dan Respons Cepat (PTRC) Pusat Komunikasi Publik No. Telp. 021 – 500567 dan 30413700, email info@depkes.co.id.
Baca Selengkapnya - Disiapkan posko kesehatan 24 jam di jalur mudik

Menyongsong Lebaran dengan Tetap Fit Berpuasa


Menyongsong lebaran 2010 perlu tips
dan kiat agar tetap fit dan bugar.





Sudah separuh lebih bulan Ramadan kita jalani dan separuh lebih pula mereka yang menjalani ibadah wajib (bagi umat Islam) tersebut melaksanakan kewajibannya. Namun demikian ada baiknya untuk memperhatikan beberapa kiat atau tips agar puasa kita tetap eksis hingga menyambut Lebaran nanti.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama berpuasa, mulai menyiapkan hidangan sehat bergizi, menjaga kekenyalan kulit, serta menjaga tubuh agar tetap fit. Dengan tetap memperhatikan kesehatan tubuh selama puasa, saat Lebaran nanti tubuh anda masih tetap bugar dan sehat.

Masalah utama orang berpuasa biasanya adalah menyiapkan makan sahur yang sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang. Agar lebih praktis, para ibu cenderung memilih makanan instan, misalnya mie instan, abon, sosis, chicken nugget. Sedangkan minuman instannya seperti kopi, sari jeruk, dan sebagainya yang mudah diolah dan cepat disajikan.

Menurut Meryana Andriani, Ahli Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah dan dibolehkan menyajikan dan menyantap makanan instan di kala sahur. Namun, dalam memilih makanan instan tentu saja harus teliti.

Termasuk saat membelinya harus selalu mencek kemasannya. “Apakah fisik kemasannya masih baik atau tidak. Lalu dilihat labelnya, nutrition facts (kandungan gizi)-nya, dan tanggal kadaluwarsanya,” ujar Meryana.

“Soal bahan pengawet, tentu makanan instan ada pengawetnya. Bahkan ikan asin pun mengandung pengawet. Tetapi, kan, sudah ada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang mengawasi semua makanan yang dijual bebas. Jadi kita nggak perlu terlalu khawatir,” lanjut Meryana.

Meski boleh-boleh saja menyantap makanan instan, Meryana menyarankan, komposisi gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama sehari tetap harus diperhatikan. Empat sehat lima sempurna adalah gambaran gizi seimbang. “Jika makan mie instan, tetap harus memerhatikan proteinnya darimana. Bisa saja ditambah telur, potongan daging ayam, dan sayuran siap saji yang banyak dijual di supermarket” kata dia.

Begitu juga saat makan sosis, abon atau chicken nugget, tetap harus ingat seratnya. “Artinya, kebutuhan serat harus tetap terpenuhi, baik saat sahur maupun berbuka. Sebab, makan menu lengkap saat berbuka saja, tetapi sahurnya tidak lengkap, tidak akan bisa meng-handle puasa kita,” kata dia.

Selain serat, agar puasa tak mengalami dehidrasi, cairan dalam tubuh pun harus tetap terpenuhi. “Setiap harinya tubuh memerlukan sekitar 1,5-2 liter air. Kebutuhan akan air ini bisa didapatkan dengan mencicil di saat sahur dan berbuka.

Misalnya, sahur makan dengan kuah sayur sebanyak 200 cc, lalu minum susu 200cc, ditambah lagi buah-buahan yang juga mengandung air. Kemudian saat berbuka, dengan jus buah 200cc dan makan dengan sayur lagi 200cc,” ungkap Meryana.


Agar tubuh tetap bugar selama menjalankan puasa, suplemen dan vitamin tambahan seringkali menjadi pilihan untuk dikonsumsi setelah makan sahur. Namun, menurut dia, suplemen atau vitamin tambahan tidak selalu dibutuhkan.

“Suplemen itu, kan, artinya melengkapi yang kurang. Nah, jika seseorang makannya sudah baik saat sahur dan berbuka dengan memenuhi komposisi gizi seimbang, ia tidak perlu lagi tambahan suplemen atau vitamin,” imbuhnya.

Dokter akan menyarankan seseorang mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan, lanjut Meryana, jika diketahui seseorang yang telah diperiksa sebelumnya memang membutuhkan suplemen dan vitamin tertentu bagi tubuhnya.

Sebaliknya, jika tubuhnya sudah mengonsumsi makanan yang baik tetapi terus diberi suplemen, justru akan mengalami penumpukan di dalam tubuh jika tubuh tidak bisa lagi memetabolismanya. “Bahkan yang kelebihan mengonsumsi suplemen atau vitamin, akan mengakibatkan over vitaminosis atau kelebihan vitamin tertentu,” kata dia.

Terjadinya over vitaminosis dapat berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, vitamin A yang tidak larut dalam air akan ditimbun oleh hati. Jika dikonsumsi berlebihan, akan membahayakan organ tubuh.

Vitamin A juga baik untuk kesehatan tulang. Namun, jika dikonsumsi berlebihan justru mengakibatkan kerapuhan tulang. Kelebihan vitamin C pun dapat mengakibatkan iritasi di lambung. Kelebihan vitamin dan mineral pada anak, tidak baik bagi tumbuh kembang anak, dan sebagainya. m8

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/
Baca Selengkapnya - Menyongsong Lebaran dengan Tetap Fit Berpuasa

Sehat karena Air Leri dan Jalan Pagi

Siti Rijati saat diwawancarai di rumahnya kawasan Ngagel Jaya,














Usianya sudah lebih 76 tahun dan ia pernah mengalami kecelakaan. Namun sosok wanita yang satu ini tampak masih bugar, fit dan sehat. Ya, dialah Siti Rijati, pelukis wanita kelahiran Jombang, tanggal 24 Januari 1934 silam.


Yati—demikian panggilan Siti Rijati--tergolong masih lincah dan gesit. Contohnya, ia sendiri yang membersihkan rumah dan mengerjakan segala keperluan rumah tangga. Lantas apa resep bugar dan sehatnya?

“Sehat itu harus selalu ditanamkan di dalam pikiran kita. Selain itu, meskipun sudah tua, sebisa mungkin harus tetap mandiri. Jangan bergantung dan tidak boleh merepotkan orang lain,” nasihat wanita yang tinggal di kawasan Ngagel Jaya, Surabaya itu.

Selain itu Yati juga mempunyai sedikit “resep rahasia” untuk tetap fit hingga di usianya yang ke-76 tahun. “Tiap pagi saya minum air leri yang dicampur madu,” kata perempuan yang tidak pernah menderita penyakit kronis apa pun hingga sekarang. Hanya tekanan darahnya yang kadang rendah, tapi itu juga waktu ia masih muda.

Menurut Yati, resep ini manjur untuk membuatnya tetap fit hingga sekarang. Meskipun ia sendiri juga tidak mengetahui kandungan apa di dalam air leri. “Resep ini saya dapat di tahun 2001 dari salah seorang murid saya. Waktu itu murid saya bilang, Bu coba konsumsi air leri. Bagus buat kesehatan,” ujarnya menirukan muridnya tadi. Yati juga tidak suka mengonsumsi kopi dan teh.

Air leri adalah air bekas cucian beras, yang dalam versi Yati dimasak sampai mendidih, kemudian setelah masak diberi satu sendok madu dan diminum. “Awalnya, rasanya memang agak aneh. Tapi setelah beberapa kali, ya saya terbiasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, ia rutin melakukan jalan pagi setiap hari selesai salat subuh. “Pokoknya selama nggak gerimis atau hujan, saya pasti jalan keliling komplek perumahan sekitar setengah jam.” Ditambahkan, ini juga merupakan anjuran dari dokternya, untuk memercepat pemulihannya setelah kecelakaan.

Memang, sepeninggal suami dan juga anak semata wayangnya, Yati tinggal sendirian di rumah yang sekaligus galerinya di kawasan Ngagel Jaya. “Dulu ada keponakan saya yang menemani, tapi sekarang mereka sudah menikah dan punya rumah sendiri,” ujar perempuan yang pernah menggemari olahraga renang dan tenis ini.

Sebenarnya keluarga besarnya sudah menawarkan Yati untuk tinggal bersama mereka. Tapi Yati menolak, karena menurutnya meskipun rumahnya sederhana tapi tetap lebih nyaman. “Seenak-enaknya di rumah orang meskipun saudara, tetap lebih enak tinggal di rumah sendiri. Bebas mau melakukan apa pun,” tuturnya.

Di masa tuanya ini, Yati sudah tidak mempunyai cita-cita yang muluk-muluk lagi. Ia hanya ingin menjadi orang yang khusnul khotimah jika kelak dipanggil menghadap Allah SWT. “Setiap saya selesai salat, doa saya kepada Allah hanya itu,” ungkap dia, yang hobi membaca ini.

Ia melanjutkan, “Saya selalu percaya bahwa mati hidup, umur manusia itu hanya di tangan Allah SWT. Saya bersyukur banget masih dikasih kesempatan untuk hidup dan bisa bertahan seperti sekarang,” imbuhnya.
Akibat kecelakaan yang pernah dialami itu ia juga sempat berhenti melukis lantaran sudah tak kuat. “Saya paksakan juga nggak bisa. Akhir-akhir ini saja saya mulai melukis lagi. Tapi tidak bisa produktif lagi seperti dulu,” ujar Yati yang lebih banyak menghabiskan masa mudanya di kawasan Blauran, Surabaya. m8

Biodata :

Nama : Hj Siti Rijati

TTL : Jombang, 24 Januari 1934 (76 tahun)

Alamat : Ngagel Jaya Selatan I/6 Surabaya

Profesi : Pelukis

Pendidikan : Pusat Pendidikan Seni Jatim, Painting Circle Surabaya
Pameran tunggal :

Taman Budaya Jatim

Galeri Surabaya

Hotel Radisson Surabaya

Yayasan Persahabatan Indonesia-AS
Pameran bersama:

Berkali-kali di Surabaya, Jakarta dan Jogjakarta.

Sumber: Surabayapost

Baca Selengkapnya - Sehat karena Air Leri dan Jalan Pagi

Keluarga-keluarga di Asia Kini Kewalahan Mengurus Anak dan Orangtua Lansia

MAKIN banyak keluarga di Asia kewalahan dibuat tekanan untuk secara serempak mengurus anak-anak dan orangtua mereka yang lanjut usia. Permasahalan itu disorot dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit (EIU) belum lama ini.

Rentang usia lebih panjang dan wanita mengandung anak pada usia tua telah meningkatkan jumlah generasi Asia yang disebut sebagai “sandwich generation”. “Di seluruh wilayah itu, banyak anggota sandwich generation tertekan dibuat beban finansial dalam mengurus multi generasi dan prihatin karena taraf hidup mendatang mereka akan menurun,” ungkap studi itu.

Satu dari lima orang Asia usia kerja kini anggota kelompok ini, ujar studi EIU, yang disponsori oleh produk investasi dan penyedia layanan Fidelity International. Para anggota kelompok itu umumnya berusia antara 30 dan 45 tahun, sudah kawin dan mendukung satu atau dua anak serta dua orangtua atau mertua, dan ukuran mereka bervariasi di seluruh daerah itu.

Di China, 37 persen dari populasi usia kerja mengurus anak-anak dan orangtua lanjut usia, sementara di Jepang dan Australia angkanya hanya sebesar enam persen.
Dikarenakan tekanan finansial, para anggota kelompok ini bekerja lebih giat, menabung lebih sedikit dan mengambil lebih sedikit risiko dengan uang mereka, ungkap penelitian tadi.

Lebih Keras

“Lebih sepertiga... terpaksa harus kerja lebih keras untuk bisa menutupi bermacam pengeluaran keluarga sejak menjadi ‘sandwich’ (terjepit), sekira separuh mengurangi tabungan dan investasi dan hampir dua pertiga lebih hati-hati dengan investasi yang ada daripada seharusnya,” imbuh studi tersebut.

Lebih sepertiga--36 persen -- dari mereka mengatakan mereka kini “berjuang untuk mengatasi” berbagai tuntutan mendukung anak-anak dan orangtua lanjut usia, dengan jumlah lebih tinggi di Hong Kong pada 53 persen.

Namun, kesalehan anak masih kuat, dengan 78 persen sependapat itu adalah kewajiban mereka untuk mengurus orangtua lanjut usia, lanjut studi tersebut yang berjudul Feeling the Squeeze: Asia’s Sandwich Generation.

Kalau pendidikan anak-anak menuntut pengeluaran yang besar, memberikan perawatan kesehatan bagi orangtua lanjut usia merupakan beban tambahan di negara-negara dengan sistem keamanan sosial lemah.

EIU menyatakan, pihaknya mewawancarai 700 responden di Australia, China, Hong Kong, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan yang mendukung anak dan orangtua lansia. Wawancara mereka dilakukan pada Maret dan April tahun ini. (afp/bh)

Sumber:
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=67100:keluarga-keluarga-di-asia-kini-kewalahan-mengurus-anak-dan-orangtua-lansia&catid=125:artikel&Itemid=129
Baca Selengkapnya - Keluarga-keluarga di Asia Kini Kewalahan Mengurus Anak dan Orangtua Lansia

Arsip

0-Asuhan Kebidanan (Dokumen Word-doc) 0-KTI Full Keperawatan (Dokumen Word-doc) Anak Anatomi dan Fisiologi aneh lucu unik menarik Antenatal Care (ANC) Artikel Bahasa Inggris Asuhan Kebidanan Asuhan Keperawatan Komunitas Asuransi Kesehatan Berita Hiburan Berita Terkini Kesehatan Berita Tips Twitter Celeb contoh Daftar Pustaka Contoh KTI Contoh KTI Kebidanan Farmakologi (Farmasi) Gadar-kegawatdaruratan Gizi Handphone Hirschsprung Hukum Kesehatan Humor Segar (Selingan) Imunisasi Info Lowongan Kerja Kesehatan Intranatal Care (INC) Jiwa-Psikiatri kamus medis kesehatan online Kebidanan Fisiologis Kebidanan Patologis Keluarga Berencana (KB) Keperawatan Gerontology Kesehatan Anak (UMUM) Kesehatan Bayi (untuk UMUM) Kesehatan Haji Kesehatan Ibu Hamil (untuk UMUM) Kesehatan Ibu Menyusui (untuk UMUM) Kesehatan Pria (untuk UMUM) Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi (Kespro) Kesehatan Wanita (untuk UMUM) Koleksi Skripsi Umum Konsep Dasar KTI D-3 Kebidanan KTI Skripsi Keperawatan kumpulan askep Laboratorium Lain-lain Makalah Keperawatan Kebidanan Managemen Kesehatan Mikrobiologi Motivasi Diri Napza dan zat Adiktif Neonatus dan Bayi News Penyakit Menular potensi KLB Penyakit Menular Seksual (PMS) Postnatal Care (PNC) Protap-SOP Psikologi-Psikiater (UMUM) Reformasi Kesehatan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan Surveilans Penyakit Teknologi Tips dan Tricks Seks Tips Facebook Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum Tokoh Kesehatan Tutorial Blogging Youtuber